Misteri Buku Pudara

Misteri Buku Pudara
Awal Mula


__ADS_3

...**Silahkan teman-teman bantu vote novel ini, tidak ada kekuatan yang lebih besar selain dukungan dari kalian untuk saya**...


Hai, perkenalkan namaku Jina, aku seorang siswi yang bersekolah di salah satu SMA di Pare pare, aku masih duduk di kelas 11, semuanya tampak biasa-biasa saja sampai hal yang tidak akan pernah kuduga terjadi dan mengubah pandangan ku tentang siang dan malam.


Hari ini adalah hari yang cerah seperti biasanya, tapi hari ini aku sangat bersemangat! Karena sekolahku sedang mengadakan festival tahunan sekolah.


Sekolahku mengadakan banyak sekali lomba dan salah satu lomba yang diadakan di festival sekolah ialah lomba tari.


Aku sangat menyukai menonton pertunjukan tari, terlebih lagi lomba tari tahun ini diikuti oleh Feni sahabatku, Feni sangat popular disekolahku,dia menjadi incaran para laki-laki di kelas maupun kakak tingkatanku. Feni memiliki karakter yang sangat positif, ramah, pintar serta parasnya yang sangat menawan.


Aku sedikit kecewa karena acaranya diundur yang awalnya akan dimulai pada pukul 20.00 menjadi 21.00, dan ngomong-ngomong festival nya berlangsung dari pukul 16.00 sd 22.00 memang  agak terdengar lama karena mengingat ini adalah acara tahunan yang hanya digelar sekali dalam setahun.


Saat mengetahui acaranya diundur akupun berencana untuk pulang terlebih dahulu dan akan bersiap-siap  sebelum berangkat ke Festival sembari mempersiapkan hadiah untuk Feni.


Pukul menunjukkan 20.30 dan aku sudah siap untuk berangkat ke festival, tibanya aku disekolah, ternyata lombanya sudah hampir dimulai, dari kejauhan Feni menghampiriku dan memberitahuku kalau dia mendapatkan nomor urut 3 untuk tampil nanti.


“Eh Fen, ngomong-ngomong Tarian yang kamu bawakan nanti apa Fen?”


Tanya ku kepada Feni


“hmm.. Sebenarnya sih ini rahasia, tapi karena sahabat aku yang nanya jadi aku harus ngasi tau deh, aku nanti membawakan tari mappadendang Jina, ini!! Kamu liat kan?? Aku sudah menyiapkan lesung untuk kami pakai menari”


Lalu aku bertanya lagi kepada Feni


“Terus, personil kamu ada berapa?”


“Kami ada 6 orang Jina, nanti 4 orng yang menumbuk lesung nya dan dua orang lagi mengelilingi kami sambil membawa dupa”


“Oh kalau gitu kamu nya semangat yah semoga kamu nanti menang!! Semangat!!”


Juri pun memanggil nomor urut Feni untuk tampil


“Nomor urut 3 dipersilahkan untuk naik keatas panggung”


Kelompok Feni pun naik keatas panggung, Feni dan lima orang lainnya mulai mengatur posisi awal nya dengan lesung tumbukan gabah ditengah-tengah panggung.


Musik dilantunkan mereka mulai menari dengan sangat indah dengan menyanyikan lagu adat Bugis yang biasa dipakai dalam tari Mappadendang, tapi di tengah-tengah pertunjukan ada sesuatu yang membuatku heran! Personil tarinya Feni tiba-tiba saja bertambah satu orang dan anehnya lagi!! Bajunya tidak seragam dengan personil lainnya.


Para personil memakai baju bodo berwarna hijau dan saloko yang lumayan kecil, tapi personil yang entah darimana muncul ini memakai baju bodo berwarna hitam, dan juga memakai saloko yang sangat besar yang dihiasi batu berwarna merah ditengah saloko tersebut, aku berpikir mungkin ini perubahan sturktur tarinya? Karena memang personil ini hanya mengitari dari luar lingkaran tari yang dibuat enam personil lainnya seakan-akan dia sedang menari sendiri diatas panggung.


Saat ditengah-tengah tarian!! Personil itu tiba-tiba berputar sambil memegangi dupa yang telah menyala sendiri, dia lalu berputar dan berputar dan berputar dengan sangat kencang, lalu handphoneku berbunyi, saat aku lihat ternyata itu panggilan masuk dari Dani.


“Halo Dani ada apa?”

__ADS_1


“Jina, sss…sa ssss… sa”


Aku sedikit kurang mengerti dengan apa yang dikatakan Dani Pada saat itu, suaranya terdengar bergetar dan nafasnya sedikit berat.


“Coba kamu tenang dulu, tarik nafas, terus kamu ceritain apa yang terjadi!!”


“sss..am Sam hilang Jina”


Aku sangat terkejut saat mendengar berita itu, tanpa pikir panjang aku langsung meminta lokasi Dani dan Sam berada, setelah aku melihat lokasi yang dibagikan oleh Dani, ternyata tempat yang mereka pakai untuk camping adalah hutan Jompie. Tanpa pikir panjang aku langsung menuju ketempat Dani, tidak butuh waktu lama akupun sampai di hutan Jompie, aku melihat Dani berdiri di depan pintu masuk hutan itu.


“Dani!!”


“Jina!!”


Dani pun lalu menghampiriku dengan keadaan menangis!! Dia sangat merasa bersalah karena temannya Sam hilang, aku pun menenangkannya dengan mengatakan.


“Tenang Dani, Sam pasti baik-baik aja kok”


“Tapi aku yang salah Jina coba aja aku tidak ngajak dia untuk camping disini, mungkin dia nggak harus hilang seperti ini”


“Kamu sekarang nggak usah nyalahin  dirimu, lebih baik kita telpon polisi dulu untuk melaporkan hilangnya Sam” 


Aku pun menelpon polisi untuk melaporkan hilangnya temanku Sam, tapi sayang laporan kami tidak langsung diproses karena belum sampai 24 jam dari hilangnya Sam. Polisi menyarankan kami untuk pulang terlebih dahulu, polisi juga mengatakan kalau besok baru mereka memulai proses pencariannya.


Keesokan paginya disekolah, aku masuk kekelas dan melihat Feni menungguku sambil duduk di kursi ku dengan memasang wajah yang kesal.


“Jina aku harus mendengar alasan yang bisa aku terima kenapa kamu tiba-tiba menghilang saat pertunjukan tari ku kemarin dimulai, asal kamu tahu aku juara 1 loh semalam hmmm!!!”


“Maaf yahh Feni, semalam ada sesuatu buruk yang terjadi”


“haaah!! Hal yang buruk? Kenapa? Kamu sakit?”


“Nggak bukan itu, tapi Sam Feni, Sam hilang saat dia lagi camping kemarin malam bersama Dani di hutan Jompie”


Mendengar hal itu Feni langsung terdiam dan terduduk diatas kursiku, wajar saja dia bereaksi seperti itu, mengingat Sam dan Feni adalah sepupu, Feni sama sekali tidak mengetahui kalau Sam hilang semalam, karena saat lombanya selesai Feni langsung pulang, membersihkan badan, lalu tidur tanpa mengecek hp nya. Feni lalu menangis mendengar kabar buruk tersebut.


“Hiks…. Sam kenapa bisa hilang Jina?”


Aku juga sebenarnya tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena aku sama sekali belum bertanya kepada Dani soal hilangnya Sam.


“Aku juga nggak terlalu mengetahui gimana kronologi hilangnya Sam, yang aku tau, semalam Dani, Sam dan  teman-temannya pergi camping di hutan Jompie”


“Kamu sudah buat laporan orang hilang untuk Sam?”

__ADS_1


“Sudah kok semalam, saat Sam baru-baru saja menghilang , hari ini polisi kayaknya lagi melakukan pencarian di hutan Jompie”


“Kita kesana yuk Jina, aku mau liat perkembangan pencariannya kayak gimana!!”


“Sepertinya kita jangan kesana dulu deh soalnya, di takutkan nanti ada petunjuk atau sidik jari yang dirusak kalau kita masuk kesana!!”


Setelah mendengar itu Feni meninggalkan kursi ku dan menuju kekursinya sambil menidurkan kepala diatas meja. Aku sangat khawatir dengan keadaan Sam dan juga Feni, aku sebenarnya juga ingin mencari tahu apa yang telah terjadi kepada Sam, tapi aku harus mencari tahu dulu bagaimana Sam bisa hilang, dan caranya dengan mengambil informasi dari Dani.


Kebetulan Dani hari ini tidak masuk sekolah, mungkin karena dia lagi memberi penjelasan kronologi hilangnya Sam ke polisi, aku berencana untuk kerumahnya nanti malam, sebenarnya aku ingin mengajak Feni tapi sepertinya saat ini Feni sedang sangat sedih dan aku tidak ingin menambah beban pikirannya.


“Assalamualaikum….!!”


“Waalaikumsalam”


Ternyata yang membuka pintu saat itu adalah ibunya Dani, tante Ira.


“Dani nya ada tante?”


“oh ada nak dia diatas dikamarnya, mau tante panggil turun?”


“Boleh tante”


“Dani.. Dan, teman kamu ada yang nyariin nih”


Aku mendengar suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga, dan benar saja itu adalah Dani.


“Eh, Jina ada apa? Penting yah sampai kamu datang kesini?”


“Ini soal hilangnya Sam, aku mau dengar dari kamu bagaimana dia bisa hilang?”


“Ha?? Buat apa kamu mau tau?”


“Yah nggak papa, kan aku cuman sekedar pengen tau doang”


“Ok kalau gitu aku bakalan kasi tau kamu semua yang terjadi malam itu, tapi ingat yang akan aku kasi tau ke kamu sekarang tidak aku kasi tau ke polisi, dan juga!! Kamu jangan beritahu siapa-siapa!”


Dani lalu menceritakan dari awal sampai akhir apa saja yang terjadi disana pada malam itu, ceritanya tidak ada yang aneh sampai Dani mengatakan kalau Sam pergi untuk buang air kecil sebentar di pinggir sungai, setelah Sam kembali! Dani melihat Sam membawa buku berwarna hitam yang didepannya ada tulisan berhuruf Aksara Lontara, saat itu entah apa yang dilakukan Sam, dia keluar sambil membawa buku itu dan saat itulah Sam tidak pernah kembali.


“Dimana terakhir kali kamu melihat Sam membawa buku itu?”


“Aku sempat sekilas ngelihat dia saat memasak mie di luar tenda, Sam mengarah ke bagian hilir sungai, aku kira dia pengen buang air lagi tapi ternyata dia nggak kembali-kembali”


Mendengar hal itu aku berpikir ada yang aneh sedang terjadi disini, aku tidak ingin memikirkan hal yang tidak masuk akal tentang hilangnya Sam, tapi buku itu membuatku sedikit berpikir kearah sana, terlebih lagi hutan Jompie dikenal sebagai tempat yang memang agak angker.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk mencari tau apa yang telah terjadi dengan Sam, ditambah aku juga penasaran dengan buku apa yang telah ditemukan oleh Sam, mungkin saja ada petunjuk yang bisa diambil dari buku itu.


__ADS_2