Misteri Buku Pudara

Misteri Buku Pudara
Pusaka Kuno


__ADS_3

"Ibu....!! Ibu....!! Aku takut bu.....!!"


"Oh anakku....!! Pergilah bersembunyi di dekat danau cepat..... Ibu akan menyusul mu nanti.... Ibu harus mengalahkannya sayang.....!! Lari! Lari cepat..!! Cepat lari!!"


...******...


"Haaaaa......!!!!"


Ternyata cuma mimpi, kilas balik yang aku lihat saat di dalam kastil, mulai masuk kedalam mimpiku! Tapi anehnya, gambaran itu semakin jelas dan semakin terasa nyata.


Cahaya pagi yang masih redup mulai menerpa tenda kami dari arah timur. Aku terbangun secara perlahan dari tempatku dan melihat sekitar. Api unggun semalam sudah tinggal abu dan arangnya saja, suara burung mulai terdengar bersautan. Ini kelihatan seperti hutan yang berbeda dengan yang kami lihat kemarin. Tapi tidak ada satu orangpun disini, kemana mereka pergi?


"Jina...!! Kamu udah bangun? Ini aku bawain kamu air." Ternyata itu suara Dani yang berteriak sambil berlari membawakan ku botol air yang sudah dia isi.


"Terima kasih yah Dani.... Ngomong-ngomong, Ibu Hani sama Feni kemana ?"


"Ibu Hani tadi bilang kalau dia mau masuk kedalam kastil melihat sesuatu, aku juga kurang tau dia mau lihat ada disana, tapi Feni mau ikut juga kedalam!" Syukur lah Feni baik-baik saja, aku sempat sangat khawatir dengan kondisinya semalam.


"Kamu belum makan kan? Ini roti, ternyata aku punya persediaan makanan di tasku hehe, aku lupa ternyata aku bawa roti..."


"Nggak papa kok, aku nggak terlalu lapar kok, eh! Tapi keadaan lengan Feni udah mendingan?!"


"Tadi, Ibu Hani membersihkan luka dan membalut lengan Feni menggunakan perban dari kotak P3K yang ia punya di tasnya"

__ADS_1


Aku masih sedikit merasa khawatir dengan kondisi Feni, aku takut terjadi sesuatu yang buruk kepadanya setelah Parakang itu menyerangnya. Saat aku termenung, aku kembali mengingat mimpi yang aku lihat saat tertidur semalam, aku mengingat kata yang diteriakkan  oleh wanita penari itu kepada anaknya untuk bersembunyi, lokasi yang mungkin bisa memberikan kami petunjuk lebih jauh mengenai apa yang telah terjadi di tempat ini.


"Dani, aku semalam mimpi, dan mimpiku ini mirip dengan kilas balik yang aku lihat didalam kastil waktu aku dan Feni melihat lukisan wanita penari itu. Aku melihat wanita itu menari sambil menangis, pada saat aku melihat kilas baliknya, aku tidak bisa mendengar kata yang ia ucapkan! Tetapi, semalam aku mendengar dia berteriak ke anaknya untuk lari bersembunyi di dekat danau."


"Ha?! Kilas balik? Wanita penari?! Anak kecil?!! Kamu bicara apasih Jina?!.." Wajar saja Dani kebingungan seperti itu, dia sama sekali tidak tahu apa yang aku lihat selama ini, hanya Feni lah yang paham dan tahu semua yang aku rasakan.


"Gini Dan, aku mau kasi tahu ke kamu hal ini, tapi aku sering lupa karena posisi kita selalu dalam keadaan yang tidak kondusif. Tapi tenang aja aku bakal ceritain semuake kamu apa yang aku lihat dari awal kita mulai hal ini sampai sekarang!" Akupun menceritakan semua kepada Dani tentang apa yang aku lihat dan alami selama pencarian ini berlangsung, mulai dari munculnya si wanita pembawa lilin sampai kilas balik yang aku lihat kemarin.


"Kenapa kamu nggak bilang sedari awal Jina?! Itu bahkan petunjuk yang bisa kita pakai untuk mencari tahu lebih dalam tentang siapa dan mengapa Sam bisa menghilang!"


"Aku pikir itu semua hanya halusinasi Dan, aku juga berpikir kalau aku bisa menyelesaikannya sendiri dengan petunjuk yang kita dapatkan, aku nggak mau memberatkan pikiran kalian, kita sudah sangat terpukul dengan hilangnya Sam! Jadi aku nggak mau membuat pikiran kalian lebih kacau lagi" Aku benar-benar tidak ingin membuat temanku kesusahan, andai saja aku tidak memberitahu mereka waktu itu tentang buku Pudara yang aku temukan di hutan! Mungkin mereka tidak perlu ada dalam bahaya seperti saat ini.


"Jina...!! Hei!! Wake up, aku... dan Feni Adalah sahabatmu! We gonna end this together okey?! Jangan merasa sendiri, apakah kamu pikir aku dan Feni akan membiarkan mu menderita sendiri?! Mencari keberadaan Sam yang mungkin saja kita tidak akan menemukannya sekarang! Kita bertiga bersama mencari karena jika hanya salah satu dari kita yang melakukannya, mungkin orang itu tidak bisa sampai sejauh ini!"


"Hmmm.... Kamu ada betulnya Dani, seharusnya aku bersyukur bisa melakukan ini semua bersama kalian," Kataku sambil meminum air "tapi ingat kita harus berhati-hati juga saat melangkah ke petunjuk selanjutnya" Lanjutku sembari menutup botol minum yang Dani berikan.


"Kalau gitu, kita tunggu dulu Ibu Hani dan Feni keluar dari kastil lalu kita ke danau tempat yang kamu bilang tadi" Iya, mungkin kami harus pergi bersama. Aku khawatir kalau terjadi hal yang tidak diinginkan sama seperti saat aku dan Feni tersesat didalam kastil.


Saat aku menunggu mereka berdua keluar dari kastil, aku kembali melihat-lihat apa saja yang telah kami temukan. Ada buku Pudara yang menjadi kunci dari semua ini, cincin emas, saloko, dan juga bosara. Jujur barang ini sangat mengambil space penyimpanan barang bawaan kami, tapi kami juga tidak bisa jika tidak membawa semuanya, untuk jaga-jaga jika barang-barang ini tidak hilang.


...****...


Satu jam sudah berlalu sejak Ibu Hani dan juga Feni masuk kedalam kastil. Dan akhirnya mereka pun keluar. "Feni.....!!" Teriakku sambil berlari kearah Feni.

__ADS_1


"Jina....!!" Kami berdua berpelukan sambil menangis, aku sangat merasa bersalah, karena sikapku Feni dalam bahaya.


"Maafkan aku Fen, andai aja aku tidak mengatakan kalau aku udah nyerah untuk mencari Sam, mungkin kamu tidak perlu terluka semalam"


"Nggak Jina, ini juga salah ku, aku terlalu egois dan kekanak-kanakan, hinggak meninggalkan kalian dan akhirnya merepotkan kalian dengan tingkahku" Setelah aku berbincang dengan Feni, aku pun memberitahunya dan Ibu Hani untuk ke tenda, karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada mereka.


"Gini Fen, Bu.... Semalam aku mimpi tentang wanita penari dan seorang anak kecil yang aku lihat didalam kastil kemarin Fen, kami ingatkan?"


"Ingat Fen ingat....! Memangnya kenapa?"


"Jadi aku mendapatkan satu lokasi yang mungkin bisa membantu kita untuk mendapatkan petunjuk lebih jauh tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ini" Ditengah-tengah aku berbicara, tiba-tiba Ibu Hani mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya, dan ternyata itu adalah sebuah kalung dan gelang emas, benda yang harus kami dapatkan untuk memenuhi ritual nya nanti


"Ini, ini yang kalian cari bukan?"


"Iya Bu....! Ini yang kami cari" Kata Dani sambil mendekatkan kepalanya kearah benda yang dipegang oleh Ibu Hani.


"Jadi..... Ibu dan juga Feni masuk kedalam untuk mengambil benda ini?" Tanyaku


"Iya Jina..... Tapi ada alasan mengapa Ibu juga membawa Feni masuk kedalam kastil, ini karena Feni adalah keturunan dari sang penari yang kalian lihat didalam lukisan, yang biasa disebut dengan I Timoq! Dia merupakan Sandro atau dukun kerajaan pada saat terjadi kekacauan, hanya saja Ibu tidak mengetahui kelanjutan dari apa yang terjadi saat itu, karena Ibu harus cepat-cepat mengumpulkan semua benda pusaka dan menyembunyikannya setelah putri I 'Apaliaq sudah meninggal dunia" Jadi Feni adalah keturunan wanita penari itu?! I Timoq?!


"Jadi pasti kamu juga bertanya mengapa Ibu bisa tahu Feni adalah buyut dari I Timoq kan? Saat kalian semua sudah tertidur lelap semalam. Ibu menyentuh kepala Feni, tiba-tiba saja muncul wajah I Timoq di penglihatan Ibu saat itu. Dia hanya menyampaikan sebuah kalimat, kalimatnya adalah 'jaga cucuku yah' disaat itulah Ibu sadar kalau dia adalah keturunan dari I Timoq" Ibu Hani berhenti sejenak bercerita untuk meminum air.


Setelah dia selesai minum, dia lalu melanjutkan lagi ceritanya "Ibu membawa dia masuk kedalam karena hanya dia yang mampu membuka pusaka yang memang khusus untuk keluarga I Timoq. Yah, kalung dan gelang emas yang merupakan pusaka dari keluarga I Timoq. Perlu Ibu jelaskan, semua pusaka yang kalian pegang itu mempunyai pemiliknya masing-masing, kalau Ibu jelaskan disini mungkin tidak akan sempat, jadi yang penting kalian sudah tahu kan kalau kalian sedang memegang benda yang mungkin saja berbahaya untuk kalian.

__ADS_1


Pusaka ini ternyata milik dari beberapa orang?! Jadi ternyata masih banyak hal yang belum kami ketahui tentang apa yang kami hadapi, bahkan benda yang sudah kami pegang saja belum tahu pasti apa yang tersimpan dibaliknya!!


__ADS_2