
...**Silahkan teman-teman bantu vote novel ini, tidak ada kekuatan yang lebih besar selain dukungan dari kalian untuk saya**...
Aku sudah tidak tahan dengan rasa cemas ku terhadap Sam! Sebaiknya aku harus mulai bergerak. Aku berencana ke hutan Jompie pada pukul 00.00, karena aku tau saat ini masih ada polisi yang melakukan pencarian disana, setelah berbincang-bincang cukup lama, aku pun pulang sambil berpamitan dengan Dani dan juga Tante Ira.
Sesampainya dirumah aku langsung menyiapkan barang-barang dan juga peralatan yang aku butuhkan untuk masuk kedalam hutan Jompie, aku mencek jam yang ada ditanganku, jamnya menunjukkan pukul 23.45! Ini artinya sudah harus bergerak masuk kedalam hutan, aku mencari kesana dan kesini untuk mencari jalan rahasia yang sudah aku buat waktu aku masih kecil.
Dulu saat kecil hutan ini aku jadikan tempat untuk bermain, karena dibagian pinggir dari hutan ini sangat indah, kicauan burung yang saling bertautan, air sungai yang jernih, cahaya matahari yang menembus dedaunan yang membuat hutan ini nampak seperti latar sebuah buku dongeng.
Tapi! Semua yang aku pikirkan dan rasakan saat kecil berubah! Aku sekarang sadar kalau hutan ini tidak seindah dan seramah yang aku liat.
Aku menemukan jalan rahasia yang aku cari-cari,aku menginjakkan kaki ku kedalam hutan ini setelah sekian lamanya, dan benar saja! Ini bukan hutan yang aku kenal waktu kecil, suasananya benar-benar sangat berubah, mungkin kalian berpikir *mungkin karena saat ini sudah malam* Tidak!! Aku telah memasuki hutan ini siang dan malam, dan aku tahu seluk beluk pinggiran hutan ini, tapi entah mengapa hutan ini serasa tidak aku kenali! Aku merasa hutan ini tidak menginginkan keberadaan ku disini.
Di awal perjalanan ku aku merasa dedaunan yang ada di sana seakan-akan menutup apapun yang ingin mencoba keluar atau masuk dari hutan ini.
Tapi aku tidak menghiraukan hal itu dan tetap melanjutkan pencarian ku, aku lalu menuju ketempat Dani dan Sam terakhir berkemah, aku melihat sudah ada garis polisi yang mengelilingi tenda milik Dani dan Sam! Karena aku tidak ingin mengganggu petunjuk yang ada disana, maka aku memutuskan untuk tidak masuk didalam tenda itu.
Tetapi untuk memastikan agar tidak ada yang terlewat aku menyusuri sekitaran tenda dimana Sam terakhir terlihat, dan sebenarnya detail ini sama sekali tidak Dani ceritakan kepada polisi, dia hanya menceritakan tentang Sam terakhir terakhir kali terlihat di sekitaran tenda, inilah mungkin penyebab mengapa tidak ada sama sekali garis polisi di sekitaran sungai.
Akupun menyusuri hilir sungai, saat ditengah perjalanan aku melihat sesuatu yang berkilau dan bersinar dibawah dedaunan kering yang aku injak, aku membungkuk dan mulai membersihkan daun diatas benda tersebut, dan ternyata itu sebuah cincin perak yang memiliki ukiran aksara lontara disetiap sisinya! Dengan batu berwarna merah pada bagian tengah cincin itu.
Aku tercengang untuk beberapa waktu saat melihat cincin itu jadi aku mengambil cincin itu dan melanjutkan pencarianku ke hilir sungai.
Setelah sampai di hilir sungai, aku melihat alirannya sangat tenang dan pelan. Akupun mulai turun di bebatuan pinggiran sungai, saat sampai dibawah aku mulai petunjuk apa saja yang ada di sekitar tempat itu, tapi sayangnya tidak ada petunjuk sama sekali atas jejak keberadaan Sam.
Saat aku merasa sudah mencari disetiap bagian di hilir sungai, aku berpikir untuk pulang saja.
Aku berbalik untuk mengambil kembali barang-barang ku dan hendak naik ke pinggir sungai, tapi saat aku mencoba untuk naik ke pinggir sungai! Entah bagaimana air sungai tiba-tiba meluap, aku tersapu aliran sungai yang sangat deras sampai membuatku pingsan.
__ADS_1
Kepalaku terasa berat, aku melihat sekitarku dengan samar-samar, aku mulai perlahan untuk bangun daru tempatku dan anehnya aku masih hidup! Maksudku itu luapan air yang sangat besar sampai bagian baju di sebelah kiriku robek! Mungkin karena hantaman kayu saat aku berada didalam air.
Aku melihat-lihat disekitarku dan ternyata aku terbangun di sebuah tempat yang sangat aneh tapi juga indah di saat yang bersamaan.
bentuknya seperti gua, di setiap dindingnya ada kalimat yang bertuliskan aksara lontara yang sangat banyak, tapi sayang kalimatnya tidak beraturan seperti sengaja dirusak oleh sesorang.
Saat aku melihat-lihat tempat ini, tiba-tiba aku melihat ada sebuah buku yang berada diatas bebatuan, aku berjalan mendekati buku tersebut, terlihat dari kejauhan kalau sampul buku itu berwarna hitam dan juga memiliki kertas yang berwarna kuning.
Rasa penasaran yang keluar dari otakku membuatku membuka buku itu! Ternyata didalam buku itu berisi kalimat-kalimat yang berhuruf aksara lontara, aku lalu teringat dengan cerita Dani yang mengatakan kalau Sam mendapatkan suatu buku yang berwarna hitam, tapi Dani sendiri tidak mengetahui buku apa itu, jadi aku berpikir apakah buku ini yang dimaksud oleh Dani?
Aku mengambil buku itu dan bergegas keluar dari tempat ini.
Setelah keluar dari mulut gua! Aku melihat sekitar untuk mencari jalan setapak yang menuju jalan keluar rahasia, tapi aku tidak tahu kearah mana agar aku bisa kembali, aku sudah terseret sudah aliran sungai yang membuat ku hanyut entah kemana, tapi aku mencoba fokus dan melihat kembali di sekitarku untuk mencari tau jalan kembali keluar dari hutan ini.
Setelah beberapa saat mengamati di sekitarku! Aku melihat ada seorang wanita dari kejauhan yang sedang memegang lilin, rasa penasaran ku mulai timbul, maksudku! Apa yang dilakukan wanita ditengah hutan memegang sebuah lilin, tapi ternyata aku sadar, aku juga perempuan yang sedang berada ditengah hutan sendirian.
Sesaat aku melupakan tentang wanita itu saking senangnya aku menemukan tenda milik Dani dan Sam, akupun berbalik kembali untuk mencari wanita yang membawa lilin itu! Ternyata wanita itu sudah menghilang.
Ini sangat aneh, seorang wanita membawa lilin, ditengah hutan, dan hanya ingin berjalan-jalan menyusuri hutan ditengah malam? Aku asik bergulat dengan isi kepalaku tentang wanita ini, tapi tiba-tiba aku teringat kalau aku harus segera keluar dari hutan ini, akupun bergegas menyusuri jalan setapak yang menuju ke jalan masuk rahasia.
Aku mulai berlari kecil menyusuri jalan setapak ini tapi entah mengapa hutan ini benar-benar sangat aneh, pohonnya seakan-akan menahanku untuk keluar dari sini, aku kehilangan arah karena hutannya seperti berubah bentuk.
Aku kebingungan dan ketakutan! karena suasananya sudah mulai terasa aneh, angin bertiup sangat kencang ,dahan dan ranting pohon mulai berjatuhan yang hampir saja menimpaku.
Karena kondisinya sudah sangat tidak memungkinkan aku melanjutkan perjalanan untuk keluar dari sini, aku mencoba mencari tempat yang aman untuk berlindung! Aku melihat di sebelah kiriku ada sebuah pohon yang memiliki lubang yang cukup besar dibagian bawah nya, aku berlari secepat mungkin menuju lubang di pohon itu agar aku aman untuk saat ini, aku duduk sambil memeluk dua kaki ku yang membuatku tertidur.
Angin hangat berhembus kearah wajahku yang membuat ku mulai membuka mataku dari tidur, aku beranjak keluar dari lubang pohon itu dan melihat ternyata badainya sudah berhenti.
__ADS_1
Aku lalu melihat jam di hpku untuk mengecek saat ini sudah pukul berapa, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 04.30, itu berarti 15 menit lagi adzan subuh berkumandang, secara mengejutkan tiba-tiba jalan yang aku lalui saat masuk sudah bisa aku liat, setelah beberapa saat aku berjalan, akhirnya aku bisa keluar dari hutan itu.
Sesampainya dirumah, aku membuka buku yang aku dapatkan di hutan tersebut, kelihatannya buku itu seperti buku yang sudah sangat tua dan berisikan tulisan yang memakai huruf aksara lontara.
Aksara Lontara merupakan huruf yang dipakai masyarakat suku Bugis pada zaman dahulu untuk berkomunikasi melalui tulisan, biasanya juga tulisan Lontara bisa didapati di kuil-kuil kuno suku Bugis, ataupun prasasti-prasasti bekas kerajaan.
Untungnya aku sedikit tau membaca Aksara Lontara, saat aku mulai membaca, aku melihat salah satu tulisan yang membuatku bingung, "A'beang kanja'na alai ja'na" yang berartikan buang baiknya dan ambil buruknya, aku sama sekali tidak mengerti maksud dari kata-kata itu, aku lalu menghubungi guru Bahasa Bugisku ibu Nana untuk menafsirkan kata-kata itu.
"Assalamualaikum Ibu"
"Waalaikumsalam nak Jina, ada apa kamu menelpon ibu sepagi ini? "
"Oh ini bu saya mau bertanya, saya punya buku yang berisikan kalimat aksara lontara bu, tapi saya tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud dari kalimat itu bu"
"Memangnya kalimat itu bertuliskan apa? "
Aku lalu menjawab dengan terbata-bata
"A-abeang kanja'na a-aalai ja'na"
Tiba-tiba ibu Hani mengeraskan suaranya
"Jina!! Itu kalimat buruk Jina!! Darimana kamu melihat kalimat itu"
"Aku melihatnya disebuah buku yang aku temukan bu"
"Kamu simpan buku itu jangan baca buku itu, besok kamu temui saya dan bawa buku yang kamu baca itu"
__ADS_1
Aku mulai merasa tidak enak dengan mendengar respon Ibu Nana, dia terdengar sangat ketakutan mendegar kalimat yang aku ucapkan,aku lalu menutup dan menyimpan buku itu didalam lemariku seperti apa yang Ibu Nana katakan.