Misteri Buku Pudara

Misteri Buku Pudara
Petunjuk Yang Terlupakan


__ADS_3

Aroma kayu putih yang sangat wangi terasa menyentuh hidungku, yang membuatku perlahan sadar dari pingsan.


"Huaaa Jina.....!!! Hiks hiks, kamu kenapa tiba-tiba pingsan sih?! Ah aku takut"


Feni menangis sambil memelukku dengan ceramahan yang tidak henti.


Aku sama sekali tidak mengingat apa yang sudah terjadi kepadaku setelah aku tersungkur jatuh kelantai. Aku bangun-bangun sudah berada di uks perpustakaan ini.


Saat aku terbangun, Dani juga tidak terlihat di sekitar ruangan uks, aku lalu menanyakan kepada Feni dimana Dani berada saat ini.


"Fen..., Dani lagi dimana?"


"Dia masih ada didalam perpustakaan Jina, dia cuman nitipin minyak kayu putih ini, lalu menuju kembali ke rak buku tempat kita tadi"


Mungkin Dani lagi mencari sesuatu yang menurutnya penting dan harus didapatkan hari ini, tapi aku masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi kepadaku sesaat sebelum aku pingsan.


Aku lalu bertanya kepada Feni tentang hal itu....,


"Feni..., sesaat sebelum aku pingsan, seingatku, aku meneriakkan sesuatu! Apa kamu juga dengar?"


"Aku dengar Jina! Cuman aku dan Dani saat ingin menuju ketempatmu, kamu sama sekali nggak ada disitu, aku dan Dani berputar di sekitar tempat mu duduk tapi kami tidak bisa melihatmu, tapi bisa mendengar suaramu"


"Aneh banget yah...., karena sepertinya saat itu aku memang tidak melihat siapapun lewat di sekitar tempatku berdiri saat aku berteriak, suasana ruangan nya juga berubah menjadi sangat gelap"


Lalu Feni bertanya lagi kepadaku


"Memangnya kamu berteriak karena apa? Dan kamu meneriakkan apa?"


Aku termenung sejenak mengingat detik-detik wanita itu menampakkan wajah nya didepan wajahku, karena sungguh! Mungkin tidak ada orang yang akan sanggup bertahan melihat wajah seram dari wanita tersebut.


Setelah kembali sadar dari lamunan ku, aku lalu menjawab pertanyaan Feni.


"Anu Fen.... Aku melihat seorang wanita membawa lilin di ujung rak buku di tempatku membaca tadi!"


Feni pun memegang kedua lenganku dan berteriak.


"Ha?!!! Jangan bilang itu Parakang yang mengejar kita?"


"Bukan Feni, ini sepertinya bukan dia, karena ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan wanita itu."


Aku sedikit bergeser mendekat kearah Feni sambil meminum minuman yang sudah disediakannya.


"Begini, wanita ini pertama kali aku lihat di dalam hutan Jompie saat menemukan buku Pudara yang dipegang Dani saat ini, kedatangan wanita ini selalu dengan membawa lilin di tangannya!"


"Memangnya dia siapa yah? Apa dia ada kaitannya dengan hilangnya Sam? Ataukah dia ada sangkut pautnya dengan benda-benda yang kita miliki saat ini?"


Saat Feni mengatakan itu, tiba-tiba di pikiranku terlintas sesuatu!


"Begini aku tidak yakin apakah dua orang ini sama! Tapi, saat kamu tampil di atas panggung untuk menari, aku melihat satu personil yang memakai baju bodo berwarna hitam. Aku awalnya berpikir itu koreografi tambahan mu tapi setelah melihat wanita yang membawa lilin tadi, mungkin memiliki suatu hal atau keterkaitan dengan wanita penari itu"

__ADS_1


Feni pun syok dan mengatakan!


"Jina! Kami tidak memiliki personil yang memakai baju bodo berwarna hitam, kami cuman ada berenam dan semuanya memakai baju berwarna hijau!!"


"Aku tau!.. Dan juga, aku melihat di buku yang aku baca tadi, bahwa ada seorang Dewi Kegelapan yang disebut dengan nama Dewi Gayatri. Dia memikiki ciri-ciri memakai baju bodo berwarna hitam seperti yang aku lihat di atas panggung. Tapi, anehnya wanita yang membawa lilin ini memakai baju bodo berwarna merah! Ini yang membuatku ragu bahwa dua orang ini adalah orang yang berbeda"


Setelah mendengar cerita ku, Feni lalu berbicara.


"Saat aku membaca buku yang diberikan Dani, aku mendapatkan sebuah petunjuk yang sangat kuat untuk menemukan Sam."


Feni kali ini seperti orang yang sangat berbeda, dia berbicara sangat lembut dan tenang. Tapi mengesampingkan hal itu, aku kemudian bertanya tentang petunjuk apa yang telah ia dapatkan.


"Memangnya petunjuk apa itu?"


"Tempat ritual sembahyang orang suku Bugis di zaman dahulu, dan juga ritual apa saja yang dilakukan untuk meminta doa. Katanya setelah melakukan hal itu, kita bisa meminta kepada penjaga tempat itu untuk menunjukkan dimana orang yang kita cari berada"


Terdengar sedikit tidak asing, saat aku kecil, aku pernah melihat sekelompok orang yang masih menganut kepercayaan suku Bugis di masa lampau.


Mereka membawa seekor kambing, sesajen, dan juga dupa untuk dibawa kedalam hutan Jompie, tapi aku tidak pernah melihat langsung dikakukannya ritual tersebut.


Setelah berbincang tentang apa yang telah terjadi saat itu, dan temuan kami berdua dari buku yang kami baca, kami pun memutuskan kembali bertemu dengan Dani ke lantai dua di rak buku 143.


Sesampainya kami disana, kami tidak melihat tanda-tanda dari keberadaan Dani,


"Dani.... Dani.... Oh Dani.... Kamu dimana?"


Tapi dilantai dua ini sepertinya sangat jarang orang datang untuk membaca dan keadaan saat kami disini sangat sepi bahkan tidak ada orang yang terlihat di ruangan ini.


Aku dan Feni berputar kesana dan kemari mencari Dani menghilang entah kemana, lalu aku berpikir mungkinkah Dani saat ini sedang ada di wc?.


Aku memberitahu Feni untuk ikut bersamaku mengecek wc yang berada di sudut ruangan,


"Ayo Fen kita cek wc, siapa tahu Dani ada disitu"


Aku dan Feni pun berjalan menuju ke wc, tetapi semakin kami mendekat ke arah wc! Semakin redup pencahayaan yang kami dapatkan.


Langkah demi langkah kami lakukan, tiba tiba saja ada suara benda yang terjatuh di sebelah kanan kami. Kami berdua pun dengan spontan menoleh kearah sumber suara itu terdengar.


Dan ternyata....!! Itu Dani.


"Ah Dani, bikin kaget aja!! Kami sedang nyariin kamu! Dan ternyata kamu disini"


"Hahaha... Kaget yah?... Hahaha"


Dani terlihat sangat senang melihat kami kaget setengah mati. Yah lagi-lagi Feni kembali menyubit lengan Dani sambil mengoceh panjang lebar.


"Lain kali jangan gitu!! Kami lagi syok yah, selama beberapa waktu ini kami udah ngalamin beberapa hal aneh!!"


"Aw aw.... Sakit Fen! Iya nggak lagi deh"

__ADS_1


Dani memang anaknya suka jahil, dia juga bisa menjadi sangat brutal jika Sam bersamanya.


Aku masih ingat, suatu ketika disaat aku masih kelas sepuluh, mereka berdua bolos ke kantin yang berada di belakang sekolah, lalu mereka ternyata ketahuan dan dikejar oleh Pak Fadil! Hahaha sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.


Hmmm.... Lagi-lagi Sam... Oke baik mari kita lanjut, kita tidak boleh membuang-buang waktu yang ada, akupun menanyakan kepada Dani apa saja yang telah ia temukan.


"Eh, ngomong-ngomong, kamu udah nemuin petunjuk tentang buku itu nggak?"


Dani lalu berbalik dan berjalan menuju tempat dia membaca tadi,


"Sini kalian berdua, ikuti aku!"


Aku dan Feni pun berjalan di belakang Dani, sesampainya kami disana, aku melihat ada beberapa lembaran yang salah satunya berisikan gambar-gambar aneh.


"Ih itu gambar apaan Dani?! Itu manusia?"


Ucap Feni dengan nada bingung bercampur takut


"Inilah lembaran yang aku cari selama ini, sepertinya memang benar, dari gambar ini menjelaskan tentang teror di masa lampau seperti yang kalian ceritakan dari cerita Tante Siti"


Aku lalu menyela pembicaraan Dani


"Tunggu sebentar, kisah yang kamu maksud itu juga tertulis di buku yang kamu kasi ke aku"


"Ha serius?"


Jawab Dani


Feni pun menambahkan petunjuk yang ia dapatkan dari buku yang telah dia,


"Selain tempat sembahyang dan ritual untuk melakukannya, aku juga melihat di buku yang aku baca, tertuliskan cerita masa lalu dari raja dan ratu dari kerajaan Parepare."


Feni mengambil kursi yang ada didepannya dan melanjutkan penjelasannya,


"Jadi dahulu kala, ada seorang Raja dan Ratu yang memiliki seorang putri yang sangat cantik, dia sangat dicintai oleh rakyat nya. Tetapi, pada suatu ketika! Putri ini mengalami sakit keras, dia memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya, dan dalam waktu satu minggu, dia pun meninggal!!"


Aku pun bertanya kepada Feni tentang apa yang telah ia jelaskan


"Apa kamu tau penyebab putri itu sakit? Maksudku pada zaman itu penyakitnya dinamakan apa?"


Feni pun menjawab


"Kalau nggak salah, aku membaca bahwa penyebab penyakit putri itu karena kutukan dari Dewi Gayatri"


Seperti dugaanku, Putri ini meninggal karena kutukan dari Dewi Gayatri. Feni kembali melanjutkan penjelasannya,


"Raja yang sangat sakit hati terhadap kelakukan Dewi Gayatri membuatnya bersumpah kalau putrinya akan membalaskan dendamnya, Rajapun mengambil arwah Putrinya lalu mengikatnya di sebuah kuil yang ada di kerajaannya"


Aku lalu berpikir tempat inilah yang harus kita cari tahu keberadaannya, mungkin saja disana ada petunjuk selanjutnya untuk kami temukan agar bisa mengetahui keberadaan Sam.

__ADS_1


__ADS_2