Misteri Cinta Remaja

Misteri Cinta Remaja
Arti Sahabat


__ADS_3

Keesokan hari nya Edgar tidak masuk sekolah. Menurut sahabatnya yaitu Ridwan, kemaren Edgar setelah menerima telepon langsung pulang tergesa-gesa.


Biasanya pagi-pagi sekali Edgar suka menelpon Salsa sebelum berangkat ke sekolah tapi hari ini tidak ada kabar sama sekali. Bahkan untuk satu pesan pun tidak ada. Itu membuat Salsa khawatir dan berpikiran aneh-aneh.


Semoga tidak terjadi apa-apa sama Edgar, kenapa aku merasa khawatir? ya tuhan lindungi orang yang aku sayang.


Salsa merasa gelisah sebenarnya Edgar kemana tidak ada kabar sama sekali. Ia menelpon ke telpon rumah Edgar.


Tut...tut...tut...


Teleponnya tersambung, tapi ko gak ada yang angkat? Ayolah sayang angkat terus. Gumam Salsa gelisah dan mengeluh.


Tiba-tiba ....


"Hallo,"


"Hallo, maaf ini siapa ya?" sahut Salsa merasa heran karna yang menerima telponnya seorang perempuan.


"Maaf mba, saya Asisten rumah tangga. Ada apa ya mba?"


"Oh iya maaf bi, kalau Edgarnya ada?"


"Emang mba belum tahu? Tuan Edgar sedang berada di rumah sakit,"


"Apa bi, Edgar ada di rumah saki. Ia kenapa bi? Edgar baik-baik saja kan?" tanya Salsa mulai khawatir dan menitikkan air mata yang jatuh di pipi nya.

__ADS_1


"Tuan Edgar ... mmmm...." jawab asisten itu ragu.


"Edgar kenapa bi, Ada apa dengan Edgar?" tanya Salsa hatinya mulai gundah dan gelisah.


"Kemarin sewaktu menuju perjalanan pulang tuan Edgar mengalami kecelakaan dan sekarang sedang kritis di rumah sakit." jawab asisten itu dengan nada sayu.


Seketika mendengar hal itu serasa bagai di hantam oleh ribuan pisau. Salsa menjatuhkan teleponnya, ia menangis dan tak sadarkan diri.


"Ya tuhan pak, anak kita," sahut bu Meila panik ketika melihat Salsa tergeletak di teras rumah.


"Ada apa bu?" Sontak Pak Romi kaget.


"Ya tuhan, kenapa dengan Salsa bu?"


"Ibu tidak tahu pak. Tiba-tiba Salsa sudah pingsan," sahut bu Meila.


"Sayang kamu kenapa nak, ada apa dengan Edgar?" tanya Bu Meila cemas.


Salsa tidak menjawab, ia hanya menangis. Bu Meila mencoba untuk menenangkannya sedangkan pak Romi menelepon wali kelas Salsa, bahwa hari ini Salsa tidak masuk sekolah.


***


Sementara Hazrina, Vini dan Lia sudah berkumpul di meja. Mereka mencari tahu kenapa Salsa tidak masuk sekolah. Mereka mencoba menghubungi Edgar untuk menanyakan keadaan Salsa tetapi tidak tersambung dengan Edgar. Mereka memutuskan untuk ke rumah Salsa setelah pulang sekolah.


Kebetulan karena hari ini sedang sibuk persiapan menuju lomba lintas alam dan harus mengisi beberapa data jadi siang hari sekolah sudah dibubarkan.

__ADS_1


Hazrina, Vini dan Lia bergegas menuju rumah Salsa. Beberapa menit berlalu akhirnya sampai di rumah Salsa.


"Assalammualaikum," serempak Hazrina, Vini dan Lia.


"Waalaikumsalam," sahut Davin membukakan pintu.


"Hey adik manis, kamu tampan sekali," sahut Hazrina.


"Iisshh ... kamu Hazrin," sahut Lia mencubit lengan Hazrina.


"Makasih kakak, kakak temennya kak Salsa ya?" tanya Davin polos.


"Iya de, kak Salsanya ada?" tanya Vini.


"Ada kak, kak Salsa lagi di kamar, tadi kakak pingsan terus pas bangun langsung nangis," sahut Davin bercerita dengan polos.


"Pingsan? terus sekarang bagaimana keadaannya de?" tanya Lia panik.


"Ayo kak lihat langsung saja, silahkan masuk!" sahut Davin.


Mereka langsung memasuki rumah dan mengikuti Davin menuju kamar Salsa.


"Salsa," sahut Hazrina, Vini dan Lia sebari berlari mendekat ke arah Salsa.


Mereka bertiga memeluk Salsa melihat keadaan Salsa dengan wajah pucat yang sedang melamun dan terus menangis. Mereka ingin bertanya tapi tidak berani karena melihat kondisi Salsa seketika niat itu diurungkan oleh ketiganya. Mereka akan bertanya setelah hati Salsa tenang dan ia siap untuk bercerita. Mereka bertiga terus memeluk Salsa.

__ADS_1


Ketika susah ataupun senang, sedih atau bahagia, suka maupun duka, Mereka akan selalu ada memberikan ketenangan, saling memberi semangat dan saling mengulurkan tangan untuk bangkit bersama dari keterpurukan. Itulah Sahabat.


__ADS_2