Misteri Cinta Remaja

Misteri Cinta Remaja
Konflik (3)


__ADS_3

Pagi yang kelam bagi Edgar,tidak ada kehidupan sama sekali. Tapi bukan berarti ia harus menyerah secepat itu untuk berhenti mencintai Salsa. Terbangun dari tidur,mendapati sebuah telpon dari Ridwan.


"Hallo Ed, gue ada berita bagus buat lo,"


"Yo bro, apa?" Edgar seketika duduk sigap.


"Gue sudah dapat rekaman Sonia, ini bisa jadi bukti untuk lo menjelaskan pada Salsa."


"Kerja bagus, sekarang gue ke rumah lo, thanks ya bro," sahutnya bersemangat.


Entah bagaimana caranya Ridwan bisa mendapatkan bukti itu, tapi tak terlalu dipertanyakan oleh Edgar, yang terpenting saat ini ia memiliki bukti untuk memperbaiki hubungannya dengan Salsa. Edgar bergegas mandi, setelah itu berpakaian, secepat mungkin mengambil kunci yang tergeletak di mejanya, berlalu menuju rumah Ridwan. Setelah ia mendapatkan apa yang di inginkannya tanpa basa-basi segera kembali melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Salsa.


Tepat di depan rumah Salsa. Edgar mengetuk pintu.


Tuk...tuk...tuk.


Pak Romi membukakan pintu mendapati Edgar dihadapannya.


"Ada apa anda kesini?"tanya pak Romi dengan tatapan tajam.


"Sa-saya mau bertemu dengan Salsa,om,"jawabnya gelagapan.

__ADS_1


"Salsa tidak ada di rumah," sahut pak Romi hendak menutup pintu kembali akan tetapi di tahan oleh Edgar.


"Ada apa lagi?"tanyanya.


"Salsa kemana om?apa dia baik-baik saja?" Lirihnya dengan nada khawatir.


"Hey, anak muda, anda mempertanyakan apa anak saya baik-baik saja? Apa anda tidak salah bicara? Setelah apa yang anda lakukan terhadap anak saya!!" ketus pak Romi berusaha menahan kesalnya.


"Saya hanya khawatir dengan Salsa om, izinkan saya bertemu dengannya. Saya ingin menjelaskan semuanya," ujarnya.


"Tapi sayang sekali anak muda, Salsa sudah saya pindahkan!" sahut pak Romi memilih menghindar daripada berurusan dengan anak ingusan, ia membanting pintu cukup keras.


Edgar terperanjat, ia menunduk menutupi kesedihannya dan berlalu meninggalkan rumah Salsa tetapi bukan berarti harus menyerah begitu saja. Ia tidak ingin kehilangan wanita yang dicintainya.


Sesulit inikah cobaan dalam sebuah hubungan?


Tanpa berpikir panjang, Edgar langsung melajukan motornya menuju rumah Vini. Sampainya disana ia menelpon Vini. Tak lama kemudian Vini muncul menghampiri Edgar.


"Ada apa Ed?" tanyanya heran.


"Vin, apa lo tahu Salsa pindah kemana?" tanya Edgar dengan raut wajah panik bercampur khawatir.

__ADS_1


"A-ak-aku tidak tahu Ed," jawabnya gelagapan seketika hendak pergi tetapi tangannya di tahan oleh Edgar.


"Lo pasti tahu kan dimana Salsa sekarang? Gue mohon vin, tolong kasih tahu dimana Salsa sekarang, gue mau jelasin semuanya sama dia." Sahutnya dengan nada menahan sedih.


Vini tak tega melihat Edgar yang tampak khawatir dan sedih tetapi di sisi lain ia juga sudah berjanji pada pak Romi untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang keberadaan Salsa termasuk Edgar. Entahlah saat ini Vini dilanda kebingungan. Harus memberitahu atau tidak?


Bagaimana ini? aku harus jawab apa? ya tuhan tolonglah. Gumamnya dalam hati.


Seketika ponsel Edgar berdering. Vini tersenyum karena ia tidak jadi berdosa untuk mengingkari janjinya pada pak Romi. Edgar berjalan menjauh dari Vini lalu mengangkat telponnya.


"iya ayah, aku lagi di rumah teman, apa? ayah pulang ko tidak bilang dulu sama Edgar? iya, sebentar lagi Edgar pulang."


hanya itu yang di dengar oleh Vini seketika menyelinap masuk ke dalam rumahnya.


Setelah selesai menelpon, Edgar kembali membalikkan tubuhnya tetapi tidak didapati Vini disana. Rupanya wanita itu berusaha menghindarinya.


Edgar menggeram kesal dan mengacak-ngacak rambut kepalanya. Siiaaall !


Edgar berusaha mengetuk pintu rumah Vini, tapi wanita itu tak kunjung membukakan pintu. Itu membuat jiwa emosinya kian membara, ia tidak ingin melukai siapa pun dan bergegas pergi menuju rumahnya. Ia bertekad akan mencari Salsa sendiri tanpa bantuan siapa pun.


Karena hati selalu berkata jujur dan tak pernah berdusta. Meski jarak memisahkan mereka berdua tapi percayalah hati akan selalu ada cara untuk mempersatukan kembali.

__ADS_1


Begitupun Edgar kini merasakan pahitnya cinta, ia berusaha mengikuti kata hatinya, karena ia yakin hati akan selalu menemukan cara yang terbaik.


__ADS_2