Misteri Di Rumah Kost

Misteri Di Rumah Kost
bab 1


__ADS_3

perkenalkan namaku Nadira, aku baru lulus dari SMA, awalnya aku tidak pernah ingin melanjutkan pendidikan ku, karena aku sadar betul dengan kemampuan akademis ku yang di bawah rata - rata, aku hanya ingin bekerja atau berjualan kecil - kecilan, tapi ayahku tidak mengizinkan, beliau ingin agar aku kuliah, jadilah aku disini, di sebuah universitas negeri, entah kenapa aku pun tidak tahu kenapa aku bisa lulus test ujian masuk.


dengan susah payah akhirnya aku mendapatkan kost dengan harga termurah, sebuah rumah berlantai dua, dengan kamar - kamar berjejer di samping dan atas, sementara ada rumah utama yang konon katanya adalah rumah pemilik, tapi lebih terlihat sebagai rumah tinggal. kamarku berada di lantai dua, di ujung jalan, aku tinggal berdua dengan teman ku semasa SMA, kami tidak sengaja bertemu saat masa orientasi mahasiswa baru.


rasanya lelah sekali habis membereskan kamar bersama Lidia teman sekamarku, walaupun ukuran kamarnya tidak terlalu besar, tapi cukup melelahkan juga.


" assalamualaikum...hai ... baru ya?"


sapa seorang wanita yang ku pastikan adalah penghuni di kost ini


" waalaikumsalam, iya mbak... perkenalkan mbak, saya Nadira, dan ini teman saya Lidia"


ujarku sambil memperkenalkan diri.


" nama mbak Ella, kamar mbak persis di bawah tangga, wah seneng deh ada temen cewek, soalnya disini rata - rata yang tinggal anak cowok" ujarnya lagi


" selamat istirahat ya, kalau ada apa - apa jangan sungkan ke kamar mbak aja" ujarnya lagi sambil pamit ke kamar nya.


" koq aku kayak gak suka ya sama mbak Ella" ujarku pada Lidia


" mulai deh... kita kan baru kenal.." ujar Lidia

__ADS_1


" gak tahu kenapa ya, aku tuh kalau pertama kali ketemu orang aja udah gak kena di hati, pasti aku gak bakal suka sama tuh orang, walaupun nantinya dia baik sama aku, dan bantuin aku" ujarku


" yah...kita liat aja ya gimana nanti sifat mbak Ella, yang pasti jangan terlalu kelihatan ya kalau kamu gak suka sama dia" ujar Lidia menasehati ku, dan ku balas dengan anggukan.


malam ini kami bersiap makan malam, aku sangat bersyukur punya teman sekamar seperti Lidia, orang nya gak banyak gaya, walaupun dia anak orang berada, tapi dia gak harus bermewah-mewah kalau masalah makanan, pas banget sama aku yang harus berhemat karena orang tua ku hanya mengirim uang pas - pas an setiap Minggu nya.


" eh lagi makan ya..." ujar mbak Ella yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar, kami memang sengaja membuka pintu kamar karena letak kamar kami yang berada di ujung lantai membuat kami bebas membuka pintu tanpa khawatir ada penghuni lain yang lewat.


" eh iya mbak, masuk mbak" ujar Lidia sekenanya


" wah, kayaknya enak ni masakan rumahan, udah lama banget gakakan masakan rumahan" ujar mbak Ella


aku pikir satu atau dua kali mbak Ella ke kamar kami dan kebetulan kami sedang makan, namun ku perhatikan sudah hampir satu Minggu ini dia makan di kamar kami, kalau makan bareng sih gak masalah, tapi dia selalu datang ke kamar saat kami sedang makan malam, dan ikut makan, malah terkadang dia yang menghabiskan makanan nya. lama kelamaan kami kesal juga.


selesai sholat isya aku dan Lidia langsung menyiapkan makanaan untuk makan malam kami, namun terdengar langkah kaki mendekati kamar, sudah pasti itu mbak Ella, dengan cepat kami memasukkan makanan kami ke dalam lemari pakaian, dan aku langsung mengambil posisi pura - pura tidur.


tok...tok...tok...


" adek... assalamualaikum...."


benar kan...itu suara mbak Ella..

__ADS_1


" waalaikumsalam mbak.." ujar Lidia sambil membuka pintu kamar.


" kok tumben udah gelap aja kamarnya dek?" tanya mbak Ella


" oh iya mbak, si Nadira udah tidur, mungkin kecapekan di kampus tadi, jadi habis isya tadi langsung tidur dia, gak apa ya mbak gak ngidupin lampu, soalnya Nadira kalau tidur lampu nya harus mati" ujar Lidia.


" oh gak apa dek, emang kalian gak makan dulu ya?" tanya mbak Ella lagi


" oh, sudah mbak, tadi habis Maghrib kami langsung makan, kenapa ya mbak?" tanya Lidia pura - pura gak tahu maksud kedatangan mbak Ella.


" eh enggak, mbak cuma mau nanya, ada sisa makanan gak ya?" tanya nya


" kalau makanan gak ada mbak,.." jawab Lidia


" wah nasinya juga dikit banget ini..." ujar mbak Ella sambil membuka magic com. Untung banget tadi sempet mindahin nasi ke tempat lain.


" gak apa deh nasi ini aja, mbak minta ya dek," ujar mbak Ella Tanpa menunggu persetujuan dari Lidia, mbak ella langsung mengambil piring, mengambil sisa nasi di magic com yang pastinya sudah sangat kering, lalu mengambil kecap, dan dia makan di kamar yang gelap.


setelah memastikan mbak Ella turun ke kamar nya, kami langsung mengambil makanan dan makan malam, sambil menahan tawa, kami kejam gak sih? tapi kalau dipikir-pikir gak apalah, sekalian buat pelajaran ke mbak Ella, biar gak seenaknya saja.


###

__ADS_1


__ADS_2