
" teman - teman, ibu cahaya minta tugas nya di kumpulkan malam ini juga, karena beliau besok cuti, dan akan keluar kota, jadi tugasnya selesai kan sekarang, nanti pas jalan pulang, langsung saya antar ke rumah nya" ujar heri si ketua kelas. jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, kami pun pindah dari ruang kelas, menuju kantin, karena tidak ingin bapak penjaga kampus jadi terlambat pulang karena harus menunggu kami.
dengan cahaya dari motor teman - teman yang lain, kami mengerjakan tugas dari ibu cahaya, bukan tugas yang mudah karena yang kami buat adalah laporan dari hasil praktikum kami di bengkel tadi, aku yang kebetulan agak lebih cepat mengerjakan, sehingga bisa membantu teman yang lain, di kelas aku termasuk mahasiswi yang agak lebih pandai dari teman - teman yang lain, dan aku tidak pelit ilmu, aku tidak pernah marah kalau ada yang mencontek hasil pekerjaan ku, termasuk saat ujian, asal mereka berusaha melihat nya sendiri. karena itulah aku memiliki banyak teman di kelas.
jam sembilan tugas kami pun selesai, kelas kami sangat kompak, kami saling menunggu sampai semua teman selesai membuat tugas, karena sudah malam pun teman yang membawa kendaraan, mengantar teman yang tidak membawa kendaraan yang satu arah, mengingat sudah malam takut tidak ada bus lagi.
aku pulang ke kostan di antar oleh Aris, Angga dan Dona, tiga sekawan dari kelas kami.
" Angga, aku turun di pinggir jembatan aja ya, nanti kamu bisa muter lagi ke jalan utama" ujar ku saat mobil Angga sudah masuk ke perumahan di dekat kostan ku. di ujung perumahan ada jembatan menuju kostan ku, tapi hanya bisa dilewati oleh motor, mobil tidak bisa masuk.
" dari jembatan masih jauh gak nad?" tanya Aris
" dari jembatan belok kiri, terus belok kanan, setelah melewati tiga rumah, baru nyampe di kostan ku" jawabku.
" nad, ini serius jembatan nya?" tanya Angga setelah sampai di jembatan dekat kostan ku.
" iya, emang kenapa?" tanyaku balik
" gelap banget, serius nih di seberang sana ada kehidupan?" tanya Angga lagi
" ya adalah Angga sayang, maklum lah mungkin orang - orang sini lagi menghemat listrik " jawabku
" kita anter aja Nadira ke kostan nya, sekalian biar kita tahu kostan nya dimana" ujar Dona, yang langsung di setujui oleh Angga dan Aris.
kami ber empat pun langsung berjalan ke jembatan setelah Angga memarkirkan mobilnya. saat menyebrangi jembatan masih aman, Aris dan Dona masih bercanda. saat kami belok ke kiri, Aris memainkan lampu handphone nya ke arah belakang,
__ADS_1
" wah..besar banget nih pohon " ujar Aris sambil menyoroti pohon dari atas ke bawah, namun Aris langsung berlari dan memegang tangan ku.
" nad...kenapa gak bilang..." ujar Aris ketakutan.
" bilang apa?" tanyaku tidak mengerti. Angga dan Dona juga saling pandang tidak mengerti.
" di bawah pohon besar itu ada kuburan.." ujar Aris sedikit berbisik.
" emang ada...kan cuma kuburan ris ..." ujarku
" serem kali nad..." ujar Aris. aku hanya tertawa mendengar Aris ketakutan.
" dah kita udah sampai..." ujarku
" ayo masuk.." ajakku.
" kenapa gelap banget nad?" tanya Aris
" kayaknya kakak yang tinggal disini belum pulang juga" jawabku
" jangan bilang kamu cuma tinggal berdua disini" ujar Aris. aku mengangguk saja.
" kayaknya nggak dulu deh nad, kita tunggu disini sampe kamu masuk dan nyalain lampu" ujar Aris.
" oke deh, aku masuk dulu ya, makasih udah nganterin sampe kostan" ujarku sambil membuka gerbang. setelah sampai di atas, dari jendela atas aku melambaikan tangan ke mereka, setelah melihat ku di atas, mereka bertiga langsung berlari. aku tertawa melihat mereka sambil langsung masuk ke kamar.
__ADS_1
" kita jangan berpencar, tetap berpegang tangan" ujar Aris pada Dona dan Angga
" iya ris... penakut amat sih..." ujar Dona.
" gimana gak takut, pemandangan nya kuburan, di bawah pohon besar, cuma satu lagi kuburan nya" ujar Aris.
" ya udah kalo nanti udah nyampe jembatan, jangan lihat ke arah pohon, fokus aja sama jembatan" ujar Angga
saat sedang berusaha fokus berjalan, Aris dan Angga terjatuh.
" hati - hati dong.." ujar Dona sambil membantu Aris dan Angga.
" jatuh kok barengan..." ujar Dona lagi
" kita kesandung Don..." ujar Aris
" kesandung apa?" ujar Dona sambil mengarahkan lampu handphone nya ke bawah.
" kuburan nya don..." ujar Aris...
" kita kesandung kuburan... kuburan nya pindah" ujar Aris . lalu dduuuaarrr.. suara petir sangat besar. tanpa menghitung sampai tiga, Aris , Angga dan Dona langsung berlari menuju mobil, beruntung tidak ada yang terjatuh di jembatan.
sementara itu aku yang sedang berada di kostan, saat mendengar suara petir langsung masuk ke bawah selimut, tadinya aku mau menunggu kabar sampai teman - temanku tiba di rumah masing-masing, tapi biarlah, besok saja aku tanyakan.
###
__ADS_1