
Aris, Angga dan Dona langsung berlari ke arah ku Ketika mereka sampai di kelas, sudah kuduga pasti mereka penasaran dengan kostan ku.
" nad, parah bener tahu gak..aku gak bisa tidur semaleman" ujar Aris
" aku juga, kepikiran aku tuh..kok bisa itu kuburan pindah.." ujar Dona.
" iya, kuburan nya kan harus nya di bawah pohon tuh, lah kenapa jadi pindah ke dekat jembatan, untung banget pas kesandung gak ke injek tuh kuburan" ujar Angga tak mau kalah, dengan semangat memotong omongan Aris dan Dona..
" waduh..satu - satu dong, kalo keroyokan gini, gimana aku mau jawab.." ujarku sambil tertawa.
" gini ya teman-teman sayang, jalan menuju kostan aku itu aman banget, dan gak ada tuh ceritanya kuburan bisa pindah, mungkin karena kalian itu udah kelewat capek, kita seharian di kampus, jadi pikiran nya kemana-mana " ujarku meyakinkan teman-teman ku.
" tapi kostan kamu? kelihatan nya serem banget loh..itu rumah tua kan?" ujar Aris lagi
" kalo rumah tua sih nggak ya, tapi kalo rumah tipe lama.. mungkin iya, kelihatan serem karena kakak yang tinggal disana juga belum pulang, makanya lampu nya belum ada yang di hidupkan, makanya gelap kan, tapi percaya deh sama aku, kostan nya aman, jadi jangan kapok ya maen ke kostan aku lagi" ujar ku berharap mereka tidak banyak mengajukan pertanyaan lagi.
__ADS_1
syukur lah dosen yang mengajar sudah masuk, sehingga mereka bubar dari meja ku, walaupun aku tahu pasti masih banyak yang ingin mereka tanyakan, tapi semoga saja mereka tidak akan penasaran, karena bagaimana pun, aku tidak mungkin menceritakan kejanggalan yang terjadi di dalam kostan ku, karena aku pribadi tidak mengalami nya, jadi aku tidak mungkin menceritakan apa yang tidak aku alami sendiri.
***
karena ada persiapan untuk sidang laporan akhir kakak tingkat, kegiatan di kampus di liburkan, aku sengaja tidak pulang ke rumah, karena setelah kakak tingkat sidang laporan akhir, aku pun akan ujian semester, jadi aku hanya ingin belajar, aku tidak mau nilai - nilai ku menurun, dan mengecewakan kedua orang tua ku.
saat sedang membaca buku di jendela luar, aku melihat ke arah tetangga sebelah, ada anak - anak bermain, baru kali ini aku melihat orang di sebelah, padahal sudah hampir dua tahun aku tinggal disini, kemudian pandangan ku bertemu dengan salah satu anak di sebelah, dia tersenyum ramah dan melambaikan tangan nya, aku pun membalas lambaian tangannya, lalu ibu nya melihat ke arah ku, dan tersenyum juga ke arah ku, karena tidak enak, aku pun langsung turun ke bawah menuju rumah nya.
" sore Tante... kenalin sy Nadira.." ujar ku memperkenalkan diri, sambil menjabat tangan nya. dan di sambut hangat olehnya.
" gak apa... kadang waktu nya kurang pas buat saling nyapa gini, oh ya...sy Maya, panggil mama aja...sama kayak anak - anak, anak saya tiga, nah ini yang ngelambai'in tangan ke kamu namanya Yaya, masih sekolah kelas 5 SD, ini yang bungsu namanya Dio, kelas 3 SD, nah tuh yang duduk manis sambil pegang handphone terus, namanya Ratih, sekarang kelas 3 SMP. " ujar Tante Maya panjang lebar.
" wah, Alhamdulillah ya ma, udah punya anak yang besar - besar, kalem semua lagi" ujarku.
" hahaha...ini sih kelihatan nya aja, kami ini jarang di rumah, karena papa nya anak - anak kerja nya jauh, jadi kalau dia kerja, kami ke rumah nenek nya, kalau dia libur, baru kami pulang, jadi jangan merasa bersalah ya kalau kita baru bisa kenal sekarang" ujar Tante Maya lagi.
__ADS_1
" iya ma.. oh ya sudah mau Maghrib, saya pulang dulu ya ma" ujar ku pamit.
" nanti malem di jemput Yaya ya...kita makan bareng di rumah mama" ujar Tante Maya.
" iya kak, nanti Yaya jemput sama Dio.. awas gak boleh nolak nih..dosa loh nolak rezeki " ujar Yaya .
" oke deh anak manis, kakak tunggu ya, makasih sebelumnya ya ma buat undangan nya" ujar ku
" iya nad..." jawab Tante Maya.
aku pun langsung berlari ke kostan karena adzan sudah terdengar.
saat aku menutup gerbang, pandangan ku tertuju pada seorang anak kecil di depan kostan ku, setelah menatapku, dia berjalan pergi masuk ke hutan di depan kostan ku.
###
__ADS_1