
tok ...tok..tok
tok..tok...tok...
aku dan Lidia yang sedang tidur terbangun oleh suara pintu yang di ketuk, reflek aku melirik jam di dinding, jam dua pagi. Lidia langsung bergegas membuka pintu.
" dek, maaf nih sebelumnya, nenek nya si Surya meninggal barusan, ayo temenin mbak ke bawah, ibu kost lagi nelpon ambulans. kami pun bergegas ke bawah, nenek sudah terbujur kaku, Kedua cucu nya menangis mencoba membangunkan si nenek, namun tidak bisa, tak lama kemudian ambulans datang dan membawa si nenek, walaupun perawat sudah bilang bahwa nenek sudah meninggal, tapi untuk memastikan penyebab nya, nenek harus di bawa ke rumah sakit dulu. ibu kost dan kak Levi ikut ke rumah sakit, sedangkan kami tetap di kostan menemani Surya dan Mia, cucu nek mijah. ya nama nenek Surya adalah mijah, suami nya sudah lama meninggal, ketika nek mijah masih mengandung anak pertama nya, dahulu hidupnya sangat berkecukupan, namun setelah anaknya menikah dan memiliki anak, anaknya sakit sakitan, hingga semua harta nek mijah habis terkuras untuk biaya pengobatan, namun si anak tetap meninggal dunia. sedangkan menantu nek mijah memutuskan untuk pergi merantau untuk mencari pekerjaan, karena itulah dia meniggalkan nek mijah bersama dua anaknya di kostan kami.
aku melihat Mia dan Surya, entah bagaimana nasib mereka berdua nanti, Surya masih menangis tersedu-sedu, anak sepuluh tahun itu yang selalu terlihat tegar, langsung luruh seketika, sedangkan Mia sudah sedikit tenang, aku pun mendekati Mia.
" Mia baik-baik saja?" tanyaku sambil menarik Mia ke pangkuanku, anak berumur 5 tahun itu hanya tersenyum. namun aku merasa senyum nya sangat berat.
" kalau Mia mau menangis kayak kakak Surya, gak apa nak, paling tidak bisa sedikit menghilangkan kesedihan" ujarku
" Mia tadi nangis karna nenek tadi gak mau bangun, tapi sekarang udah gak sedih lagi, karena nenek ada disini" ujar Mia sambil memainkan boneka nya. seketika aku merinding, mungkin arwah nenek mijah masih ada disini.
__ADS_1
" emang tadi sebelum nenek gak mau bangun, nenek ngapain? tidur ya?" tanyaku
" enggak, tadi kami udah tidur semua, terus karena kepanasan, Mia bangun, mau minta kipasin sama nenek, tapi nenek gak ada, terus Mia keluar kamar cari nenek, tapi nenek udah duduk di atas sumur, dan gak gerak, waktu Mia pegang nenek jatuh, terus Mia panggil kakak dan kak Yanto dan kak Levi yang bawa nenek ke kamar, kata mereka nenek tidur, tapi mata nenek gak merem"
aku dan Lidia saling pandang, kami melihat ke arah sumur yang di maksud Mia, sumur yang sudah tertutup oleh plat dan terkunci, entah apa yang terjadi.
" inalillahi wa innailaihi Roji'un, iya buk nanti saya siapkan anak - anak"
" dek, nek mijah meninggal.." ujar mbak Ella.
karena tidak ada keluarga, pihak rumah sakit langsung memutuskan untuk langsung menguburkan nek mijah. jadi Surya dan Mia di antar ke rumah sakit oleh kak Yanto agar bisa melihat pemakaman nenek nya.
setelah semua pergi, tinggal lah aku, Lidia dan mbak Ella, kami tidak ikut pergi karena memang tidak ada kendaraan. kami pun memutuskan untuk kembali ke kamar,
pagi jam tujuh, kak Levi dan yang lainnya sudah kembali ke kostan.
__ADS_1
" gimana kak? pemakamannya lancar?" tanyaku
" Alhamdulillah lancar dek, kakak mau ke kamar dulu ya, kakak ngantuk banget" ujar kak Levi sambil masuk ke kamar nya.
kami lihat di bawah mbak Ella sedang berbicara dengan kak Yanto, lalu memanggil aku dan Lidia ke bawah untuk membantu nya membereskan barang - barang nek mijah.
" Surya sama Mia gak tinggal disini lagi mbak?" tanya Lidia
" enggak dek, ibu mereka dalam perjalanan disini, seperti nya mereka akan langsung dibawa ibunya, mungkin nanti mereka akan mampir sebentar, karena barang nya juga hanya pakaian" jawab mbak Ella.
ketika selesai berberes, Surya, Mia dan seorang wanita yang kuyakini sebagai ibunya datang tanpa bicara banyak mereka pun berpamitan, ketika akan mengunci pintu gerbang, Mia berlari menghampiri ku,
" kak, Mia pergi dulu ya...Mia titip nenek..nenek masih dikamar tadi, nenek lagi nangis." lalu Mia kembali ke ibu nya.
aku kembali ke kamar sambil memikirkan perkataan Mia, ketika melewati kamar nek mijah, aku terkejut karena semua tanaman nek mijah mati semua dalam satu malam. tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke kamar ku.
__ADS_1
###