Misteri Di Rumah Kost

Misteri Di Rumah Kost
bab 6


__ADS_3

dua bulan berlalu tanpa ada kejadian yang mengerikan, namun satu persatu penghuni kost mulai meninggalkan kostan kami.


mulanya Budi, mahasiswa yang kamar nya persis di sebelah kamar nek mijah, lalu sebulan kemudian kak Yanto juga pindah, aku tidak tahu alasan mereka pindah, karena kalau di lihat masa kuliah mereka belum selesai, jadi di kostan besar berlantai dua itu tinggal aku, Lidia, kak Levi, kak Amri dan mbak Ella.


tahun ajaran baru pun di mulai, ku pikir kostan ku akan kembali ramai, namun ternyata walaupun sudah tahun ajaran baru, tidak ada satupun orang yang kost di tempat kami, padahal kalau kubandingkan, harga kost ku lebih murah di banding kost yang lain.


malam itu cerah, aku dan Lidia sedang berada di atas atap, sekedar menghilangkan penat, bercerita ringan tanpa arah, tanpa terasa waktu semakin malam.


" nad, masuk yuk... aku merinding nih" bisik Lidia.


lalu kami pun langsung masuk ke dalam kamar.


" nad, aku lihat sosok putih waktu mau turun ke kamar" ujar Lidia


" ah salah lihat kali kamu...pohon pisang tetangga sebelah kali.." ujar ku mencoba berpikir positif


" iya ya... mungkin juga, lagian baru jam sepuluh, makhluk - makhluk gitu belum keluar " ujar Lidia sambil tertawa.


***


" nad, besok pagi sebelum kuliah, aku mau maen ke kostan kamu ya" ujar Rani ketika kami sedang di kelas.


" boleh banget, sama siapa Rani?" tanya ku

__ADS_1


" paling sama Yetna.." jawab Rani lagi diiringi anggukan oleh Yetna.


keesokan harinya Rani dan Yetna ke kostan ku, aku menunggu mereka di jalan depan, karena gak mau nanti mereka tersesat, ketika baru mulai masuk gerbang kostan, Rani sudah terlihat pucat.


" waw...aura nya..." ujar Rani, walaupun sedikit berbisik, tapi masih terdengar oleh ku.


segera ku ajak mereka naik ke kamar ku, aku dan Yetna langsung masuk ke kamar, tapi Rani masih di tangga, entah apa yang dia lakukan disana. tak lama Rani menelepon ayahnya minta di jemput di kostan ku.


" kenapa minta jemput ran? kita kan mau bareng nanti ke kampus" tanya Yetna


" aku minta jemput mau pulang ke rumah, tolong izinin aku ya hari ini" jawab Rani.


setelah ayah Rani datang, Rani pun pulang, aku sengaja tidak banyak bertanya kepada Rani, biarlah nanti Rani sendiri yang bercerita kepadaku.


keesokan harinya Rani tidak masuk kuliah lagi, aku coba mengirim pesan tapi tidak ada balasan.


" kamu gak apa-apa ran?" tanyaku sambil melihat ke tubuh Rani kalau- kalau ada yang berubah.


" gak apa...santai..." jawab Rani sambil menggosok - gosok lenganku.


" terus kenapa waktu di kostan aku, kamu aneh banget?" tanya ku lagi


" gimana gak aneh... kostan kamu itu rame banget, baru masuk gerbang aja aura nya udah tajam banget, apalagi pas masuk, nah di tangga itu aku ketahan karna ada yang jahil. sebenarnya sih tidak terlalu mengganggu, tapi hati - hati sama yang di kamar mandi cowok, disitu yang agak ganggu " ujar Rani. aku mengangguk, memang di kostan ku ada dua kamar mandi, satu buat yang cewek, yang satunya buat yang cowok.

__ADS_1


" terus... hampir empat hari gak masuk kemaren kenapa?" tanyaku lagi


" ada yang ikut aku pulang ke rumah " ujar Rani


" setiap malam gangguin, kadang aku lagi tidur tahu - tahu dia muncul di sebelah aku, kadang di atas aku, kadang nindih aku sampe aku gak bisa nafas, jadinya aku gak pernah tidur, jadi gak sehat juga jadinya " ujar Rani


" terus sekarang si penunggu tangga masih di rumah kamu ran?" tanyaku


" enggak, udah di balikin ke kostan kamu lagi" ujarnya santai.


" kenapa balik ke kostan aku lagi ran? kenapa gak di buang ke tempat lain aja" ujarku.


" yah...kan tempat asalnya memang kostan kamu, mana bisa asal mindahin dia sesuka hati kita" ujar Rani.


" terus...kapan kamu nganter ke kostan aku ran?" tanya ku lagi


" aku naikin ojek" ujar Rani sambil memukul kepala ku.


" jangan marah dong ran, maklum aku orang awam...gak ngerti yang gituan..." ujarku meminta maaf sama Rani.


" yang jelas ..itu penunggu tangga sudah kembali ke tempat asalnya, kalau kamu tanya caranya gimana, jujur aku juga gak tahu, ayahku yang ngurus, ilmu aku belum sampe " jelas Rani.


" gak usah takut nad, kita sama - sama ciptaan Allah, hal kayak gitu percaya gak percaya... di percaya...jangan...gak percaya juga jangan menantang... berdoa aja sama Allah minta perlindungan, ibadah jangan lupa, insyaallah gak bakal ada apa- apa" ujar Rani mencoba menenangkan ku.

__ADS_1


perkataan Rani benar, sesama makhluk ciptaan Allah yang hidup berdampingan, paling tidak jangan saling mengganggu. aku pun tidak bertanya kepada Rani dimana saja posisi makhluk - makhluk itu, biarlah saja, aku hanya berdoa agar aku tidak akan melihat mereka, bahkan merasakan kehadiran mereka pun jangan sampe.


###


__ADS_2