Misteri Di Rumah Kost

Misteri Di Rumah Kost
bab 8


__ADS_3

aku dan lidia menikmati suasana malam di atas atap sambil menikmati lagu, suasana menghanyutkan membuat kami tidak sadar bahwa malam sudah semakin larut.


" waduh nad...jam dua belas nih" ujar Lidia ketika melihat ke handphone nya.


" waduh...masuk yuk..." ujarku sambil melompat ke kamar, disusul oleh Lidia.


ketika Lidia mau melompat ke kamar, dari lorong kamar kami dia melihat sesosok wanita yang sedang merangkak mencoba menangkap Lidia, akhirnya Lidia pun terjatuh. aku yang melihat Lidia terjatuh, langsung menolong Lidia.


" ya Allah lid, kenapa bisa jatuh.." aku membantu Lidia berdiri, namun Lidia langsung menarik tangan ku masuk ke kamar, menutup pintu dan menguncinya.


setelah masuk ke kamar, tubuh Lidia langsung ambruk ke lantai, badannya gemetaran dan berkeringat, aku langsung memberikan segelas air putih agar Lidia sedikit tenang.


" nad, di lorong ada sosok wanita, penampilan nya berantakan, wajahnya penuh darah, kuku tangan nya tajam - tajam, dia mau narik aku tadi, maka nya aku jatuh" ujar Lidia sambil mencoba mengatur nafas.

__ADS_1


" astaghfirullah lid, mungkin penglihatan kamu aja lid..." ujarku mencoba menenangkan Lidia.


" gak mungkin aku salah lihat nad, kejadian nya nyata banget" ujar Lidia.


" ya udah, nanti besok kita cerita lagi ya, sekarang kamu istirahat dulu, percaya sama aku ya, gak bakal ada apa - apa, insyaallah" ujarku .


" ya udah, tapi aku tidur sambil peluk kamu ya nad, aku takut banget" ujar Lidia langsung memeluk ku, aku pun mengangguk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh lidia.


sayup - sayup suara azan subuh terdengar, aku mencoba mengusir rasa kantukku, Lidia masih berada di pelukan ku, tidurnya terlihat nyenyak, aku mencoba bangun dengan hati - hati agar tidak membangunkan Lidia.


" lid...bangun dulu, badan kamu panas banget" ujarku sambil membangunkan badan Lidia. Lidia membuka matanya, aku langsung memberikan obat penurun panas kepada Lidia.


sudah dua hari ini badan Lidia panas, dia hanya bisa terbaring di tempat tidur, aku berencana memberi tahu orang tua Lidia, tapi Lidia melarang ku.

__ADS_1


ini malam ketiga Lidia sakit, Untung saja mbak Ella masih ada di kost an, jadi dia menemani ku menjaga Lidia, jam menunjukkan pukul dua belas malam, badan Lidia semakin panas, dia pun mengigau, kompresan, obat - obatan , tidak ada yang membantu menurunkan panas di tubuh Lidia, karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya aku pun menghubungi orang tua Lidia.


" gimana dek? bisa menghubungi orang tua Lidia?" tanya mbak Ella yang baru masuk kamar membawa air kompresan yang baru untuk Lidia


" sudah mbak, Alhamdulillah orang tua nya langsung kesini, kalau tidak ada halangan dua jam lagi mereka sampai" jawabku


ketika hampir jam empat pagi, ada suara mobil di bawah, mbak Ella langsung berlari turun ke bawah untuk membuka gerbang.


orang tua dan saudara Lidia langsung masuk ke kamar, setelah memastikan keadaan Lidia, mereka memutuskan untuk membawa Lidia ke rumah sakit, aku tidak banyak bercerita, aku hanya bilang bahwa Lidia demam tinggi sudah tiga malam ini. aku tidak mau berpikiran macam-macam, dan tidak mau bercerita macam-macam, takut salah.


" kami pergi dulu ya nad... kemungkinan nanti sudah dari rumah sakit, Lidia kami bawa dulu ke rumah ya " ujar ibu Lidia.


" baik Bu...hati - hati ya Bu, maaf Nadira gak bisa jaga Lidia" ujarku sambil Salim ke ibu Lidia.

__ADS_1


" nggak apa nad, namanya juga sakit, mau gimana lagi, makasih ya udah ngabarin " ujar ibu Lidia sambil memeluk ku sebelum akhirnya masuk ke mobil.


aku kembali ke kamar ku, aku naik ke atas atap, lalu melihat ke lorong kamar ku, kira - kira apa yang dilihat Lidia sampai membuat Lidia sakit parah seperti itu.


__ADS_2