Misteri Villa Seruni

Misteri Villa Seruni
Satu lagi akan tertangkap.


__ADS_3

"Pak Wir apa kabar? sudah divilla sekarang?" tanya Daren melalui saluran telepon mengontak pak Wir.


"Aduh pak..sudah tadi malam saya dikembalikan, saya kesini diantar sama mobil polisi"


"Baik pak saya kevilla sekarang ada sesuatu yang mau sampaikan..oya mana bu Thea?"


"Kemaren setau saya acara pemakaman pak Utha, hari ini belom kesini mungkin nanti sore dari Malang akan kesini"


"Siap..tunggu saya pak sebentar lagi sampe kevilla"


Daren meminjam kendaraan polsek Batu kemudian berangkat ke daerah Batu. Masih terngiang dikupingnya bagaimana penuturan Widia atas kejadian pembunuhan yang ia lakukan melalui media ular. Sungguh sebuah perbuatan yang nekad dan penuh tantangan.


Tidak lama kendaraan Daren sudah memasuki pekarangan villa. Setelah memarkirkan kendaraan Daren berjalan masuk, rupanya baru saja hujan..tanah jalan setapak menuju pintu masuk basah begitu juga dengan daun daun yang berserakanpun lengket satu dan lainnya.


Bismillah..bisiknya semoga pak Wir kuat menerima berita ini..ia memencet bel pintu.


"Eh masuk pak, saya baru bersih bersih sedikit dibelakang" ucap pak Wir.


Daren memegang pergelangan tangan pak Wir dan mengajaknya duduk dimeja makan. Pak Wir heran..ada apa ini? Selama ini pak Daren tidak pernah memegang tangannya.


"Pak..ada berita tidak bagus yang akan saya sampaikan..semoga bapak sabar dan kuat njjih"


"Loh..apa tho pak? Astagfirullah ada berita apa?" terdengar suara pak Wir gemetar, ia mencoba menyatukan jari jari tangan kanan kekiri tapi karena gemetaran jari jari itu tidak saling beradu.


"Pak..kemarin kami menangkap Widia, kami menduga dia salah satu aktor pembunuh pak Utha"


Pandangan mata pak Wir berkunang kunang..bibirnya bergetar kencang.


"Ya Allah! Ya gusti Allah..." ia menundukkan wajahnya dengan lemas.


"Ternyata sosok wanita yang kita cari itu adalah putrimu..Widia, dan saya juga yakin bapak mengetahuinya..." ucap Daren.


"Maafkan saya pak Daren"


"Namun saya mendapat pesan dari Widia kemarin ini dikamar interogasi yang katanya..selamatkan bapak saya..biar beliau bisa mengurus anak saya yang masih bayi..Saya berjanji meluluskan permintaannya pak., oleh karenanya hari ini saya membayar janji saya..bapak tidak akan saya tahan, mohon pembicaraan ini hanya untuk kita berdua bapak"


Seketika itu juga pak Wir jongkok bersimpuh dikaki Daren dan menangis. Sungguh menyedihkan melihat seorang laki laki tua menangis dikaki Daren. Ia tidak kuat melihat dan mengangkat tubuh pak Wir.


"Pak jangan bersedih..hadapi semua ini sebagai ujianmu pak" ucap Daren.


Pak Wir langsung mendekap tubuh Daren, ia mencium berkali kali tangan Daren.

__ADS_1


"Hari ini Widia akan tiba dikantor polisi Malang, mari kita kesana pak menemuinya"


Pak Wir menganggukkan kepalanya, ia menyeka tangis yang membasahi wajahnya.


"Bapak kunci semua jendela dan pintu sementar bapak lakukan itu saya akan call bu Thea"


Dengan langkah gontai pak Wir bergerak mengunci semua jemdela dan pintu villa.


...○○○○...


Sementara itu Luna yang ditahan di kantor polisi Jakarta Timur meminta untuk bertemu dengan Daren.


"Maaf buk pak Daren sudah keMalang hari ini membawa tahanan..ada yang bisa dibantu?"


"Temukan saya dengan pengacara sekarang..panggil dia kesini ada berita penting yang akan saya sampaikan"


"Baik buk..saya akan call pak pengacara"


Luna sudah bertekad ia tidak mau jatuh kejurang sendirian, ia harus menyeret orang orang yang ikut dalam konspirasi ini. Tapi ia harus berhati hati karena orang orang ini punya pengaruh dipemerintahan, mereka masih menjabat diposisi tinggi.


...○○○○...


Luna tergugah dari lamunannya, dengan sedikit merapihkan rambutnya dan membereskan baju ia bergegas kekamar interogasi.


"Halo..ya"


"Bu Luna ini saya Raharja, bagaimana buk?"


"Pak Raharja, saya akan memberitakan hal penting..tapi ini agak berbahaya, sebetulnya kasus ini bukan hanya saya saja yang terlibat..tapi ada seorang pejabat tinggi yang juga terlibat bahkan ia juga eksekutor pembunuh"


Beberapa saat tidak terdengar suara Raharja, pengacara Luna yang memang diminta mendampingi kasus pembunuhan ini.


"Maksud ibuk ada lagi orang lain selain ibuk dan Robi?"


"Iya pak, sebetulnya dia duluan yang mengajak saya bersama sama untuk membunuh Utha Kaihulu. Karena saya tidak berani melakukan sendiri maka saya suruh Robi melakukan eksekusi tapi orang ini sipejabat dan istrinya melakukan dengan tangan mereka sendiri!"


"Sebetulnya apa latar belakangnya sampai mereka melakukan pembunuhan?"


"Utha sebetulnya telah membuat janji dengan orang ini bahwa setengah dari setiap penghasilan jual kelapa sawit dan minyak kelapa dibagi dua antara Utha dan orang ini. Tapi sudah sepuluh kali shipment Utha tidak pernah memberikan bayaran, dia selalu janji saja tapi realitasnya tidak pernah terjadi"


"Siapakah sosok pejabat ini?"

__ADS_1


"Namanya Sumitro dan istrinya bernama Rini, Sumitro saat ini sekarang menjabat sebagai Wakil Dirjen pajak"


"Hah? Sumitro Kusumo? Itu kan publik figure..dia sering muncul ditelevisi karena punya koneksi dekat ke menteri perdagangan! Bahkan diisukan dia akan menjadi menteri perdagangan!"


"Iya betul pak..itulah orangnya, saya dia dan Utha adalah 3 serangkai dalam mengelola usaha kelapa sawit dan minyak kelapa..Jadi, Sumitro ini juga sudah memberikan modal sebesar hampir 2 miliar kepada Utha untuk belanja alat dan perluasan lahan"


"Tapi kenapa sampai kalian bunuh Utha?


"Dia sudah menyusahkan bisnis kita! wang saya banyak dipegang dia dan tidak pernah kembali..begitu juga dengan wang Sumitro..Daripada menyusahkan mending kita habisi saja dia..semua berjalan mulus dan tidak ada yang tau siapa pembunuhnya, kalau Robi tidak mabuk mabukan!"


"Buk..ini penting dan berbahaya sekali! Apakah ibu yakin mau menyeret orang ini?"


"Seret pak! Saya tidak mau ditahan sendirian! Sumitro juga harus masuk!"


"Oke. saya akan siapkan pernyataan dan akan laporkan kepolisi agar ia ditangkap secepat mungkin"


"Iya pak, terima kasih!"


Itulah saat terahir Luna membongkar semua kejadian. Hari itu juga Raharja melakukan jumpa pers dan memberitakan bahwa kliennya akan membeberkan semua jaringan bisnisnya sampai kepada sosok pembunuh lainnya yang ikut campur dalam kasus ini


...○○○○...


"Daren kamu liat breaking news di televisi?"


"Liat pak Roni! Gila ini! padahal saya tidak menyangka bahwa pak Sumitro terlibat, apalagi dia adalah seorang publik figure yang sangat terkenal di Jawa Timur dan Jakarta"


"Jadi..kita sudah memegang Luna dan Robi yang membunuh Utha dengan memukul perut dan leher, kita juga mempunyai Widia yang membunuh Utha dengan ularnya dan sekarang kita akan mendapatkan Sumitro yang entah bagaimana caranya dia membunuh Utha"


"Betul pak..hanya tinggal satu lagi mungkin yang sampai saat ini masih menjadi misteri...Siapakah sosok yang menculik Widia dan akan membakar villa Seruni? Apakah dia juga salah satu tamu dimalam itu?"


"Hmm..menarik sekali kasus ini, saya belum pernah dapat kasus dimana korban mempunyai begitu banyak musuh dalam selimut"


"Sama dengan saya pak..ya semoga saja kita bisa menemukan siapa dalang dibelakang penculikan itu"


"Baik Daren..kalo begitu besok harus menemui Luna tanyakan tentang Sumitro selengkapnya"


"Siap pak!"


Setelah berhenti bicara, Daren termanggu manggu sendirian..ternyata Utha memang benar benar mempunyai banyak musuh..kasian Thea.


...■■■■■...

__ADS_1


__ADS_2