
Selesailah sudah semua laporan dan dokumen pendukung. Pihak kepolisian telah melimpahkan semuanya kepada pihak kejaksaan. Dan pengadilanpun akan ditetapkan minggu depan dihadapan majelis hakim.
Masing masing telah mempersiapkan pengacaranya. Khusus untuk Widia, Daren telah memperkenalkan ibu Sofia seorang pengacara kondang yang biasa mengurus masalah pembunuhan.
"Terima kasih pak Daren..paling tidak bapak telah membantu saya dengan memperkenalkan pengacara dalam membela kasus saya ini" ucap Widia disuatu pagi.
"Tidak apa apa Widia, saya hanya ingin membantu sedikit kasus yang kau hadapi ini..ceritakan semua secara rinci kepada bu Sofia agar dia bisa membantumu"
Selama 2 hari berturut turut ibu Sofia melakukan marathon tanya jawab dengan Widia. Disana, sekali kali pak Wir juga ikut membantu memberikan masukan kepada pengacara itu.
...○○○○...
Hari senin jam 10 pagi dimulailah pengadilan terhadap Widia, Luna, pak Sumitro dan istrinya beserta Robi. Ini merupakan kasus terbesar yang pernah ada. Dimana adanya beberapa pembunuh melakukan pembunuhan pada saat yang hampir bersamaan.
Media online dan semua stasion televisi beramai ramai mengungkap kisah tragis pembunuhan Utha Kaihulu. Santapan hangat bagi netizen tentunya.
Sidang pagi itu menampilkan Luna disusul Robi pada sore harinya. Ruang sidang itu membludak hingga sampai keluar ruangan..Semua orang ingin melihat dari dekat sosok seorang Karateka ternama yang menurut jaksa penuntut ia telah membunuh korban dengan pukulan pukulannya yang mematikan.
Majelis hakim, Jakas penuntut maupun para pengacara dan juga hadirin yang hadir dalam persidangan tidak mengetahui bahwa sepasang mata sedang ikut memperhatikan jalannya sidang.
Diantara kerumunan orang disana, hadir seorang priya muda. Ia mengenakan baju hitam dan celana hitam ditangannya memegang sebuah ponsel dan terus menerus mengambil video perjalanan sidang pagi itu.
Luna sebagai tersangka seorang perencana pembunuhan dicecar terus menerus oleh hakim dan juga jaksa penuntut tentang hal ihwal mulai dari awal hingga tewasnya Utha Kaihulu.
Begitu juga dengan Robi, ia menerima bertubi tubi pertanyaan yang memojokkan perbuatannya.
Laki laki muda yang terus memantau sidang, diahir acara persidangan hari itu ia mengirimkan sebuah pesan whatsapp kepada seseorang.
"Pak, sidang berjalan lancar..Luna dan Robi sudah mulai mengatakan sebabnya ia membunuh" tulisnya.
"Bagus! pantau terus dan laporkan segera!"
Daren yang ikut dalam persidangan sebagai saksi meminta seorang petugas polisi untuk merekam hadirin yang menonton oerjalanan sidang.
Ia yakin seseorang ikut datang menghadiri disana, masalahnya masih ada seseorang yang belum tertangkap. Seseorang yang telah menculik dan ingin membakar villa Seruni.
...○○○○...
Thea yang diajukan sebagai saksi hari itu nampak agak sedikit nervous. Ia melihat betapa garangbya para hakim dan jaksa dalam mengajukan pertanyaan.
__ADS_1
"Buk Thea anda terlihat pucat..apakah ibuk takut?" bisik Daren ketika mendekat ke Thea.
"Ya sedikit nervous saja..boleh tolong ambilkan sebotol aqua? sebelum saya dipanggil kedepan hakim?"
"Sebentar saya ambilkan..ibuk tenang ya tidak usah takut, saya ada disini"
"Baik pak, terima kasih"
...○○○○...
Laki laki yang dari tadi memantau persidangan keluar dari ruang sidang menuju kedekat kamar mandi umum.
"Pak..apakah rencana bapak akan tetap dilaksanakan?"
"Tetap..kamu jangan ragu! ketika Thea muncul langsung tembak dan lari kehalaman parkir. Mobil sudah kita siapkan"
"Posisi saya akan berdiri tidak jauh dari pintu masuk, ada 2 kendaraan polisi diluar tapi tidak ada pengemudinya. Dipintu gerbang ada pos penjaga saya liat ada 4 petugas jaga disana"
"Bagus! tidak masalah, pengemudi kita driver nomor satu dia akan menerobos pintu gerbang dan kalian akan lari menuju jalur tol..setelah itu berhenti didekat tol dan ganti kendaraan..Ingat kita akan ketemu lagi dekat tol Malang ke Surabaya, lokasinya warung bu Sakerah"
"Siap! saya sudah siapkan semuanya, mobil siap pak?"
"Saya laksanakan!"
Laki laki itu masuk kedalam kamar mandi umum dan memasuki sebuah kamar toilet langsung menguncinya dari dalam.
Ia mengeluarkan 2 pistol dan memeriksa keadaan pelurunya. Ada 6 butir dimasing masing senjata. Satu ia sisipkan dipinggang kanan dan satu dipinggang kiri.
Keringat dingin mengucur dari keningnya, ia merogoh sebuah sapu tangan dan mengelap kening dan wajahnya yang berkeringat.
Semoga aku berhasil dan berjalan mulus rencanaku ini. Bos sudah menjanjikan hadiah 1 milliar apabila sukses! itu yang ia pikirkan terus menerus sebagai penyemangatnya.
Ia masuk kembali kearah ruang sidang pas ketika majelis hakim memanggil saksi Thea Kaihulu.
Laki laki itu kini telah berdiri diantara para wartawan yang sibuk mengabadikan kedatangan Thea masuk keruang sidang. Tangan kanannya masuk kedalam baju dan memegang gagang pistol dipinggang kanan.
...○○○○...
Daren yang menyaksikan jalannya persidangan dari arah sudut ruangan memperhatikan semua yang hadir dideretan wartawan yang sedang sibuk mengambil foto dan video.
__ADS_1
Dari semua wartawan disana ia melihat seorang priya yang berdiri diantara wartawan memperhatikan jalannya sidang. Daren tertarik dengan orang itu, ia tidak menggunakan kamera ponsel ataupun kamera biasa layaknya seorang wartawan..tapi Daren juga melihat tangan kanannya berada dibalik bajunya.
Daren melihat Thea sudah siap memasuki ruang sidang, ia berpaling kearah priya itu lagi. Kalau Thea sudah mendekati kursi didepan majelis hakim makan jarak antara Thea dan orang itu kurang lebih 3 setengah meter. Jarak tembak yang sangat dekat!
Jantung Daren berdegup kencang!
...○○○○...
"Kita panggilkan saksi utama, Thea Kaihulu untuk masuk!" Terdengar suara panggilan.
Daren memperhatikan gerakan Thea memasuki ruangan sidang. Dengan cepat mata Daren juga mengalihkan pandangan kepada priya itu.
Loh..dia maju mendekat kearah Thea!
...○○○○...
Sementara itu seseorang sedang memperhatikan jalannya persidangan dilayar televisi nun jauh dipulau Sumatera.
Ia mengetuk ngetuk meja kaca disampingnya. Ia melihat sosok Thea memasuki ruangan..ingatannya menerawang ketahun lalu di bulan Desember ketika ia datang kekota Malang mencari Utha dalam keperluan hutang piutang.
Karena Utha tidak dirumah ia hanya ditemui Thea sang istri. Ia melihat sosok Thea yang cantik dan sexy itu. Semenjak pertemuan pertama dengan Thea ia sering main kerumah Utha dengan dalih menagih hutang, namun Utha selalu mengingkari janjinya.
Satu hari ia mendatangi Thea dan mengutarakan isi hatinya..ia naksir berat dan telah jatuh cinta kepada Thea!
Sudah tentu permintaan itu ditolak mentah mentah oleh Thea..Namun ia tidak putus asa, beberapa kali ia mengirim ungkapan cintanya kepada Thea lewat pesan whatsapp.
Suatu hari ia nekad, ketika mengetahui Utha sedang bisnis keluar kota dia mendatangi rumah Thea.
"Aduuuh..mau apa lagi anda kesini? Kan saya sudah bilang saya tidak akan mau dengan anda" ucap Thea.
Tanpa disangka, orang itu menyergap Thea, memeluknya dan berusaha memberikan ciuman kebibir Thea!
Thea berusaha melepaskan pelukan orang itu hingga pada satu kesempatan ia berhasil menendang dan menampar wajah orang itu.
"Pergi kau dari sini Larso! Keluar dan jangan kesini lagi!! Anjing kamu !!" teriak Thea.
Itulah yang dilakukan Thea dan pengusiran itu sungguh menyakitkan hatinya. Ia bersumpah dalam hati suatu saat akan membunuh Utha dan Thea...
...■■■■■...
__ADS_1