Misteri Villa Seruni

Misteri Villa Seruni
Tertangkapnya pengemudi mobil putih.


__ADS_3

"Haha kau hebat Daren! Sekarang sudah hampir komplit kasus yang kita tangani ini..tinggal Larso mengaku saja papa latar belakangnya"


"Betul pak Roni! Tapi saya pikir kasus ini kita bagi 2 saja. Satu pembunuhan yang dilakukan banyak orang dalam satu malam dan kasus ke 2 adalah penculikan dan pembunuhan seseorang..bagaimana menurut bapak?"


"Oh ya itu betul sekali saya juga berpikiran demikian..Ini khusus untuk Larso meskipun saya perkirakan dia ikut andil dalam pembunuhan tapi juga dia kita masukan dalam kasus lainnya..dia akan kena hukuman sangat berat!"


"Setuju bapak..doakan semoga saksi Thea bisa keluar dari maut pak, karena dia merupakan saksi utama..penting sekali dalam kasus ini"


"Setuju sekali..semoga dia cepat keluar karena dia nantinya yang mungkin akan mengungkap kenapa Dan apa kaitannya dengan Larso"


"Siap..pak saya ijin mau ketahanan polisi sebab kuasa hukumnya karanya akan hadir"


"Silahkan..seperti biasa update terus"


"Siap"


...○○○○...


2 kuasa hukum Larso telah datang dari kantor pengacara Lubis & partners. Mereka langsung meminta pertemuan tertutup dengan Larso.


"Halo pak Larso saya Rahman dan ini Derek Nainggolan kami diutus pak Lubis untuk mendampingi bapak"


"Terima kasih" jawab Larso.


"Pak, kami minta ceritakan sedetil mungkin kenapa sampai bapak ada disini"


"Saya terus terang tidak tau kenapa saya ditahan..memang saya kenal dengan almarhum Utha dan istrinya yang tertembak kemarin..Tapi saya tidak terlibat apa apa..bahkan sayapun hadir dalam pemakaman Utha"


"Baik, mulai saat ini bapak tidak menjawab pertanyaan polisi, kami selaku kuasa hukumlah yang akan menjawab"


"Ya..saya dari tadi tidak memberikan jawaban apa apa sampai kuasa hukum saya ada disini"


Rahman dan Derek mulai mendatakan semua hal pribadi Larso dan hubungannya dengan Itha Kaihulu.


"Pak Rahman boleh saya pinjam ponselnya, saya ingin call adik saya"


Rahman memberikan ponselnya dan Larso mengirimkan pesan pendek di whatsapp. Pesan itu sebetulnya ditujukan kepada Kadir. Isinya: "Ayam masih hidup, kasih makan lagi"


Saat yang bersamaan Daren yang baru saja masuk kekantor polisi tiba tiba mendapat telepon dari rumah sakit.


"Ya Halo bagaimana?"


"Pak..operasi sudah selesai, sukur Alhamdulillah pasien sudah berhasil diselamatkan. Namun karena kondisinya yang belom stabil pasien belom boleh menerima tamu..Saat ini keluarga pasien juga sudah disini menunggu"


"Baik terima kasih"


Alhamdulillah Thea selamat..terima kasih Tuhan! ucapnya dalam hati. Setelah ia parkirkan kendaraan ia langsung masuk kearah ruang interogasi, ketika itu Abdulah seorang petugas polisi mengatakan bahwa 2 orang kuasa hukum Larso telah hadir.


"Jangan temui dulu dengan Larso ya"

__ADS_1


"Pak..mereka sekarang sudah bersama Larso diruang interogasi"


"Loh..kenapa diberikan akses..waduh!"


Daren langsung bergerak kearah kamar interogasi. Disana ia melihat 2 pengacara berbicara serius dengan Larso.


"Maaf, saya Daren Bareskrim Surabaya saya yang mengepalai kasus ini..Bapak bapak saat ini tidak diperbolehkan bicara dengan pak Larso karena kami sedang melakukan interogasi" Ucap Daren agak kesal.


"Oh kenapa begitu? Dia kan punya hak untuk mengundang kami, dia ini belom menjadi tersangka lho.."


"Iya..tapi saat ini kami baru mau menanyakan sesuatu, jadi kalau sampai beliau ini belom apa apa sudah mengundang pengacara datang kesini, saya malah jadi curiga ada sesuatu yang terjadi"


Ke 2 pengacara saling pandang..


"Jadi menurut hemat saya..bapak bapak pulang saja dulu, biarkan kami menanyakan kepada pak Larso beberapa hal..Nanti setelah selesai, kami akan menghubungi bapak bapak untuk mendampinginya..tapi saat ini beliau disini hanya akan kami tanyakan dulu"


Para kuasa hukum tidak mau menerima penjelasan Daren, mereka tetap ingin mendampingi Larso. Perdebatanpun terjadi.


Ahirnya diputuskan bahwa Larso akan didampingi pengacara sementara Daren melakukan pertanyaan.


...○○○○...


"Dir! ada pesan dari pak Larso! Perempuan itu selamat! Wah gawat!"


"Waduh! terus apa kata pak Larso?"


"Dia suruh habiskan..tapi dimana dia dirawat?"


Temannya Kadir langsung membuka halaman YouTube diponselnya.


"Yes! dapet! Dia dibawa kerumah sakit Persada! Ayok kita kesana sekarang"


Kadir yang mengemudikan kendaraan langsung menuju kerumah sakit Persada dijalan Panji Suroso.


"Tadi sudah cek saldo, apa sudah masuk transferannya?"


"Dah..itu sudah beres"


...○○○○...


Setelah 2 jam Daren mencecar berbagai macam pertanyaan, ternyata hasilnya tidak ada yang kongkrit yang bisa dijadikan alasan polisi menahan Larso. Rahman dan Derek meminta kesediaan Daren untuk memulangkan Larso.


"Baik, pak Larso bisa pulang hari ini"


"Tidak usah takut pak Daren, apabila nanti diperlukan pak Larso pasti akan hadir kembali, kami jamin itu"


Dengan perasaan berat hati Daren harus melepaskan Larso, meskipun dalam hati kecil mengatakan bahwa Larso menyimpan sebuah rahasia.


Daren melihat kearah jam tangan, masih cukup waktu untuk kerumah sakit. Ia langsung menuju kearah mobil dan melarikannya kerumah sakit.

__ADS_1


...○○○○...


"Loh? itu mobil putih masuk kerumah Sakit?" Daren menggerutu ketika kendaraannya mendekati pekarangan rumah sakit.


"Halo..ini Daren tolong kirim unit penangkap ke rumah sakit Persada sekarang juga!" Daren menelpon kekantor polsek dengan suara tinggi.


"Kurang ajar! mereka disini juga!"


Ia menancapkan pedal gas dan ngebut kearah puntu masuk.


Daren melihat 2 orang laki laki turun dari mobil dan berjalan kearah pintu masuk.


Ia langsung mengeluarkan pistol dari pinggangnya. Mobil ia parkirkan tidak jauh dari kendaraan putih.


Ia sedikit berjongkok sembari menggenggam pistol dengan 2 tangan, ia arahkan lurus kedepan.


"Berhenti!! angkat tangan! Ini Polisi!!" teriaknya.


Keduanya kaget bukan main, mereka berhenti ditempat.


Beberapa ibu ibu yang ada disana berteriak dan berlari sembunyikan diri masing masing. 2 anak muda langsung mengeluarkan ponsel dan mengambil gambar video.


Salah satu dari dua orang yang baru saja keluar dari mobil putih tiba tiba menarik sepucuk pistol dari balik baju dan ia berputar hendak menembak kearah Daren.


Sekali tarik pelatuk pistol Daren meletus, peluru terbang dan tepat mengenai dada orang itu. Langsung saja ia tersungkur, pistol terlepas dari tangannya. Ia mengerang kesakitan..rupanya hujaman peluru tidak mengenai jantung tapi masuk kedada atas.


"Jangan bergerak atau mati!" teriak Daren sambil mengarahkan kepada seorang lagi yang berdiri tertegun disamping tubuh temannya yang kini tergeletak berlumuran darah.


Daren berdiri tetap mengarahkan pistolnya, ia melihat kearah pintu masuk disana ada 2 orang satpam penjaga pintu.


"Pak Satpam! Sini kamu!!" teriak Daren.


2 Satpam itu berlari mendekati Daren.


"Borgol orang itu dan kamu panggil suster suruh kesini! Cepat!"


"Baik pak!"


Tidak berapa lama satu unit penyergap tiba dilokasi. Mereka langsung membawa 1 orang kemarkas polisi.


"Pak..jangan campurkan dia dengan pak Larso, saya mau interogasi dia sendirian" ucap Daren kepada para polisi yang baru datang.


"Siap!"


Beberapa perawat rumah sakit mengangkat orang yang kena tembak langsung masuk kedalam ruang operasi.


"Wah gila! kaya dipilem!!" teriak seorang anak muda.


"Direkam tadi kan?"

__ADS_1


"Iya dong! aku mau jual ke stasiun televisi!"


...■■■■■...


__ADS_2