Misteri Villa Seruni

Misteri Villa Seruni
Daren mengungkapkan perasaannya.


__ADS_3

Daren menendang pintu interogasi dengan keras, pintu itu mental terkena tembok dibelakangnya. Saking kerasnya reserse Haris yang sedang menginterview seseorang loncat kebelakang.


Dengan penuh kemarahan Daren loncat kedepan dan merenggut kerah baju orang itu.


"Siapa namamu?! Siapa?!" Bentak Daren.


"Saya Rahim pak..Rahim nama saya" orang itu berkata dengan penuh ketakutan.


Daren mengeluarkan pistol dan ia menekan kedada orang yang bernama Rahim itu.


"Kamu tidak usah bertele tele dengan kami! Ceritakan semuanya secara jujur kalau tidak aku letuskan pistol ini, malam ini kau akan berangkat keneraka!" Teriak Daren.


Reserse yang sedang menginterview agak kecut melihat kemarahan Daren. Ia mundur selangkah.


"Jangan pak! Saya punya anak kecil..ampun pak!"


Daren tidak peduli dengan perkataan orang itu, tiba tiba melayangkan sebuah tinju kearah perut Rahim. Ia rubuh kelantai sambil memegang perutnya.


Daren mengeluarkan sebuah gunting dari sakunya yang memang sudah ia persiapkan. Dengan tenang ia mendekati orang yang bernama Rahim yang sedang memegang perutnya.


Daren mengangkat kerah baju Rahim dan mendudukan dikursi dengan kasar.


"Buka bajumu! Buka!" teriak Daren seperti kemasukan setan.


Rahim ketakutan, tubihnya bergetar dan keliatannya tanpa ia sadari ia telah ngompol dicelananya.


"Kau liat gunting ini, aku akan masukan kedadamu pelan pelan dan kukeluarkan jantungmu!"


"Jangan bapak! Saya akan ceritakan semuanya Jangan ya pak.." ucap Rahim meratap ketakutan.


"Ceritakan siapa yang suruh kamu membunuh orang dipengadilan itu dan apa tugasmu mendatangi rumah sakit?!"


Ia terdiam sesaat..Daren langsung merobek baju laki laki itu dan ia mengangkat guntingnya tinggi tinggi diarahkan kedada orang itu.


"Saya akan cerita pak! ampun pak! Bos saya bernama pak Larso pemilik motel Duma pak!"


"Bagus! cerita terus sebelum kesabaran saya hilang! Cepaat!!"


"Saya dan Kadir..Kadir orang yang bapak tembak tadi dirumah sakit tadi disuruh pak Larso mengejar saksi yang sedang dirawat dirumah sakit..Kita ditugasi menghabisi dia pak!"


"Berapa kalian dibayar?!"


"Kami terima 20 juta pak"


Daren menoleh kearah reserse yang masih berdiri gemetar diojok ruangan.

__ADS_1


"Anda mendengar semua pengakuan itu?" tanya Daren.


Reserse itu menganggukkan kepalanya.


"Suruh dia ulang semua yang ia ucapkan tadi dan kamu rekam suaranya..kita akan jadikan barang bukti dipengadilan untuk menjerat Larso. Saya akan kerumah sakit melihat keadaan saksi"


"Siap pak!"


Daren keluar ruangan, diwajahnya tersungging senyum kemenangan. Langsung keluar gedung menuju kendaraan dan melaju kearah rumah sakit Persada.


Ternyata hanya preman kampung..hehe aku pikir algojo..Baru aku gertak gitu sudah ngompol..hehe Pikir Daren, ia geli sendiri mengingat bagaimana orang sebesar dan sesangar itu bisa membasahi celananya sendiri.


...○○○○...


Ketika Daren sampai dirumah sakit, ia melihat sudah ada beberapa kendaraan polisi parkir disana. Seorang kepala reserse dari kota Malang menghampiri Daren.


"Pak ada kabar ga baik" ucap sang reserse.


"Gimana pak?"


"Orang bapak tembak tadi meninggal..tapi dia sempet bilang bahwa bosnya bernama Larso, Sujur Alhamdulillah saya sempet rekam jadi ada defile kita"


Daren berhenti berjalan dan menoleh kepada polisi itu.


"Bagus! karena temannya yang kita tahan juga bilang hal yang sama dan kalau dia meninggal tidak apa apa berarti kita punya bukti yang kuat menjerat siLarso bajingan itu"


"Saya sekarang mau jenguk saksi yang sudah keluar dari operasi..tolong urus orang yang meninggal itu"


...○○○○...


Daren melangkah masuk ke kamar ICU setelah mendapat persetujuan Tim dokter. Ia melihat Thea terbaring dua selang ditempelkan dilengan kanan dan kiri.


Ia mendekati dan mengambil kursi duduk disamping Thea. Dengan penuh kasih sayang ia menyentuh pergelangan tangan kiri Thea. Ia melihat kedua mata Thea tertutup rapat nampak agak sedikit bengkak.


"Thea..semoga kamu bisa mendengarkan aku. Aku mendoakan agar kamu pulih kembali, kalau kamu pulih dari operasi ini aku ingin mengajakmu jalan jalan" Bisik Daren didekat telinga Thea.


Tidak ada respon sama sekali dari Thea, bahkan nampaknya Dhea tertidur karena obat penenang yang dinsuntikkan kebadannya agar tidak terasa sakit.


Namun demikian Daren tetap menggenggam tangan Thea dan sekali kali mengelusnya.


Sepuluh menit Daren duduk disamping Thea..mungkin lebih baik ia biarkan Thea istirahat. Baru saja ia hendak berdiri tiba tiba ia merasakan tarikan dari tangan Thea yang masih ia genggam.


Daren menoleh kewajah Thea..ia melihat senyum keluar dari bibir Thea yang terlihat kering itu. Daren mengurungkan kepergiannya dan kembali duduk.


"Thea..kalau kamu sadar ada aku disampingmu, gerakkan tanganmu sekarang"

__ADS_1


Daren menunggu..tiba tiba ia merasakan sebuah remasan lemah ditangannya. Daren kaget dan mencium tangan Thea.


"Ya Tuhan! terima kasih.." kata Daren sambil mengelus tangan Thea.


"Aku tunggu disini jagain kamu ya" bisiknya.


Daren merasakan remasan tangan Thea lagi dan juga senyum kecil dibibir Thea.


"Kalau kamu sudah sembuh..aku mau ajak kamu kerestoran paling enak dan paling romantis. kamu mau ya?" tanya Daren.


Thea meremas tangan Daren lagi dan tersenyum.


...○○○○...


"Daren..kita dapat info dari pengadilan bahwa akan diadakan sidang pertama tanpa menghadirkan saksi utama..kamu diminta hadir" Daren mendengarkan berita dari bosnya di Surabaya.


"Baik pak saya akan keMalang hari ini"


"Bagaimana dengan ibu Thea?"


"Alhamdulillah semua berjalan baik meskipun masih belum sadar benar tapi membaik, berita lainnya seorang penembak telah meninggal dunia, rumah sakit Persada tidak bisa menolongnya"


"Tidak apa apa yang penting semua bukti sudah kamu pegang untuk menjerat Larso"


"Siap pak..saya mau mandi dan ganti baju setelah itu bersiap di pengadilan"


...○○○○...


Hari ini suasana pengadilan penuh sesak dengan wartawan dan pengunjung tapi kali ini orang tua Utha juga ikut hadir tambah membuat acara hari itu menarik.


Daren datang dengan mengenakan baju putih dan celana hitam. Setibanya ia disana semua wartawan mengerubungi dirinya bahkan stasiun televisipun mewawancarainya.


Sementara itu pak Sumitro dan istrinya Rini mulai akan disidangkan hari ini. Ia nampak lesu duduk didalam mobil tahanan bersama istrinya. Sebentar lagi kendaraan akan sampai digedung persidangan. Habis sudah karir hidupnya yang ia bangun dan banggakan.


Ketika mobil tahanan memasuki pekarangan gedung persidangan kembali seluruh wartawan media online dan televisi mengejar dan mengrubungi kendaraan itu.


"Pak Daren..liat, pak Sumitro datang" ucap Sujiwo yang berdiri disamping Daren.


"Kita perlu awasi setiap orang yang berada disini jangan sampai kecolongan lagi"


"Aman sekarang pak..kita ada banyak petugas lengkap dengan senjata laras panjang, juga dipos depan sudah ada penjaga juga lengkap persenjataannya. Diatas gedung kita oasang sniper juga"


"Bagus! ini merupakan sidang terhebat sepanjang masa"


"Bagaimana dengan saksi utama pak?"

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah selamat..mungkin beberapa bulan lagi sudah bisa ikut persidangan..tapi ini akan memakan waktu 1 tahun sampai semuanya selesai"


...■■■■■...


__ADS_2