Misteri Villa Seruni

Misteri Villa Seruni
Larso ditangkap.


__ADS_3

"Halo pak, kandang ayam sudah dibersihkan,sudah bersih dari kotoran" terdengar suara diponsel Larso.


Sudah tentu kandang ayam maksudnya adalah sipenembak Thea sedangkan arti sudah dibersihkan maksudnya sudah ditembak mati.


"Bagus! Saya bayar ayamnya sekarang, kalau pembayaran ayam sudah masuk saya dicall lagi"


"Baik terima kasih"


Larso menutup pembicaraan dan segera melakukan transfer wang kepada 2 orang eksekutor.


...○○○○...


Setelah mendapatkan laporan dari pihak ambulan, para dokter dan ahli bedah langsung melakukan operasi.


Dengan penuh rasa kekawatiran Daren duduk diruang tunggu, ia berdoa kepada Tuhan agar Thea diselamatkan dari kematian. Entah bagaimana perasaannya kepada Thea telah berubah, ia kini menjadi sayang dan cinta kepada Thea. Ia betharap Thea bisa kembali sembuh dan selamat dari kematian.


Ketika ia sedang menunggu operasi, Daren mendapat telepon dari salah satu anggota reskrim.


"Pak Daren, kami sudah dapat mengadentifikasi sosok penembak saksi"


"Oh gimana pak?"


"Orang ini tinggal diSurabaya namanya Kadir Suleiman..ternyata orang ini sering mondar mandir Surabaya Malang. Ia memang sudah dikenal didaerah Malang sebagai tukang pukul bayaran"


"Lalu apa hubungannya dengan ibu Thea?"


"Ini yang sedang kita selidiki..tapi, kalau melihat catatan hidupnya dia pernah beberapa kali bekerja sebagai kepala sekuriti motel Duma diMalang dan yang diSurabaya..masalahnya kalau saya tidak salah bapak pernah interview bos motel Duma namanya pak Larso"


Daren terkejut mendengar itu, ia ingat sekali nama Larso. Orangnya lemah lembut dan terlihat baik sekali. Apakah dia sebagai otak dari semua ini? Daren harus menunggu Thea sembuh dulu..


...○○○○...


"Pak..jangan kontak pemilik motel, saya akan kesana sendiri malam ini..coba saya cek sendiri" ucap Daren.


"Baik siap pak"


Daren mengatur siasat bagaimana caranya mendekati Larso, ia tidak mau berspekulasi..semuanya harus terukur.


Ia mendekati suster jaga..


"Mba, saya mau tugas dulu..ini nomor ponsel saya, apabila operasi selesai saya dicall ya..penting sekali saya mengetahui keadaan ibu Thea"


"Baik pak saya catat dulu nomornya"


Daren kemudian berjalan keluar dari rumah sakit..ia berpikir ini harus ada konektivitasnya..bagaimana caranya menemukan nya? tapi ia teringat CCTV gedung pengadilan. Ia mengontak kantor polisi menanyakan tentang itu.

__ADS_1


"Halo ini Daren, apakah rekaman CCTV gedung pengadilan sudah dibawa kekantor?"


"Sudah pak..kami sedang masukan kefile"


"Bagus..saya kesana sekarang"


Daren melarikan kendaraannya kekantor polisi..mungkin dengan video CCTV Daren bisa mendeteksi siapakah mereka.


...○○○○...


"Ini lho pak, kita sudah bisa melihat dengan jelas nomor plat mobil..silahkan diliat"


Daren memperhatikan mobil itu melaju kearah depan, Ketika jendela diturunkan ia bisa melihat sedikit wajah penembak dari dalam kendaraan.


Ia melihat seorang laki laki dengan wajah berewok dan kepala yang botak. Daren kemudian melihat nomor platnya..hmm nomor plat Surabaya, mereka orang Surabaya. Daren mencatat nomor itu dibuku nota kecilnya.


"Baik terima kasih.."


Daren keluar langsung menuju kelokasi motel Duma..entah apa yang akan ia lakukan disana, tapi ia mengemudikan kendaraannya kearah sana.


Thea..Thea sembuh ya, jangan give up..pikirnya sambil menuju kearah motel Duma.


Setelah setengah jam perjalanan ahirnya Daren sampai didekat motel Duma, ia menghentikan kendaraan dan memarkirkannya tidak jauh dari sana.


Dengan santai ia berjalan kearah sebuah warung kopi, memesan mie goreng dan ia minta segelas Coca Cola dingin.


...○○○○...


Ketika ia sibuk memikirkan hal hal itu tiba tiba matanya tertuju jepada sebuah mobil yang masuk pekarangan motel Duma.


Sebuah mobil berwarna putih dengan nomor plat Surabaya secara perlahan memasuki pekarangan, Daren langsung secara reflek mengeluarkan buku nota kecil. Ia mencocokkan nomor platnya. Waah itu dia kendaraan yang dipakai para eksekotor!


Daren terus memperhatikan gerak gerik orang orang yang didalam mobil. Entah bagaimana mereka belum juga keluar dari mobil itu, menunggu apa mereka?


Lewat 2 menit, Daren melihat dari jauh Larso keluar dari sebuah kantor kecil dan berjalan kearah kendaraan. Larso terlihat berbicara dengan seseorang didalam mobil.


Daren tidak bisa melihat siapakah orang yang didalam kendaraan. Namun disini jelas adanya hubungan antara Larso dan para eksekutor.


Ia langsung menelpon kekantor polisi meminta untuk dibuatkan surat penahanan. Ia juga meminta satu unit untuk segera datang ke motel Duma.


"Segera datang ya, saya tunggu disini! Jangan sampai orang ini kabur! Cepat pak!"


"Siap kami berangkat dengan surat penahanan!"


...○○○○...

__ADS_1


"Kalian kenapa kesini?" tanya Larso.


"Itu transfer wang belom beres, kenapa jumlahnya hanya setengah dari yang kita sepakati?" tanya orang yang berada didalam mobil.


"Lho ko bisa? kan saya sudah transfer semuanya! Saya sudah bilang kalau ada apa apa bicara di whatsapp jangan kesini!"


"Oke kadi kapan mau ditransfer?"


"Coba tunggu dulu..karena saya memang kirimnya dua kali, sudah kalian pergi dari sini..saya akan periksa kebank sekarang kenapa belum masuk.."


"Baik kami tunggu sampai hari ini, kabarkan kalo sudah beres transferannya"


Setelah mereka bicara mobil itupun pergi, Larso sempet melirik kekanan dan kekiri apakah ada yang melihat atau tidak.


Ia tidak sadar bahwa Daren mengintai dari seberang jalan raya didalam sebuah warung makan.


...○○○○...


Saat Larso sedang memberikan briefing kepada manager housekeeping ketika itulah sebuah mobil berisikan sekelompok anggota polisi mendatanginya dan tidak berapa lama kemudian masuk kendaraan Daren.


"Loh ada apa ini? Eh pak Daren ada apa ini?!" tanya Larso seperti kebingungan ia memberika. protes.


"Bapak Larso hari ini kami tangkap untuk pengusutan kasus kematian bapak Utha Kaihulu sekaligus penculikan dan oenembakan ibu Thea Kaihulu" ucap Daren dengan suara tegas.


Tanpa membuang waktu panjang tangan Larso diborgol dan dimasukan kedalam kendaraan van polisi.


Semua orang yang ada dimotel terkejut ketika melihat bos mereka ditahan polisi.


...○○○○...


Setibanya dikantor polisi Daren dan 2 anggota reskrim Malang melakukan berbagai macam pertanyaan dengan mengetengahkan video CCTV kendaraan putih yang ada didalam pekarangan pengadilan.


"Loh saya tidak kenal mereka! Kalau kebetulan mereka datang kemotel karena .ereka ingin menyewa kamar lain tidak!" ucap Larso mencoba memberi keterangan palsu.


"Bapak katakan tidak tau siapa mereka..tapi kita punya video lain yang memperlihatkan mereka sering kesini dan bahkan parkirkan mobil dimotel berjam jam" Ucap Daren berbohong, ia mencoba melihat bagaimana Larso bereaksi.


Ternyata benar Larso diam saja ketika Daren mengucapkan itu.


"Saya minta dipanggilkan pengacara saya, saya tidak akan memberikan jawaban yang nantinya akan dijadikan sangkaan" jawab Larso.


Daren terus mencoba menekan Larso dengan dakwaan dakwaan lain seperti polisi sudah menanyakan para pegawai motel bahwa sebenarnya kendaraan putih hampir setiap minggu diparkir dimotel.


Larso diam seribu bahasa tidak mau mengutarakan apa apa, sebelum oengacaranya datang.


Ahirnya Daren mengalah, ia menelpon pengacara Larso untuk datang.

__ADS_1


...■■■■■...


__ADS_2