Misteri Villa Seruni

Misteri Villa Seruni
Penyerahan kata cinta.


__ADS_3

Waktu berjalan cepat..Minggu demi minggu sidang berjalan dengan pengajuan pertanyaan hakim dan juga pihak jaksa penuntut umum. Namun demikian masing masing tersangka juga dibantu keterangan masing masing dari para kuasa hukum mereka.


Kini sudah hampir 9 bulan lamanya semenjak semua tersangka masuk dalam tahanan dan disidangkan. Kasus pembunuhan nampaknya sudah mulai agak terang.


Daren seperti biasanya setelah menghadiri persidangan ia akan mampir kerumah sakit menjenguk Thea.


Thea sudah jauh membaik dari luka luka tembaknya, tapi ia diharuskan memakai kirsi dorong kemanapun pergi dan masih dirawat dirumah sakit.


"Thea, gimana kabarmu hari ini?" tanya Daren.


"Ya sukurlah aku sudah lebih kuat dari beberapa hari yang lalu..tadi kesidang mas Daren?"


"Iya..keliatannya sudah mulai terang kasusnya..tinggal kasus Larso saja yang masih menunggu kesaksianmu" ucap Daren sambil mengelus tangan Thea.


"Mas..aku jadi teringat ucapanmu waktu aku masih tidak sadar dulu"


"Loh ga sadar ko inget hehe?"


"Antara sadar dan tidak aku mendengar suaramu..dan itulah yang membuatku semangat untuk hidup. Kamu tau mas..waktu itu sering kakek dan nenekku yang telah meninggal hadir dialam bawah sadar..mereka selalu mengajakku untuk ikut. Tapi aku selalu menolaknya, aku bilang ada seseorang yang menungguku didunia"


Ucap The sambil menoleh kearah Daren, ia memegang tangan Daren dan mengelusnya.


"Kenapa kamu menjadi begini keaku mas?"


"Aku..aku telah jatuh cinta padamu Thea, aku sadar bahwa kamu berhati jujur dan orangnya sangat baik hati..setelah kupikirkan dalam dalam aku meyakinkan diriku kaulah pendampingku..dan kita akan selamanya berdua"


"Kamu cinta aku mas? setulusnya?"


Daren geserkan dirinya, ia duduk sangat dekat dengan Thea.


"Setulus dan sesuci cintaku padamu Thea, aku sudah memohon pada Allah agar kita disatukan didunia dan bila nanti kita telah tiada..semoga kita dipertemukan lagi disurganya yang indah"


"Ya ampun mas..aku jadi terenyuh mendengarkannya..aku senang dan menerima cintamu padaku mas"


Daren mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman mesra dipipi Thea.


"Kamu sehatkan badanmu ya sayang..kalau sudah sembuh aku mau meminangmu!"


Thea tidak menjawab ia menundukkan wajahnya dan setitik air mata jatuh dipipinya.


"Kenapa kamu menitikkan air matamu?"

__ADS_1


"Aku..senengnya bukan main..setelah bertahun tahun aku hidup dineraka bersama Utha..ahirnya Tuhan memberikan aku seseorang yang baik hati..semoga kita langgeng mas"


"Aamiin..Insya Allah..Yuk kita masuk, aku dorongin kekamarmu, sudah mau magrib"


...○○○○...


Dipersidangan hari ini, majelis hakim mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum untuk mulai membacakan semua sebab musabab terbunuhnya Utha beserta tuntutannya.


Jaksa memulai pernyataannya bahwa dari jam 12.30 pada malam pesta anniversary Utha dan Thea.


Kejadian pertama adalah pada jam kurang lebih pukul 1 pagi ketika Widia melihat Utha masuk kekamar tidur karena mabuk, Widia yang menyiapkan seekor ular berbisa masuk kekamar dan mematukkan ular weling kedada Utha. Setelah Widia melihat Utha terhuyung huyung dan jatuh ia keluar kamar.


Kemudian beberapa menit kemudian masuklah Robi, saat itu Utha berusaha bangkit dan ketika ia bangkit itulah Robi melancarkan 2 pukulan telak. Satu pukulan mengenai uluhati dan satu pukulan kearah leher, ia melihat Utha jatuh terduruk dilantai dan iapun langsung keluar kamar.


Pada saat ia keluar dari jendela kamar masuklah Sumitro dan istrinya Rini yang memanjat keatas menggunakan tangga. Mereka melihat Utha sudah duduk dilantai dan tidak berdaya. Sumitro lah yang menyuntikan racun Sianida kedalam lehernya dan saat itu istrinya berperan sebagai pembantu. Ketika mereka melihat Utha tersungkur mereka langsung turun melewati tangga dijendela.


"Jadi sudah jelas disini adanya pembunuhan yang dilakukan beberapa orang dalam waktu yang berbeda beda namun semua dilakukan pada malam yang sama" ucap jaksa.


"Dan oleh karenanya kami memberikan tuntutan penjara selama 12 tahun kepada saudari Widia, Robi dan Sumantri juga 12 tahun kepada Rini" Demikianlah ahir pembacaan tuntutannya.


...○○○○...


"Bagus itu yang aku inginkan" ujar seorang laki laki bertubuh tambun disebuah kamar hotel. Ia tersenyum puas.


...○○○○...


Kini tepat bulan kesepuluh kondisi Thea sudah berangsur angsur jauh membaik. Thea juga sudah diperbolehkan berjalan biasa tanpa kursi roda. Meskipun demikian Tim dokter masih belum mengizinkan Thea melakukan oekerjaan apa apa hanya santai saja.


"Sayang..setelah tuntutan jaksa kepada Widia, pak Wiranto dan istri serta Robi dilakukan kita hanya tinggal menunggu hasil ahir pernyataan majelis hakim. Tapi persidangan Larso baru akan dimulai apabila kamu kuat melakukan perjalanan kesidang"


"Aku sudah kuat mas"


"Namun..motif dari Larso melakukan itu semua masih belum ketahuan..mungkin kamu bisa


ceritakan kepada saya kenapa latar belakangnya"


Thea mulai menceritakan dari awal kenapa Larso membencinya..ia juga ceritakan bagaimana Larso pernah ingin memperkosanya..Namun semuanya ia tolak mentah mentah. Itulah sebabnya Larso mempunyai dendam membara dan jalan satu satunya adalah membunuh dirinya.


Daren terkejut mendengar cerita Thea, ia tidak menyangka segitu sadisnya orang itu hingga tega ingin melenyapkan Thea dari muka bumi ini.


"Baik, kamu akan dijadwalkan hadir dipersidangan Larso lusa..ceritakan semuanya secara detil kepada majelis hakim agar dia kena hukuman maksimal!"

__ADS_1


...○○○○...


Hari yang ditentukan telah tiba Thea hadir dipersidangan dengan baju putih yang berenda dikerahnya. Ia mengikat rambutnya menjadi pony tail, meskipun jalannya pelan karena ia baru saja sembuh, tapi semua orang melihat kecantikan wajah Thea bak seperti seorang bintang film.


Dengan lancar Thea menceritakan latar belakang Larso yang dulu pernah ingin memintanya secara paksa agar menjadi kekasihnya, namun ia tolak mentah mentah.


Semua yang hadir terkejut dengan cerita Thea dan merasa iba terhadap dirinya, termasuk para hakim yang mengepalai persidangan terenyuh. Ternyata itulah sebabnya ia hendak dibunuh.


Larso terlihat menundukkan kepalanya, ia telah kalah secara telak..kini tinggal menunggu keputusan jaksa dan hakim atas nasipnya.


...○○○○...


Daren mengantarkan Thea pulang kevillanya setelah selesai persidangan. Sepanjang perjalanan kevilla Thea tidak melepaskan genggamannya pada tangan Daren.


"Terima kasih mas, kamu telah memberikan kekuatan lahir bathin kepadaku untuk tetap semangat" ucap Thea sambil tersenyum manis.


"Sukurlah sayang, aku tidak tahan menunggu sikap dan pernyataan masjlis hakim atas putusan terahir dari kasus ini"


"Apa yang hendak kamu lakukan setelah putusan hakim mas?"


"Aku sudah berjanji akan melamarmu sayang"


"Kenapa harus menunggu hasil putusan hakim sayang? Kenapa tidak sekarang saja kamu Lamar diriku?"


Tiba tiba Daren memberikan sen kekiri dan berhentikan kendaraan yang kebetulan berada disuatu jalan yang agak sepi.


Ia menggenggam kedua tangan Thea, ia menatap kedua mata kekasihnya dan berkata..


"Thea sayangku..meskipun kita belum kenal lama tapi hatiku sudah tertambat padamu..Ijinkan aku melamarmu menjadi istriku"


Thea tidak mengucapkan apa apa..ia hanya menganggukan kepalanya..ia mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman tipis dibibir Daren.


"Aku terima cintamu dan aku terima lamaranmu"


Rasanya Daren ingin berteriak keras mendengarkan ucapan Thea. Ia memeluk tubuh Thea dan membisikan..


"Aku akan menjagamu dan menyayangimu seumur hidupku Thea..terimalah aku apa adanya"


"Aku terima mas Daren.."


...TAMAT...

__ADS_1


...■■■○○■■■...


__ADS_2