
Setelah mengingat kejadian tersebut, Adelia lebih waspada sama Michael...
"A-apa yang ka-kau ingin kan?", tanya Adelia gagap
"Aku?", tanyanya balik dan diangguki Adelia
"He, aku hanya mau kau sayangku", jawab Michael
"Ma-maksudmu?", tanya Adelia bingung
"Maksudku yaitu kau pasti tau kalau aku menyukaimu dan oma menginginkan aku menikahi seorang wanita yang tidak kukenal", ucap Michael berjeda
"Jadi aku hanya mau kalau kalau kita bukan hanya menjad8 suami-istri tetapi juga menjadi partner bisnis", lanjutnya
"Kau boleh melakukan atau bertindak sesuka hatimu, memakai namaku juga boleh, apalagi aku mau kau menjadi istri yang tangguh dan tidak mudah ditindas", ucapnya
"Hahaha, kau kira aku adalah wanita yang mudah ditindas gitu? Tapi maaf gua bukan wanita diluar sana yang memakai uang untuk menyuap dan bukan wanita lembut gemulai, tapi aku adalah aku bukan wanita diluar sana", ucap Adelia
"Baiklah bagaimana sayang?", tanyanya
"Baiklah aku mau tapi dengan sayarat jika dalam waktu bekerja kita adalah partner tapi jika bukan kita adalah suami-istri, Bagaimana?", kata Adelia
"Baiklah aku setuju", ucap Michael
Mereka berjabat tangan sebagai tanda persetujuan, kalau menurut author ya mereka dijuluki pasangan savage.
Setelah pertemuan tersebut mereka pulang ke rumah atau kediaman keluarga masing-masing. Ngomong-ngomong soal perusahaan, mereka tenang-tenang saja karena ada sekretaris yang mengatur.
Bukan hanya mereka, Mama Smith, Mommy Ana, Bunda Vanya, Mona, Jesika, Cena dan Desi juga kembali kerumah. Sedangkan para lelaki yang bekerja juga begitu.
Dikediaman Marestya...
Adelia telah sampai di sana dan sepertinya mereka yang berbelanja sudah pulang duluan soalnya ini sudah petang.
Setelah masuk, Adelia melihat kalau semuanya sudah ada disana begitu juga Daddy...
__ADS_1
"Aaa kak Lia akhirnya pulang", ucap Desi yang mengalihkan atensi yang lain ke Adelia.
"Lia kamu kemana aja sih nak?", tanya Mommy
"Aku ada urusan Mom", jawab Adelia
"Urusan apa sih dari siang sampai petang begini", tanya Mommy lagi
"Udah lah Mom biarkan saja mana tau urusan pribadi atau ada hal penting", jawab Daddy menengahi
"Tapi Dad-", kata Mommy
"Udah ya, sekarang Adelia kamu bersih-bersih setelah itu kita makan malam", potong Daddy dan diangguki Adelia
Adelia berlalu dari sana menuju kamarnya untuk siap-siap. Setelah Adelia berlalu...
"Dad kamu apa-apaan sih", ucap Mommy kesal
"Kok Daddy seharusnya itu Mommy", ucap Daddy
"Kan Mommy mau tau dia ada urusan apa sama siapa",kata Mommy
"Udah lah Mom dan Daddy kalian ini kayak anak kecil saja, kami bertiga mau kekamar saja dari pada liatin kalian berantam", ucap Christine sambil berlalu dari sana begitu juga Hasya dan Dian.
"Baiklah mari kita istirahat dan bersiap-siap untuk makan malam", ucap Daddy
"Tunggu Anto aku mau berbicara bersua denganmu ini penting", ucap Bunda Vanya
"Baiklah aku pergi duluan", ucap Mommy sambil berlalu
"Ada apa Vanya?", tanya Daddy
"An bisakah kamu menjodohkan Hasya dengan Michael saja", jawab Bunda Vanya
"Soal itu maaf Van bukannya aku tidak mau tapi yang memilih itu Michael bukan orang tuanya kita bisa menjodohkan Hasya dengan pemuda lain", jelas Daddy
__ADS_1
"Bagaimana dengan Exel Pratama An? Umur mereka juga tidak beda jauh" usul Bunda Vanya
"Baiklah nanti aku bicarakan dengan mereka sekarang lebih baik kita istirahat dan bersiap siap", pasrah Daddy
"Baiklah makasih sayang", ucap Bunda Vanya sambil berlalu pergi kekamar
"Aish", gumam Daddy sambil geleng-geleng kepala
"Dad", panggil Lia dan membuat Daddy mendongak
"Eh Lia ada apa nak?", tanya Daddy
"Apa Daddy serius mau menjodohkan Hasya dengan Exel?", tanya Lia
"Mau bagaimana lagi sayang tapi tidak tentu juga sih kan keputusannya ada ditangan keluarga Pratama", jawab Daddy
"Oh baiklah Dad, Lia kekamar dulu sampai jumpa nanti malam Dad", pamit Lia mencium pipi Daddynya itu dan berlalu kekamar
"Astaga anak itu", ucap Daddy sambil berlalu dari sana
•
•
•
•
•
Next ya...
Jangan lupa like, koment, dan Ratenya ya...
Jika berkenan jangan lupa follow ya...
__ADS_1
Makasih...
Bay...