
"Aku memilih Adelia mam", kata Michael membuat mereka semua terkejut dan bingung pasalnya setelah mereka SMA mereka itu seperti musuh dan memiliki dendam.
"A-apa kamu ya-yakin sayang", kata Nyonya Smith
"Benar son, apa kamu yakin soalnya saat kalian SMA kalian seperti memiliki dendam dan papa gak mau kamu melampiaskannya dengan pernikahan", kata Tuan Smith
"Apalagi yang perlu kamu ingat pernikahan bukan main-main dan pernikahan harus lah sekali", lanjut Tuan Smith
"Tidak pa, aku serius dan aku akan bertanggung jawab dengan Lia sepenuhnya", tegas Michael
"Baiklah, kalau itu mau mu papamu setuju soalnya Adelia nampak lebih dewasa dan umurnya tak jauh beda dengan mu", jawab Tuan Smith
"Iya, apa yang di bilang papamu ini benar son juka dengan adek-adeknya mereka terlalu muda dan masih kekanak-kanakan", lanjut Nyonya Smith
"Iiih tante ini masa kami dibilang kekanak-kanakan", ucap Cena dan Desi serempak juga nampaknya mereka lagi ngambek
"Hahaha kan benar, tadi aja Cena teriak-teriak", kata Nyonya Smith
"Kan kak cena yang teriak-teriak tadi tan bukan Desi", ucap Desi merajuk begitu juga Cena
"Tante bercanda sayang, jangan ngambek nanti tante merajuk lho", lanjut nyonya Smith sambil berpura-pura merajuk
"Tante, jangan merajuk kek anak kecil kami tadi hanya bercanda lho", kata Cena panik saat melihat Nyonya Smith merajuk
"Hooh tante ini kek anak kecil", jawab Desi
"Hahaha yaudah besok tante ajak kalian berdua sama Hasya shopping yok", ajak Nyonya Smith
"Ayo", jawab mereka serempak
Di tempat yang sama, Bunda Vanya keliatan kesal dan bermuka masam karena pohon uangnya tidak memilih anaknya
'Ish, kenapa sih dia cantikkan juga Hasya dari si Adelia bahkan wajahnya aja gak keliatan dan aku yakin kalau dia buruk rupa awas aja akan ku buat Adelia menderita', batin Bunda Vanya
'Hahaha, pelakor ingin menang? lihat aja akan kubuat dia menderita, aku tidak akan menunda lagi pembalasan dendam ku kepada kalian semua', batin Adelia yang memang bisa mendengar pikiran orang.
'Lets start our game guys', lanjut batin Adelia bersmirk
"Eh, Adelia kenapa melamun", tanya Nyonya Smith memecah lamunan Adelia
"Tidak papa tante", jawab Adelia dingin
"Jangan panggil tante dong, panggil mama aja kan kamu akan menjadi menantu mama", perintah Nyonya Smith aka Mama
"Baik ma", jawab Adelia
"Panggil Papa juga dong jangan hanya mama aja saya juga kan saya masih hidup", gurau Tuan Smith aka Papa
"Baik pa", jawab Adelia
"Gitu dong kan bagus biar gak tua-tua amat", kata Papa
"Hahaha masih gaul aja kamu broo", kata Daddy
"Iya dong biar kayak anak muda", ucap Papa
"Aawwww... sakit ma", rintih papa yang kesakitan akibat pinggangnya di cubit sang mama
"Kamu udah tua jangan berlagak muda, cucu aja udah punya", jawab mama kesal yah mau bagaimana gak kesal cucu aja dah punya
"Ya kan biar gak kalah sama anak-anak muda jaman sekarang ma", jawab papa gak mau kalah
"Lihat anak mu dan Adelia, mereka yang lebih muda dari kalian dan kalian mencontohkan yang tidak-tidak astaga kalian ini", geram Mommy sambil menunjuk Michael dan Adelia
Mereka semua pun melihat keduanya bergantian...
"Ih mommy ini kan tau kalau julukkan kak Lia dan Kak Michael ini kulkas berjalan yang dinginnya membuat kita kewalahan", tukas Dian
Hahaha , mereka semua tertawa kecuali 2 orang kulkas itu
__ADS_1
"Oiya, Michael kamu jangan panggil tante sama om ya panggil Mommy dan Daddy aja gak enak kalau dipanggil begitu", Perintah Daddy
"Baik Dad", jawab Michael dingin
"Baiklah, sekarang juga kalian tunangan sampe lupa apa yang mau di lakukan selanjutnya", kata Mama yang baru ingat akan hal itu
"Astaga, aku baru ingat akan hal itu", kata mama
" Baiklah kalau begitu kalian berdiri dan saling tukar cincin pertunangan", perintah Papa
"Cincinnya?" tanya Michael bingung soalnya saat berangkat kesini tadi dia tidak melihat kalau papanya itu membawa cincin
"Oiya, cincinnya mana broo", tanya Papa ke Daddy
"Mana tau aku kan sama kamu terakhir kali", jawab Daddy
"Ha? Masa sih kok gak ada", kata Papa bingung dan meraba-rab pakaian nya
"Jangan bercanda seperti itu gak lucu bro", kata Daddy yang mulai panik
"Iya, benar aku memang tidak tau",tukas Papa panik
"Papa bagaimana sih kan gak lucu kalau begitu",kata Mama panik
"Kalian ini coba ingat-ingat dulu", perintah mommy panik
'Bagus, masih ada waktu untuk Hasya merayu Michael dan pohon uangku akan bertambah lagi', batin Bunda Vanya merasa menang
Di ruangan itu pun di selimuti kepanikan yang gak karuan. Setelah lima menit berlalu
"Hahaha", tawa Desi pecah
"Eh dek kenapa kamu ketawa-ketiwi begitu ini lagi panik lho", kata Cena kesal akan sikap adiknya ini
"Hahaha... perutku sakit aku gak kuat bentar-bentar", jawab Dian
"Masa sih, kok mom gak ingat ya", ucap mommy bingung dengan perkataan anaknya yang satu ini
"Coba ingat-ingat dulu", perintah dian supaya mengingat kejadian tersebut
Flashback on
Saat menunggu tibanya Cena dan Adelia, ada perbincangan singkat terjadi dan kebetulan Michael sedang ketoilet
"Pa", panggil Mama
"Ya ma?", jawab Papa
"Papa gak lupa bawa cincinnya kan?", tanya mama
"Benar bro, kamu ingat kan jangan sampai kamu lupa bisa-bisa gagal kita jadi besan", kata Daddy
"Enggaklah aku ingat tapi aku lupa narok dimana?", jawab Papa sambil bertanya-tanya di mana dia meletekkan nya
"Ish papa jangan bercanda", tukas Mama kesal
"Hahaha, enggak kok ini papa bawa", ucap Papa sambil mengambil kotak cincin di celanana dan menyerahkan nya kepada mama
"Bagus kalau papa ingat, gak nunda-nunda", jawab mama sambil mengambil kotak cincin dari papa
"Kamu membuatku hampir jantungan broo", kata Daddy
"Bagaimana kalau nyuruh Desi aja biar gak lupa, kalau lupa lagi kan berabe kita juga yang nyesal", usul Mommy
"Setuju akunya", setuju Mama
"Baiklah", pasrah kedua laki-laki itu
"Panggil Desi gih", suruh Mama
__ADS_1
"Bentar, bibi..BIBi", panggil Bunda
"Ya, nyonya ada yang bisa di bantu", ucap bibik sambil sedikit membungkuk yang baru saja tiba
"Panggil Desi kesini bik, ada yang mau saya bicarakan sama yang lain juga tapi Desi duluan", Suruh Mommy
"Baik Nyonya, saya permisi", jawab Bibik sambil berlalu dari sana untuk memanggi dian
Tak lama menjelang, Desk turun dan menuju ke ruang keluarga. Ruang yang mereka kumpuli tadi sama sekarang adalah ruang keluarga.
"Ya mom, ada apa?", tanya Desi sambil menduduki dirinya di sofa
"Begini mommy mau kamu yang megang cincinnya nanti kalau kami yang megang nanti kami lupa sayang", jawab Mommy
"Baiklah Mom, mana cincinnya", jawab Desk setuju dengan usul mommynya itu
"Ini Desi ambil dan simpan ya", perintah Mama
"Jangan hilang ini cincin turun-temurun keluarga kami yang hanya di warisi oleh anak laki-laki kami", lanjut mama
"Baik tante, Desi akan menjaganya", jawab Desi
Hingga suara klakson mobil menutup perbincangan itu dan mereka semua sudah berkumpul termasuk Michael yang tadi bukan hanya ke Toilet tapi menelusuri kediaman ini
Flashback off
"Astaga, mama baru ingat hehe", tukas Mama
"Sama", jawab serempak ketiganya
"Baiklah Desi mana cincin nya", tanya Mama
"Bentar", tunda Desi
'Cih, gagal lagi rencanaku', batin Bunda Vanya
"Ha ini dia, ini ma", kata Desi sambil menyerahkan cincin tersebut
"Baiklah ayo kita mulai pertunangan ini", perintah Mama
Mereka berdua yang mendengar itu sontak saja berdiri dan Mama membuka kotak cincin itu setelah itu menyerahkannya ke Michael.
Michael memasangkan cincin di tangan Adelia dan begitu juga dengan Adelia.
Setelah pemasangan cincin pertunangan, keluarga Smith pamit undur diri karena sudah menjelang malam.
"Kalau begitu, kami pamit udah malam dan lusa kita akan berkumpul di Lin'Resto ya pukul tujuh", pamit Papa
"Baik, kami akan datang dan sampai jumpa besok", jawab Daddy
"Kami pergi, sampai jumpa lusa", pamit Mama
Setelah keluarga Smith pergi, keluarga Marestya bubar dan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk makan malam.
•
•
•
•
•
Next ya...
Jangan lupa like, coment dan rate ya.
Byy all
__ADS_1