
Di keluarga Marestya
Mereka telah selesai makan siang dan sedang bersiap-siap menunggu kedatangan Nyonya Smith...
"Mom kapan mama datang?", tanya Desi
"Mungkin lagi dijalan sayang, sabar aja", jawab Mommy
Tin... Tin... Tin...
"Nah, itu mama ayo keluar mommy sama binda juga mau pergi", ucap Mommy dan mereka keluar menemui Nyonya Smith
Setelah diluar mereka melihat Nyonya Smith dengan kedua anaknya...
"Eh Jesika dan Mona ikut juga ya", kata Mommy
"Hehe iya Tan kami juga mau shopping biar gak mumet nih otak", jawab Mona Cengengesan
"Jangan panggil tante dong panggil Mommy sama Bunda aja biar dekat", suruh Mommy
"Tapi-", jawab Mona terpotong oleh ucapan Jesika
"Baik Mom kami akan memanggil Mommy dan Bunda", ucap Jesika memotong perkataan Mona dan Mona hanya pasrah aja
"Bagus kalau begitu"
"Eh Ana kami pergi dulu biar banyak ngehabisin waktu", poting Mama
"Baiklah, aku titip anak aku ya", pinta Momy
__ADS_1
"Mom kami udah besar lah_- bukan anak kecil lagi:^", ucap Hasya kesal
"Iya itu benar apa yang di bilang kak Hasya, mereka berdua itu udah 17 tahun lho Mom udah dewasa juga aku ini udah 15 tahun lho berarti udah remaja", jawab Desi dan di beri jitakan mulus di kepalanya
"Auw... Kenapa sih kak Ce kan benar", ucap Dian kesal
"Dewasa itu umur 24 tahun kalau sekarang ini kita masih dianggap remaja walau 17 tahun dianggap dewasa tapi kan kita belum kerja belum bisa menghasilkan pendapatan sendiri", jelas Christine
"Auah bodolah gak duli", jaqab Dian singkat
"Udah ya, ayo kita pergi biar gak pulang nya kesorean", perintah Mama dan langsung diikuti semuanya masuk ke mobil
"Kami pamit ya Ana dan Vanya, have good day", pamit Mama masuk ke mobil
Setelah itu mobil Mama Smith pergi meninggalkan kediaman Marestya dan mereka berdua juga pergi ke butik Mommy Ana
Jika mereka pergi shopping, berbeda lagi dengan kedua orang yang bilang ada urusan itu...
Ceklek...
Pemuda itu menoleh dan melihat kalau orang yang ditunggunya itu telah datang
"Lama kali, bukannya saya bilang setelah makan siang kesini", gerutu pemida itu
"Aelah kan hanya lewat 5 menit boy", jawab Adelia yah orang yang di tunggu pemuda itu adalah Adelia Marestya
"Yaudah saya akan bertanya-", ucap pemuda itu terpotong
"Yaudah tanya aja apa susahnya", ucap Adelia memotong pembicaraan pemuda tersebut
__ADS_1
"Jangan dipotong kalau begitu", kata pemuda itu ketus dan hanya dijawab dengan deheman
"Ish, saya mau nanya kenapa kamu menyetujui perjodohan ini Li?", tanya Michael. Yah dialah Michael sang pemuda misterius itu
"Karena aku gak mau mengecewakan orang tua ku, kalau mu?", kata Adelia datar
"Sebenarnya saya yang mau mengajukan perjodohan ini tapi orang tua ku lebih dulu melakukannya", jawab Michael yang membuat mata Adelia membulat sempurna
"Wait... Are you crazzy boy?", tanya Adelia terkejut
"Saya serius Del, kamu masih ingatkan apa yang terjadi saat SMA??", tanya Michael sambil mendekat ke arah Adelia
"Jangan mendekat Kel biarkan aku mengingatnya dulu", panik Adelia
"Baiklah Li aku menunggunya", jawab Michael sambil berhenti mendekat ke Adelia
Dan Adelia mulai mengingat-ingat masa SMA nya dulu...
•
•
•
•
•
Next...
__ADS_1
Jangan lupa like, coment, and Rate ya...