
*Typo bertebaran bantu revisi
Keesokan harinya tepat pada malam hari...
Adelia, Michael, Reyhan dan Vina telah berkumpul di ruang kerja Vina.
"Sekarang apa yang mau kalian bicarakan dengan kami berdua?" tanya Reyhan tidak sabaran
Adelia dan Vina saling tatap dan menghembuskan nafas tampaknya mereka ragu
"Begini Suamiku dan kak Michael, sebenarnya kami ini sudah saling kenal bisa dibilang sih sahabat lama, kami sudah bersahabat dari SMP dan karena Lia harus sekolah di Luar Negeri dan diriku yang harus bersekolah di tempat lain tapi tetap didalam negeri" ucap Vina
"Jadi kalian saling kenal, pantas saja kalian keliahatan dekat dan saling kenal" ucap Reyhan
"Hooh itu benar tapi sebenarnya Lia adalah presdir sekaligus pemiliki perusahaan AL dan aku presdir dan pemiliki perusahaan VN" ucao Vina sambil mengehela nafas
"Oh" ucap keduanya
1
2
3
"APA!!!" ucap mereka kaget untung saja ruangan ini lagi dalam mide kedap suara
"Ka-kalian" ucap Reyhan terbata bata sambil melihat kearah Lia dan Vina bergantian begitu juga dengan Michael yang sama terkejutnya
"Adelia dan anda Vina kenapa kalian tidak bilang kepada kami suami kalian?" tanya Michael
"Kel, mau bagaimana lagi sebenarnya kami tidak mau bilang tapi mengingat kalian ini sekarang adalah suamiku dan suami Vina. Maafkan kami" ucap Lia menunduk begitu juga Vina
"Kenapa kalian menunduk? Tidak usah menunduk kami paham kok, yasudah kalian mau bicarakan apalagi?" ucap Michael
Mereka bertatapan sejenak...
"Lia dulu, biar aku setelah dia" ucap Vina
"Li... kamu mau bilang apa?" ucap Michael lembut
"K ke kel, se sebenarnya a aku sudah pernah ha hamil dan me melahirkan" lirih Adelia
__ADS_1
"Apa Li/kak?" ucap keduanya serempak
"Li, katakan dengan jujur padaku itu benar atau membual? Dan jika benar siapa ayah dari anak itu?" ucap Michael sambil berjongkok di depan Lia
"I itu benar Kel, dan a ayahnya adalah kamu. Apa kamu ingat kejadian waktu SMA, yang membuatku hamil makanya aku pindah sekolah" lirih Adelia sambil menangis
"Li, saya minta maaf karena apa yang saya perbuat dahulu dan saya sungguh senang karena dirimu mau melahirkan dirinya. Tapi dimana dia Li, anak kita mana?" ucap Michael
"Iya kak, dimana dia?" ucap Reyhan bingung
"Dia berada di Australia dan namanya Austin" ucap Vina yang tau kalau Lia sangat susah untuk bicara sekarang
"Austin? kenapa tidak memakai nama keluarga? dan A apa Australia? Kenapa di Aus? Bukannya kak Lia kuliah di Jerman ya?" tanya Reyhan bingung
"Suamiku, alasan kenapa Lia tidak membiarkan anaknya tinggal di Jerman bersamanya ya karna mata mata yang dikirim oleh bunda Vanya. Bunda Vanya ini berencana untuk menjatuhkan dan mencemarkan kak Lia. Juga soal nama ya karna kak Mic belum memberi dan baru tau juga kan" ucap Vina
"Kurang ajar banget tuh mak lampir, mau menjatuhkan kak Lia berarti harus menerima konsekuensinya" ucap Reyhan yang mengepalkan tangannya
Vina yang melihat Reyhan marah berjalan mendekati Rey dan mengelus tangan Rey sambil berkata sabar.
Sedangkan Lia dan Michael saling memeluk dan menangis...
"Kak Mic, gimana kalau minggu depan saat mereka liburan kita berempat ke Australia untuk melihat keponakanku" saut Reyhan
"Bilang aja kakak punya suatu urusan yang memang harus pergi ke australia" saut Rey
"Nah dik, gimana dengan kalian bukannya dirimu memiliki tiga orang istri?" ucap Mic
"Kakak tenang aja aku bakal bilang kalau aku juga punya urusan bisnis disana dan karena Vina sekretaris ku jadi dia ikut denganku, kan Vina belum berhenti bekerja" ucap Rey
"Lah bukannya dia istrimu, emang kamu tega membiarkan istrimu bekerja?" tanya Adelia
"Tidak papa Li, aku masih ingin bekerja bosan rasanya jika harus diam dirumah aja apalagi shopping, ih ogah" ucap Vina bergidik
"Ck kalian berdua aneh deh, biasanya tuh cewek paling suka shopping ngehabisin duit suami" ucap Rey yang diangguki Michael
"Gak semua kali, contohnya kami. Dan shopping? buat apa shopping dan juga spa, baju aja udah seperti toko, spa? ih ogah" ucap Vina
Mereka berdua terkekeh...
Tapi Rey tiba tiba mengingat "Vina sayang, apa yang ingin kamu bicarakan?" ucap Reyhan
__ADS_1
"Jadi begini, aku pu punya se seorang teman dia melahirkan seorang anak dan karna dia tidak ingin memiliki seorang anak jadi dia memberikanya padaku dan anak ini sudah kuanggap seperti anak sendiri. Namanya Putra dan dia juga tinggal di Australia di kediaman yang sama dengan Austin, umur mereka jugabeda dua bulan. Jadi, Suamiku bisakah kita mengadopsinya?" ucap Vina memohon
"Baiklah istriku jika kamu menyukainya kita akan mengadopsinya. Tentang urusan itu biarkan pengacaraku yang menaganinya" ucap Reyhan sambil memeluk Vina
"Kak Mic sepertinya kita memilliki anak tanpa kita ketahui ya, dan mereka sudah berumur dua tahun. Astaga" ucap Rey
"Kamu benar dik, Tentang keberangkatan biarkan aku yang mengatur" ucap Michael
"Terserah dirimu kak" ucap Reyhan
"Ok, sekarang lebih baik kita tidur sudah mau tengah malam ini" ucap Michael sambil melihat jam di dinding
"Benar juga tapi diriku sepertinya bakal tidur hampir pagi" ucap Reyhan
"Hm kenapa dik?" ucap Michael
"Pasti kakak tau. Ayo" ucap Reyhan sambil menggendong Vina ala bridal style (Lupa tulisan)
Vina? Dia menyembunyikan wajahnya di dada sang suami. kedua pasangan suami istri itu berlalu...
"Li, kita juga bakal tidur subuh ya" ucap Michael
"Hm? kenapa kel? kamu ada kerjaan dari kantor kah?" tanya Lia bingung
"Iya saya punya kerjaan tapi bukan kerjaan kantor" jawab Michael sambil bersmirk
"Lalu kerjaan apa itu?" tanya Lia
"Membuat Adik buat Austin" ucap Michaek sambil menggendong Lia dengan gaya Bridal style (Lupa tulisan)
"Yak, mesum turunkan aku" ucap Lia sambil memukul dada sang suami
"Hahaha" tawa Michael
Austin? Siapa dia? - batin seseorang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
3 CHAPTER?? REKOR BANGET
YUHU JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, RATE DAN KALAU BISA TIP.
__ADS_1
BELEPOTAN...