MOTOR JADUL PEMBAWA JODOH

MOTOR JADUL PEMBAWA JODOH
Awal masuk


__ADS_3

" Hai aku Inka " Suara nyaring dari dekat membuat makan Dimas sedikit terganggu. Dimas menatap gadis di sebelahnya itu dengan tatapan aneh dan penuh keheranan.


" Aku Dimas" Dengan nada dinginnya lalu kembali fokus kemakanannya.


Ya kini mereka berada di kantin sebuah uneversitas swasta yang cukup elit. Hamoir semua mahasiswa yang kuliah di kampus ini adalah anak dari para pengusaha. Demikian juga dengan Inka dan Dimas.


Namun mereka berbeda, mereka mendapatkan beasiswa karena kecerdasan mereka. Tapi karena beasiswa itu mereka sering dianggap orang yang tidak mampu. Dan yang paling mendukung mereka dapat bulian tiapnhari adalah kendaraan yang mereka tumpangi adalah motor butut.


" Apakah aku mengganggu makan siang mu?" tanya seorang Inka pada Dimas.


Tanpa menjawab Dimas hanya menggeleng saja. Dimas tetap fokus pada makanannya yang hampir habis. Setelah habis pun Dimas segera pergi meninggalkan meja kantin. Inka yang merasa ditinggal begitu saja dia lalu mengejar Dimas.


"Kamu yang kerja di percetakan depan itu kan?" Inka masih berusaha akrab dengan Dimas. Inka begitu tertarik dengan Dimas. Karena Inka merasa mereka senasip seperjuangan.


" Ehm" Dimas menjawab dengan singkat saja. Dan masih terus berjalan menuju tempat kerjanya karena jam kuliahnya sudah selesai.


" Kamu ambil jurusan apa Dim? "


" managemen bisnis" Jawab singkat padat dan jelas.


Namun Inka bukan anak yang suka menyerah. Dia tetap ingin berteman dengan Dimas ini. Menurutnya dengan punya teman yang senasib dia bisa berbagi suka dan duka selama dibuli. Eh memangnya di buli ada sukanya ya?


" Jawaban kamu singkat terus dari tadi, kamu tidak mau berteman denganku ya?" tanya Inka dengan masih mengikuti Dimas dibelakangnya sampai akhirnya membuat Dimas berhenti. Dan Inka yang jalannya nylonong aja menubruk tubuh Dimas.


Dimas menatap Inka dengan wajah yang sedikit menakutkan. " Kamu siapa sih? kenapa terus mengikutiku? kenapa terus memberiku banyak pertanyaan? apa kamu wartawan? kenapa begitu tertarik mewawancaraiku?" tanyanya balik pada Inka.

__ADS_1


Inak menelan ludahnya berat ketika mendengar petanyaan yang banyak banget yang di ucapkan Dimas.


" Aku hanya ingin berteman saja, apa aku salah? Hampir semua anak disini menganggapku cewek aneh, dan aku lihat kamu juga dianggap seperti itu. Jadi aku pikir kita senasib dan bisa jadi teman." jawab Inka.


" Maaf jika aku mengganggumu, maaf jika aku terus mengikutimu." lanjut Inka dengan raut wajah kecewa lalu pergi meninggalkan Dimas. Ya Inka kecewa karena ternyata Dimas pun sama dengan teman yang lain. Menganggapnya cewek aneh.


Disisi lain Dimas yang mendengar jawaban kecewa dari Inka merasa bersalah dengan ucapannya yang ternyata menuinggung Inka. Lalu dia berusaha mengejar Inka dan menangkap tangannya.


" Maaf, bukan seperti itu maksudku. ya kita bisa berteman" ucapan Dimas yang terdengar serius dan nadanya menjadi bersahabat membuat mata Inka berbinar.


" Kamu serius kan?" tanya Inka meyakinkan.


" ehm" Dimas mengangguk sambil tersenyum.


######


"Sudah dibawa semuanya dek?" tanya bu wawan pada putri kesayangannya.


" Sudah mamiku sayang" jawab Inka sambil mengcup pipi maminya yang masih cantik itu meski sudah berumur tak lagi muda.


" Ya sudah sekarang sarapan dulu, berangkat diantar papi kan?" tanya bu wawan.


" No mami, Inka berangkat sendiri dong, kalo dianter si twit gimana bawanya?" Jawab Inka manja sambil berjalannmenuju meja makan.


" Loh mau bawa si twit juga Ink?" tanya bu wawan kaget.

__ADS_1


"Ehm" jawab Inka mengangguk.


" Pi, anak kesayangan mau bawa si twit tuh, tega?" tanya bu wawan pada suaminya yang sedari tadi audah duduk di meja makan sambil menikmati sarapannya.


" Sudah papi siapkan kemaren, kalo papi sih tega saja mi, kan Inka bisa mengatasi si twit sendiri tanpa bantuan papi." Jawab papi wawan dengan santainya.


" Bapak sama anak selalu kompak kalo masalah motor motoran." jawab bu wawan pasrah.


Ya begitulah keluarga mereka. Keluarga pecinta motor klasik. Ayah dari Inka adalah seorang pengusaha namun dia sangat menyukai motor dan keahlianya dibidang perbengkelan membuat dia bisa mengurusi semua motor motor koleksinya. Ya mereka memiliki beberapa motor antic.


Inka prihastiwi kurniawan adalah anak darinpak kurniawan satu satunya dan yang mewarisi segala hobi ayahnya. Dia juga sangat menyukai motor dari semua jenis motor dia sangat menyayangi di twit motor keluaran 80an.


Dia adalah anak yang periang, pemberani dan juga baik hati. Cantik pasti iya, jangan ditanyakan lagi sejak di bangku SMP dia selalu menjadi primadona. Tapi sayang dia tidak feminim seperti primadona yang ada. Sedikit tomboi namun tetap cantik.


Mereka sarapan bersama dengan obrolan obrolan kecil yang membuat suasana semakin hangat.


Di tempat lain, Dimas masih sibuk dengan persiapan yang dia bawa untuk menjalani masa ujian dari papanya. Iya dia anak dari seorang pengusaha kaya namun papanya mempunyai ujian untuk anaknya. Untuk bisa menjadi penerus kerajaan bisnis papanya anak anaknya harus menjalani beberapa tahap ujiannya..Seperti Dimas saat ini.


Dimas akan kuliah ditempay yang ditentukan oleh ayahnya dan harus dengan beasiswa. Karena ayahnya tidak akan memberikan uang sepeserpun untuk anaknya itu ketika dia masih menjalani masa ujiannya. Maka dari itu Dimas harus mempersiapkan segala jiwa dan raganya juga hatinya. Dari seorang yang berkecukupan berubah menjadi gembel dalan sekejap. Hanya dibekali sebuat motor kesayangan Dimas si ksatrianya.


Ya Dimas Wijaya namanya. Dia laki laki yang tampan berkulit putih juga bertubuh tinggi. Tingginya sekita 180cm lebih pantes jadi model sebenarnya dengan tinggi segitu. Namun kecerdasan yang dia miliki dan tuntutan untuk menjadi pewaris bisnis jadi dia memilih untuk menjadi seorang mahasiswa.


Pagi ini adalah hari pertama masuk ajaran baru. Semua mahasiswa baru sudah tampak berbaris rapi di halaman kampus dengan sragam yang sudah ditentukan. Yaitu atasan putih dan bawahan hitam.


Tapi sialnya Inka dan Dimas dihari pertama mereka masuk menjadi mahasiswa malah terlambat. Akhirnya mereka menjadi bahan bulian hari itu dan hari berikutnya. Kejadian sial itu dikarenankan motor mereka sama sama sedang trobel.

__ADS_1


__ADS_2