
Masa orientasi mahasiswa baru sudah selesai. Hari ini sudah mulai memasuki perkuliahan. Dimas yang sudah rapi dengan gayanya yang simple dan terkesan santai sudah siap berangkat dari tempat kostnya. Motor kesayangan yang sudah di servis anti mogok juga sudah di siapkan. Si satria juga sudah terlihat gagah dan bersih sekali. Sesuai dengan pemiliknya.
" Lumayan lah hari ini cuma ada dua kelas, jadi aku bisa memanfaatkan waktu untuk cari kerja part time" gumamnya sendiri sambil memasang sepatunya.
Dimas mencari kerja karena untuk menghidupi hidupnya yang benar benar telah dilepas oleh ayahnya. Jika tidak kerja ya tidak hidup semboyannya sekarang. Dimas bertekad akan segera menyelesaikan kuliahnya secepat mungkin agar segera terbebas dari ujian yang diberikan papanya.
Dimas mengambil kunci motornya dan lalu berangkat menuju kampusnya dengan si satria. Ya perkenalkan si satria adalah motor kesayangan Dimas dari jaman SMA nya. Sebuah motor keluaran 90an yang sudah dimodif menjadi daya tarik sendiri bagi para menyukanya. Ingat hanya bagi orang yang suka motor jadul ya.
Di tempat lain seorang cewek sedang asik dengan kegiatannya merakit robot. Ya cewek tomboi yang bernama Inka ini suka otak atik sesuatu yang berbau permesinan, elektro dan sejenisnya. Bahkan tv dirumah rusak saja dia bisa benerin sendiri. Sungguh luar biasa bukan?
Kini dia sedang disibukkan dengan PR robotnya untuk membantu membangunkannya tidur. Anggap saja seperti wekker tapi dia buat sebawel.mungkin seperti kebawelan maminya dirumah. Karena seorang Inka memang tidak bisa bangun sendiri jika bukan maminya yang mengomel setiap pagi. Jadi karena dia sekarang hiduo sendiri di kostan maka butuh alat untuk membangunkannya. Dan jangan heran kenapa pagi ini dia bisa bangun karena dari semalam dia tidak tidur.
" Sedikit lagi Ink, harus kuat tahaan kantuk" gumamnya sendiri.
Dan beberapa menit kemudian robotnya sudah siap dan tidak selang lama si pembuat robot sudah dialam mimpinya. Hari ini memang belum ada jam kuliah untuk jurusan yang diambil Inka. Jam perkuliahan masih dimulai besok jadi semalam dia menyempatkan untuk menyelesaikan robotnya dan berakhi di kasur pagi ini.
•••
^^^Bangun bangun sudah siang Inka^^^
Bangun bangun sudah siang Inka
dst..
__ADS_1
Suara itu sangat keras sekali dan terus berulang ulang sampai yang terlelap itu bangun dan mematikannya. Inka yang sudah merasa kupingnya panas dengan suara robot wekker ya akhirnya membuka matanya malas dan segera mematikkannya. Rasa kantuk Inka sepertinya masih belum hilang dan masih belum puas tidurnya hingga merebahkan badannya lagi kekasur empuknya.
Kemudia notif pesan di handpohonenya berbunyi dan dibukanya dengan malas.
komting : hari ini jam pertama akan di mulainjam 08.00, diusahakan jangan sampai telat.
Mata Inka langsung membuka sempurna, kantuknya hilang seketika. Dia melihat jam di hpnya sudah jam 07.30. Hanya ada waktu tiga puluh menit untuk bersiap dan harus sampai di kampus. Untung saja kostannya tidak terlalu jauh dari kampus. Inka pun langsung berlari kekamar mandi dan langsung mandi dengan jurus mandi bebeknya dan berdanndan alakadarnya. Tapi memang dia tidak pernah berdandan sih.
Dengan secepat kilat dia mengendarai motornya sampai kekampus. Buru buru dia parkir dia segera memarkirkaan motornya ditempat parkir khusus untuk roda dua.
" Sebaiknya jangan diparkir disitu deh, " ucap seorang laki laki yang sedang memarkirkan motornya di bawah pohon mangga yang tidak jauh dari tempat parkir.
Inka mencari sumber suara yang pastinya peringatan itu tertuju untuknya karena hanya dia yang berada di tempat parkir itu. Kemudian dia menemukan sumber suara itu dan tidak menghiraukannya. Karena dia pikir laki laki aneh, kenapa harus memarkirkan motornya bukan dintempat parkir yang disediakan. Dan malah memperingatinya juga. Inka berlalu kekelas karena jam sudah terlalu mepet.
Laki laki itu adalah Dimas yang kemaren sudah terkena hujatan karena motor bututnya akhirnya motornya kembali masuk bengkel. Akhirnya dia memutuskan untuk memarkir motornya diluar tempat parkir dan itupun atas saran dari pak satpam kampus.
Dan benar saja, setelah jam kuliah Inka habis dia langsung bergegas pulang. setibanya dia ditempat parkir dia tak menemukan motor kesayangannya. Dia panik dan akhirnya berlari kesana kemari untuk mencari motornya. Dia begitu kaget setelah dia menemukan motornya yang sudah hampir tak berbentuk lagi. Inka mendekati motornya.
" Apa apaan ini, kenapa bisa jadi seperti ini.?" gumamnya kesal.
" Saya kan sudah peringatkan kamu tadi, " laki laki itu berbicara sambil mengambil motornya untuk pulang
Inka kesal sekali dengan laki laki itu. Dia pikir itu adalah perbuatan laki laki itu. Inka murka.
__ADS_1
" Maaf ya mas, saya tidak kenal anda, saya tidak pernah punya urusan dengan anda, tapi kenapa anda melakukan ini kepada saya?" ucapnya dengan menghadap ke laki laki itu dengan penuh amarah.
" Apa yang saya lakukan? Saya hanya memperingaatkan kamu itu saja, apa yang salah" jawabnya heran, niat ingin membantu malah jadikambing hitam.
" Kamu kan yang membuat motor saya jadi seperti ini? ngaku aja deh kamu?" todong Inka pada lelaki didepannya yang masih duduk santai di jok motornya.
" Kenapa bisa kamu berfikir kalau akau yang melakukan itu?"
" Tidak usah berpura pura ya, kalau perlu saya panggil satpam supaya kamu ngaku dan mau bertanggung jawab" Inka semakin kesal karena laki laki ini tidak kunjung mengakui kesalahannya.
Tiba tiba dari arah parkir mobil, terlihat mobil yang berjalan mendekati mereka. Lalu diatara mereka terlihat satu wanita yang sangatlah cantik namun sedikit memperlihatkan kesombongannya.
" Hah cowok butut, tolong dong ya kasih tau sama cewek butut ini suruh dia untuk tidak parkir di tempat parkir" ucap wanita cantik yang tidak lain adalah Imel, seorang wanita yang terpopuler dikampus ini.
" Maksudnya apa sih? Aku sudah parkir dengan benar ditempat yang benar" ucap Inka nampak bingung.
" Waduh ada yang belum paham nih rupanya, ya kalau masih belum paham juga besok kita jelasin lagi deh ya, siang ini kita udah ada janji sih, sibuk" beberapa wanita yang di mibil itu pun pergi dengan mobilnya.
Sedangkan Inka masih diam terpaku mencerna apa yang telah dia dengar. Masih belum mengerti saja padahal dia sangat cerdas.
" Masih tidak paham? kenapa motor kamu ada disini dengan bentuk seperti ini?" tanya Dimas pada Inka.
Inka menggeleng masih bingung.
__ADS_1
" Kemaren mereka juga melakukan hal sama dengan motorku, makanya sekarang motorku aku parkir disini, iniun atas dasar ijin pak satpam. Sudah paham cewek butut? " jelasnya pada Inka dan kemudian langsung berlalu pergi.
" Cewek butut??" Inka akhirnya mengerti kenapa bisa seperti ini. Dan dia merasa bersalah sudah marah menyalahkan laki laki tadi. Padahal mereka senasib seperjuangan.