MOTOR JADUL PEMBAWA JODOH

MOTOR JADUL PEMBAWA JODOH
Diam diam memperhatikan


__ADS_3

Inka


Senja yang hampir hilang tinggal jingga yang semakin wungu menemani soreku. Aku melangkah dengan bersenandung lagu cinta kesukaanku. Meski aku bukan gadis yang seperti gadis gadis lain yang menampilka sesi feminimnya tapi aku tetaplah seorang gadis yang gampang baper sama lagu lagu cinta.


Aku sudah sampai di bengkel dekat kampus dimana tempat si kesayangan di rawat. Bapak paruh baya ini selalu menyambut tamunya dengan ramah. Senyumnya yang menawan dan begitu hangat membuat pera pelanggan menjadi merasa di perhatikan. Dia mempunyai beberapa karyawan yang membantunya bekerja. Tapi ada beberapa bagian motor yang harus dia sentuh sendir seperti keadaan sayangku kali ini.


" Selamat sore bapak" Sapaku tak kalah ramah dengan senyuman bapak itu. Aku tak tau siapa nama bapak itu.


" Selamat sore neng" jawab bapak itu takkalah ramahnya.


" Bagaimana pak keadaan motor saya?" tanyaku dengan kesedihanku dan segala kerinduanku pada kesayanganku.


" Masih belum selesai neng, mungkin besok sudah bisa di ambil neng. saya kasian sama eneng cantik kalo lama lama" jawabnya dengan senyuman menghangatkan.


" Terimakasih pak, boleh saya melihatnya sebentar pak?" tanyaku.


" Boleh sekali atu neng... mangga" bapak bengkel itu mengantarkanku ke dalam untuk melihat kesayangan. Aku melihatnya rasanya kembali remuk hatiku. Kesedihanku semakin mendera.


Lalu aku duduk di sisi depan bengkel untuk menunggu ojek pesananku. Ya hari ini angkot sudah tidak ada dan akhirnya aku memesan ojek online. Aku tak sengaja memandang kearah dimana terparkir motor ganteng tadi pagi.


" Dia kerja di situ? Aneh sekali bukannya yang masuk ke kampus ini hampir semua orang berada kenapa masih bekerja?" gumamku dalam hati dan masih terus memperhatikannya dari jauh.


Tak terlalu terlihat jelas, hanya terlihat sosok laki laki yang dengan ramah menyapa pelangganya dan terlihat sangat sibuk. Aku tak sengaja tersenyum entah karena apa. Mungkin takjub melihat pemandangan penuh kemandirian.


Akhirnya setelah beberapa saat ojek onlineku datang. Dan aku segera berpamitan pada bapak bengkel itu kemudian langsung berlalu.


Author

__ADS_1


" Eneng itu mah gadis yang paling aneh yang pernah saya temui atu jang, masak segitu sedihnya melihat motornya rusak seperti melihat pacarnya yang lagi sakit atu" kata pak Bahdim pada salah satu karyawannya.


" Enggeh pak, saya juga heran kok ada cewek yang mau naik motor butut kayak begitu ya pak, apalagi kuliahnya di temoat elit kayak begitu" jawab Ujang.


" Lah iya bapak juga terheran heran itu. cewek langka itu jang" kata pak Bahdim sambil mengerjakan sesuatu.


Di sisi lain Dimas yang masih sibuk dengan banyaknya pekerjaan sesekali dia menguap.


" Ngantuk Dim?" tanya Seto.


Dimas mengangguk " Iya To, tadi malam kurang tidur karena ngerjakan tugas dan tadi pagi berangkat pagi jadwal kuliah full" kata Dimas pada Seto. Dimas memanggil Seto tidak lagi dengan sebutan kak atau mas karena Seto bilang dia tidak suka dipanggil dengan sebutan itu karena menurut dia mereka sepantaran Biar keliatan lebih akrab.


" Ehm pantesan keliatan capek sekali begitu, mana karena kamu tadi baru datang sore jadi kerjaan tambah numpuk lagi." jawab Seto.


" Ehm iya hari ini pekerjaan lagi banyak banget ya To," mereka melanjutkan kerjaan mereeka yang sedang menumpuk.


Dimas seperti biasa selalu mampir di bengkel pak Bahdim hanya sekerdar mengisi angin. Bengkel pak Bahdim memang selalu lembur sampai malam hari karena memang kerjaan mereka luar biasa banyak. Tidak ada bengkel motor lain di sini selain bengkel motor pak Bahdim. Dan karena pelayanannya memuaskan maka banyak orang mempercayainya. Sehingga setiap hari harus lembur.


" Malam bapak" saoa Dimas.


" Malam mas Dimas." sapa pak Bahdim.


" Lembur terus, rejeki banyak yak pak alhamdulillah" ucap Dimas.


" Iya atu mas Dimas, alhamdulillah kalau tidak lembur tidak selesai selesai dan pelanggan jadi kecewa nanti. di sukuri saja." jawab pak Bahdim yang sedang mengotak atik motor bebek keluaran 70an itu.


" Belum selesai motornya cewek itu?" batin Dimas.

__ADS_1


" Ini loh mas, saya itu heran sama yang punya motor ini, gadis cantik tapi kok mau naik.motor kayak begini. tapi sih kalau dilihat dari semua onderdilnya kualitas bagus semua" kata pak Bahdim.


" Mungkin sudah kadung cinta pak jadi tidak peduli motor apa itu yang penting nyaman, kayak saya ini pak" jawab Dimas sambil tersenyum. Sebenarnya dia pun juga berfikiran sama dengan pak Bahdim dan itu yang membuat gadis itu beda dari yang lain. Sungguh gadis spesial pakek telor pikir Dimas.


" Masih lama selesainya pak motornya?" tanya Dimas.


" Mungkin besok mas sudah bisa di ambil." jawaban pak Bahdim seketika membuat Dimas lega sekaligus merasa sedih. Karena dengan motornya yang masih di bengkel ini dia bisa curi curi pandang pada gadis itu ketika dia di bengkel pak Bahdim menjenguk motornya. Dan jika sudah sembuh maka dia tidak lagi bisa curi curi pandang. Diam diam dia memperhatikan gadis cantik itu. Dia tertarik dari awal dia ketemu namun tidak memperlihatkanya.


Akhirnya malam semakin larus dan Dimas berpamitan pulang. Dimas mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Kali ini dia berharap bertemu lagi dengan gadis itu dan ternyata zonk. Dia berhenti di sebuah mini mart untuk membeli sesuatu untuk menganjal perutnya yang selalu lapar setiap dia begadang meski sore tadi dia sudah makan. Dan lalu dia melanjutkan perjalanannya menuju kostan.


Entah angin apa yang membuat Dimas tiba tiba berhenti di depan kostan gadis itu. Terdiam sejenak dan memandangi rumah kost yang sudah sepi itu. Sepertinya penghuni rumah itu sudah pada berkelana dialam mimpi mereka masing masing.


" Sudah sepi" gumam Dimas yang kemudia di sadarkan oleh suara.


" Bro lupa kostan kamu ya?" tepukan tangan pada pundak Dimas mengagetkan Dimas.


" Ah kamu mengagetkanku saja. Tidak aku masih ingat kost ku sebelah sana" sambil menunjuk ke arah kostanya.


" Terus ngapain berhenti di sini?" tanya teman Dimas itu penasaran.


" Sedang memperhatikan kostan cewek cewek cantik yang kalau malam sepi banget dan kalau pagi berisik banget" jawab Dimas yang memang kostan mereka tidak jauh dari kostan milik Inka.


" Ada ada aja kamu bro. ya sudah ayo pulang" Ajak teman Dimas dan di iyakan oleh Dimas. Dimas pun melajukan motornya kembali menuju kostannya.


" Apa aku sudah setertarik itu sama gadis itu, bahkan aku saja belum tau siapa namanya, dia ambil jurusan apa. tapi memang dia beda dengan gadis yang pernah aku temui. dia apa adanya dan spesial pakek telor" gumam Dimas sebelum memejamkan mata malam ini.


good nigth

__ADS_1


__ADS_2