Muridku Adalah Istriku

Muridku Adalah Istriku
Siapa yang lebih cepat?


__ADS_3

Senyuman manis selalu terukir di wajah cantik anya pada pagi hari ini, anya sedang menuju ke ruang kelas nya, hari ini ia kembali berkuliah setelah perdebatan panjangnya dengan fano.


“Waduhhh bu boss masih kuliah ceritanya nih”Goda risa ketika melihat anya masuk kedalam kelas.


“Iya dong wlee”Ucap anya.


“Gimana?baby nya baik baik aja kan?”Ucap mia yang penasaran dengan kandungan anya.


Anya memang sudah menceritakan tentang kehamilannya ke kedua orang tuanya dan juga ke sahabatnya.


Karena ia mau orang yang di sekitar nya juga bahagia ketika mendengar kabar tentang kehamilannya.


“Baik dong aunty”Ucap anya dengan suara yang dibuat buat.


“Udah berapa usia nya?”Ucap risa.


“Lima hari lagi pas dua minggu”Ucap anya.


“Enak gak bikin anak?”Ucap mia dengan polosnya.


“Aishh malah bahas yang itu”Ucap anya.


“Tau nih si mia mau ngerasain juga kali”Ucap risa.


“Kasian ya yang jomblo”Ucap anya lalu terkekeh.


Hingga akhirnya pelajaran pun dimulai mereka bertiga fokus kepada materi yang disampaikan oleh dosen mereka.


Tiba saat nya waktu istirahat, Tiga sejoli itu pun segera menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.


“Bumil mau apa?”Ucap mia.

__ADS_1


“Gue es teh manis aja deh, gue lagi gak mood makan”Ucap anya, entah mengapa persaan nya menjadi tak enak, seakan akan ada yang terjadi namun anya menghiraukan kan segala perasaan tak enak nya.


Setelah mencatat pesanan kedua temannya, mia pun segera pergi ke stand makanan yang ingin ia beli.


Ketika sedang asik mengobrol, ponsel anya pun berbunyi, disana terlihat nama tian yang tertera.


Anya pun langsung mengangkat telpon dari tian.


“Ada apa ka?”Ucap anya.


“Gue ingetin dulu ya, lo jangan panik ya”Ucap tian.


“Iya ka,kenapa?”Ucap anya.


“Fano ditembak oleh seseorang ketika sedang berada di lobby”Ucap tian.


Anya tak menjawab pernyataan tian, air matanya mengalir, dadanya sesak, siapa yang tega menyakiti suaminya?


“Sekarang bagaimana keadaan mas Fano?”Ucap anya sambil menangis.


Anya pun langsung memutus panggilannya dengan tian.


“Lo kenapa nangis?”Ucap mia yang baru saja datang sambil membawa makanan.


“Fano tertembak”Ucap Anya sambil terisak.


Wajah tenang risa pun sekarang berubah menjadi khawatir menatap sahabatnya.


“Terus gimana kondisi nya”Ucap risa.


“Aku gak tahu”Ucap Anya.

__ADS_1


“Sekarang kita ke rumah sakit”Ucap mia lalu mereka pun pergi ke parkiran untuk menuju mobil risa dan segera menuju rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan, anya pun tak henti hentinya menangis,Ia takut terjadi hal yang tak diinginkan oleh nya, ia takut fano nya pergi meninggalkannya.


Mia pun selalu memberi dukungan agar anya tidak terlalu bersedih karena dia sedang mengandung.


Sesapainya di rumah sakit mereka bertiga pun segera menuju ke UGD tempat fano berada.


Ketika Hampir sampai, dari kejauhan ia sudah melihat Reza dan tian yang sedang menangis.


Anya pun berlari untuk lebih mendekat.


“Gimana keadaan suami aku ka?”Ucap anya kepada tian.


Anya memanggil tian dengan sebutan kakak karena tian lah yang paling dewasa diantara Fano dan Reza, lagi pula umur anya dan tian juga terpaut sangat jauh jadinya anya memanggilnya dengan sebutan kakak.


“Dari tadi dokter masih berusaha untuk mengeluarkan peluru itu”Ucap tian sambil menahan tangis nya.


Anya pun semakin menangis, sontak risa dan mia pun segera memeluk anya dan mengusap lembut punggung anya.


Tak lama kemudian dokter pun keluar.


“Bagaimana keadaan suami saya dok?”Ucap anya khawatir


“Pasien atas nama fano......”


_____________


Hai gaiss ini updatean kedua aku buat hari ini, gak tau juga besok bakal up atau engga, hihihi.


Jangan lupa juga ya mampir ke cerit cerita aku yang lainnya.

__ADS_1


**T H A N K S


- Z U A** -


__ADS_2