
Anya pun meneguk kasar ludahnya ketika melihat pria yang memanggil namanya.
Pria itu adalah Fano,Fano berjalan mendekati anya dengan mata yang menatap anya dengan tatapan tajam.
Anya pun hanya diam ketika melihat fano yang mendekat ke arahnya.
“Sejak kapan kamu bisa menggunakan pistol?”Ucap fano dingin.
Anya pun hanya diam dan memberikan tatapan tak lembut kepada fano agar amarah fano segera menghilang.
“Huftt baiklah,kamu bisa jelaskan dirumah”Lanjut fano lalu menggandeng tangan anya agar ikut ke dalam mobil.
Sesampainya didalam mobil, anya lun hanya diam dan tak berani berbicara kepada fano.
Daripada nanti gue kena ceramah, mendingan gue diem deh Batin anya.
Lalu mobil yang dikendarai fano pun langsung berjalan menuju rumah mereka.
Saat sedang melamun, tiba tiba ponsel anya berbunyi dan ternyata yang menelpon adalah frans.
Oh astaga!! ia baru ingat kalau tadi ia berjanjian dengan frans, anya pun langsung mengangkat panggilan telepon dari frans.
“Iya kenapa frans?”Ucap anya kepada frans
“Bos dimana?”Tanya frans yang berada di sebrang sana.
Anya pun menepuk jidatnya, seharusnya ia mengabari bahwa ia sudah di jemput fani tapi anya malah lupa.
__ADS_1
“Aku sudah dijalan menuju rumah bersama mas Fano”Ucap anya.
“Syukurlah kalau begitu saya balik ke markas dulu ya bos”ucap frans.
“Ok baik”Ucap anya lalu mematikan sambungan telepon nya.
Lalu anya pun menoleh kan kepalanya ke arah fano yang masih Diam dan fokus mengendarai mobil.
Ide jahil pun terlintas di otak cantik anya, ia yakin bahwa setelah ini pasti fano tidak akan mengacuhkan dirinya.
Anya pun menyandarkan kepalanya ke lengan fano.
“Sayang..”Ucap anya dengan puppy eyes nya.
Tak ada sahutan dari fano.
Fano tetap diam.
Anya pun mencibikkan bibirnya kesal karena melihat fano yang masih tetap Diam.
Anya pun menatap perutnya dan.....
“Hai baby masa daddy marah sama mommy, padahal kan mommy lagi sedih,nanti kalo kamu udah lahir kita pergi aja ya dari rumah dan nanti kita tinggalin aja daddy mu sendirian”Ucap anya kepada baby yang ada di perutnya.
Fano pun membulatkan matanya saat anya mengatakan bahwa anya akan membawa anaknya pergi bersama nya.
Fano pum melihat ke arah anya yang masih sibuk berbicara kepada baby yang ada dikandungannya.
__ADS_1
Tangan fano pun terangkat dan mengelus lembut perut anya.
Anya pun tersenyum puas saat melihat respon dari fano, sudah ia duga bahwa fano tidak akan diam jika suda berurusan dengan baby nya.
“Nanti aku jelasin ya mas”Ucap anya kepada fano.
Fano pun menatap datar anya.
“Aku akan jelasin semuanya sama kamu, aku janji deh,lagian sih kamu nya baperan banget ish”Lanjut anya.
Karena tak mendapat jawaban dari fano, anya pun segera memainkan ponsel nya dan mengetikkan sesuatu untuk fano.
Setelah dirasa cukup akhirnya anya pun mengirimkan pesan singkat itu kepada fano.
Ting...
Suara notifikasi dari ponsel fano, dengan cepat fano pun langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim kan pesan kepadanya.
Fano pun tersenyum tipis ketika membaca pesan singkat dari istri nya
from: my wife😚.
To: me.
Daddy jangan ngambek ya!!,aku janji deh akan ceritain semuanya ke kamu deh, udahan ah ngambek nya nanti gantengnya ilang loh..
ia pun menolehkan kepalanya, menatap wajah anya dan ia melihat bahwa anya sudah terlelap.
__ADS_1
Fano pun mengecup bibir anya sekilas alalu fokus menyetir mobil kembali.