
Anya sedang menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju ke ruangan Fano yang berada di ujung lorong.
Ketika sudah mulai mendekat, dari kejauhan anya melihat Tian dan Reza yang sedang berbicara hal yang serius.
Anya pun mempercepat langkahnya, Firasatnya sudah tidak enak sejak tadi ia melangkah kan kaki menuju ruangan fano.
“Mas fano kenapa?”Ucap anya kepada tian dan Reza.
Mereka berdua pun hanya diam tanpa menjawab pertanyaan anya.
“Mas fano kenapa Reza!!”Ucap anya yang mulai emosi karena tidak mendapatkan jawaban.
“Fano.....”Ucap Reza yang menggantung.
“Mas fano kenapa ka tian?! jawabb?!”Ucap anya.
“Kita gak sanggup bilang nya mendingan lo masuk aja”Ucap tian dengan raut wajah sedih.
“Sebenarnya kalian kenapa sih?! fano baik baik aja kan!!”Ucap anya.
“Mendingan lo liat sendiri aja deh”Ucap Reza.
Anya pun langsung masuk kedalam ruangan Fano dan langkah nya pun terhenti.
Deg....
Anya langsung terduduk lemas ketika melihat tubuh fano yang sudah di tutupi kain putih, tangisnya pecah, rasanya dunia nya hancur dalam sekejap.
Dengan keadaan yang masih terisak, anya pun mendekat ke arah jenazah fano.
Rasanya ia tak menyangka jika Fano pergi meninggalkan nya secepat ini.
Anya pun memeluk fano sambil terisak kencang.
__ADS_1
“Kenapa kamu tinggalin aku mas?!”
“Kamu bilang,kamu akan selalu bersama ku”
“Bangun mas bangun!!!!”
“Mas!!!”Ucap anya sambil terisak.
Lalu dokter pun masuk kedalam ruangan fano dan langsung berusaha menenangkan anya.
Tian dan Reza pun langsung masuk ketika mendengar teriakan histeris dari anya.
“Ikhlasin fano ya”Ucap tian sambil memeluk anya yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri.
Reza pun menangis melihat sahabatnya yang terbaring terbujur kaku.
“Jenazah pasien akan segera dikuburkan dan sebaiknya segera di urus administrasi nya”Ucap dokter tersebut.
“Gak?! suami saya masih hidup dok!!!!! dia belom pergi!!”Ucap anya sambil memeluk jenazah fano.
“Anya kamu harus ikhlas,ikhlaskan kepergian Fano ya”Ucap tian sambil mengusap lembut punggung anya.
“Mas fano cuma masih tidur ka!! dia belum pergi?!! kenapa sih kalian bilang mas fano meninggal!!!!!”Ucap anya.
“Ikhlasin anya ikhlasin!!”Ucap Reza agak membentak supaya anya sadar dan mengikhlaskan kepergian sahabat nya.
“Kalo kalian nganggap mas fano udah gak ada,ok sekarang juga anya akan menyusul as fano!”Ucap anya lalu menusuk kan pisau ke perutnya.
HUAHHHH.......
Anya terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu, ia masih ingat mimpi buruk yang ia dapatkan.
Diraih nya ponsel yang berada di nakas samping tempat tidurnya, lalu ia pun mencari nomor tian untuk mencari tahu keadaan fano.
__ADS_1
Tadi saat pulang dari mansion, anya tidak jadi kembali ke rumah sakit, ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen untuk mengambil beberapa pakaian, namun tanpa sengaja ia malah terlelap.
“Halo ka tian”Ucap anya ketika panggilan telpon nya terhubung.
“Iya kenapa anya?”Ucap tian di sebrang sana.
“Gimana keadaan mas fano?”Ucap anya.
“Masih sama seperti saat kamu pergi,kenapa emangnya?”Ucap tian.
“Aku mimpi buruk”Ucap anya yang merasa hatinya mulai sesak jika mengingat kembali mimpi itu.
“Mimpi apa?”Ucap tian penasaran.
“Mimpi kalau mas Fano—”Ucap anya yang terpotong karena teriakan Reza yang berada disamping tian
“Tian!! Itu lihat fano astaga?!!!”Ucap Reza yang berada di samping tian.
Anya pun yang mendengar suara Reza langsung bertanya keadaan fano.
“Mas fano kenapa?!”Ucap anya mulai panik.
Panggilan telepon tian pun terputus tanpa menjawab pertanyaan dari anya.
___________
Hai!! maaf banget ya kalo part ini gaje hehehe.
Jangan lupa, like, vote, comment yaw.
**T H A N K S
- Z u a** -
__ADS_1