
Beberapa waktu lalu saat aku menjenguk Obi di rumah sakit, aku melihat dia sedang berbincang dengan Talitha sambil disuapi makanan. Tidak ada wanita yang tak sakit hati melihat pacarnya yang sedang sakit malah diperhatikan oleh perempuan lain.
aku juga sudah mendengar kabar kalau Obi sudah pulang dari rumah sakit. aku bersyukur jika dia sudah sembuh dan pulang.
hari ini aku bersekolah aku menaiki sepeda motorku dengan pelan. menatap jalanan yang ramai dengan sedikit mendung yang menyelimuti.
"rasanya berat jika hari ini bersekolah tanpa adanya perbincangan diantara aku dan Obi". gumamku
aku memarkirkan sepeda motorku dengan rapih.
" asya". kata seorang yang bersuara berat
aku melihatnya dengan penuh keceriaan. aku menatapnya penuh senduh dan ingin sekali langsung memeluknya. tapi aku tidak bisa. karena aku takut akan terjadi sesuatu lagi yang buruk.
"asya". katanya sambil memelukku
aku hanya mematung di parkiran motor. merasakan pelukan yang sangat aku rindukan.
aku tak sadar sampai sampai aku menitihkan air mata.
"asya kenapa? kenapa ga datang ke rumah sakit?". tanya Obi
" gue sibuk". kataku
aku langsung pergi meninggalkan Obi dari parkiran motor dan langsung pergi ke kelas.
"kenapa? kamu ada masalah apa?". tanya Obi
" jangan ganggu gue lagi bi".kataku
"ya kenapa? salah aku dimana?". katanya
"mending Lo tinggalin gue dulu, gue males Deket sama Lo". kataku
aku langsung masuk ke dalam kelasku. Obi merasa terheran mengapa sikapku berubah. rasanya dia masih sakit dan lelah. dia juga berfikir mungkin asya sedang datang bulan dan moodnya sedang berantakan.
...***...
Pulang sekolah pun tiba seperti biasa Obi sudah datang di depan kelasku. dia menungguku.
" hai asya". sapa Obi
aku langsung melengos dan berjalan terus.
Obi menarik tanganku mungkin kesabarannya sudah mulai habis.
" asya kenapa? bilang! jangan kayak anak kecil". kata Obi
" ya emang gue anak kecil". kataku
Obi menghela nafas berat. kemudian menatap asya dalam dalam
"asya kenapa si? kalau ada masalah atau apa bilang. bisa ga si asya ngertiin Obi sedikit. Obi habis sakit. Obi cape .Obi juga nungguin. kamu pas dirumah sakit, nelfon kamu chat kamu tapi ga pernah kamu respon". katanya
" gue juga capek bi, Lo pikir cuman Lo doang yang pengen dingertiin. gue juga sama gue pengen dingertiin dan gue cape". kata asya
__ADS_1
" jadi maunya gimana?".
" gatau". kata asya
asya langsung pergi meninggalkan Obi. Adam menghampiri Obi untuk menenangkan Obi.
" sabar ya bro". kata Adam
" emang pas gue ga berangkat sekolah ada kejadian apa si dam. gue berasa kek orang bego tau ga. gue gatau kenapa pacar gue tiba tiba berubah". kata Obi
" em gue gatau bi, perasaan baik baik aja deh". kata Adam
" maaf ya bi, sebenernya ada masalah antara orang tua Lo dan asya. tapi gue ga bisa cerita. gue juga lebih ngedukung Lo sama Talitha ketimbang sama asya. maaf banget semoga Lo paham". batin Adam
"yaudah lah dam. balik yuk". ajak Obi
tiba tiba Talitha menghampiri Obi.
" Obi gue balik bareng Lo ya". kata Talitha
" pliss". lanjutnya
"yaudah gue anterin Lo balik ya tal, sekalian Lo anterin gue beli sesuatu ya". kata Obi
" oke".
...***...
Obi dan Talitha berhenti dulu di toko boneka.
"ayo tal". ajak Obi
Obi melihat lihat boneka Teddy bear yang sangat lucu.
"eh tal, bagus yang ini apa yang ini?". tanya Obi
sambil memegang kedua boneka
" semuanya bagus, tapi Talitha lebih suka yang warna pink". kata Talitha
" wah Obi tau aja kalau Talitha suka boneka Teddy bear". batin Talitha sambil senyum senyum
Obi menyalakan motor miliknya. kemudian menyodorkan boneka itu kepada Talitha.
" makasih Obi". kata Talitha
" makasih buat?".
" bonekanya".
" haha maaf tal, boneka itu bukan buat Lo tapi buat asya. gue cuman mau nitip pegangin doang". kata Obi sambil terkekeh pelan.
"aish". Talitha sambil memutar bola mata nya
saat tiba di rumah Talitha Obi langsung pergi ke rumah asya untuk menyerahkan boneka yang sudah ia beli.
__ADS_1
"semoga asya suka". batin Obi
Obi langsung melajukan motornya dengan cepat. rasanya ia rindu sekali dengan asya.
saat tiba di rumah asya, Obi melihat jika di sana sudah ada moto Angga. Obi terheran kenapa Angga dan asya semakin hari semakin dekat.
Obi melihat asya sedang memeluk Angga erat. rasanya hati Obi sangat teriris. rasanya hatinya terluka dan tersayat sayat.
"hai". kata Obi
Angga langsung melepaskan pelukan asya.
" maaf ya bro, ini ga seperti yang Lo pikirin".
Obi langsung mengangguk kemudian langsung menyerahkan boneka itu kepada asya.
" makasih bi, tapi lebih baik mulai sekarang Lo gausah kasih gue apa apa lagi". kata asya
" kenapa? kamu kan pacarku". kata Obi
" sebenernya gue ga pernah suka sama Lo bi, gue Nerima Lo karena gue kasihan sama Lo. gue juga cuman jadiin Lo pelampiasan". kata asya
" Sekarang gue udah suka sama Angga". kataku sambil memegang tangan Angga
Obi merasa sakit hati, Obi merasa dia dikhianati oleh asya. Angga hanya terdiam Angga mengerti keadaan asya yang sesungguhnya.
" tega ya Lo". kata Obi sambil menunjuk Angga
" bukan salah Angga bi, anggap aja kita seri Lo juga selingkuh sama Amel dan gue ga pernah nyalahin Amel. dan Lo sekarang ga perlu nyalahin Angga".
" terus Lo mau apa?!". sewot Obi
aku hanya terdiam
" oke gue tau mau Lo, kita putus". kata Obi sambil melemparkan boneka itu kepada asya
Obi mengendarai motornya cepat. aku langsung memeluk Angga erat rasanya sakit sekali rasanya sesak. aku tidak bisa berbohong kalau aku tidak menyukai Obi. itu adalah kebohongan terbesar yang pernah aku lakukan jika aku pura pura mencintainya.
"kenapa Lo ngomong gitu si ca". kata Angga
"gue gatau ngga,gue cape". kataku
Obi melajukan motornya dengan cepat. dia menitihkan air mata karena rasa sesak di dada. sesampainya di rumah Obi langsung pergi ke kamarnya.
" kenapa dia?". kata bunda
mbak diah langsung menghampiri Obi ke kamarnya.
" kenapa Lo? payah banget nangis". kata mbak Diah
"gue putus sama asya".
mbak Diah terdiam saat mendengar perkataan Obi karena dia juga turut ikut campur dalam kehidupan Obi dan asya.
"perasaan gue baru tau liat Lo nangis gegara putus sama cewek, biasanya Lo biasa aja". kata mbak Diah
__ADS_1
" dia itu beda mbak, rasanya gue sayang banget sama dia. benar kata orang jika kita terlalu mencintai seseorang pasti rasanya akan sakit. sakit sekali sampai sampai kita masih akan berharap jika dia akan balik lagi dengan kita padahal dia sudah jahat kepada kita".