My Beloved Oby

My Beloved Oby
Resmi


__ADS_3

asya bergegas pulang bersama Obi menaiki motor besar milik Obi.


" Angga gue pulang ya,salam buat mama Lo". kata Ay sambil melambaikan tangan


"Ay waspada ya takut di jalan ada yang mau bunuh Lo". kata Angga sambil terkekeh pelan


"Tenang ngga, kita sesama anak beladiri bakal bisa jaga diri". Ay tersenyum manis kepada Angga.


...***...


Beberapa menit pun aku dan Obi menyusuri jalanan, entah aku sangat menikmati suasana ini, suasana romantis di motor ini. di jalan ini. rasanya aku dan Obi seperti raja dan ratu yang berada di karpet merah sambil di sambut oleh banyak orang sayangnya itu hanya pohon yang menyambut ku.


Obi tidak banyak berbicara saat di jalanan, mungkin dia sedang sakit, atau mungkin sedang nahan berak bisa jadi dia merasa kehausan karena banyak bercakap dengan kawannya.


Jalanan rasanya sepi karena memang ini sudah sore. Hujan pun turun rintik rintik.


" Asya". panggilnya pelan


"hmm".


" Gue mau ngomong sama Lo". katanya


" ngomong aja kali, biasanya juga Lo doyan nyerocos tanpa gue suruh". kataku


"Hem gimana ya?". tanyanya


" gimana apanya? ga jelas banget si lu". kataku sambil menoyor helm Obi.


" gimana kalau kita mencoba untuk menjadi tidak berteman". katanya sambil berbelit belit dan tetap memandangi jalan agar tetap fokus menyetir


" Kan kita dari dulu memang bukan tidak berteman, gimana si? kau ini amnesia atau gimana?". tanyaku


" jadi kita resmi?".katanya


" Iya resmi jadi musuh". kata asya sambil terkekeh pelan.


Obi menghela nafas sebentar.


" nih cewe kaga peka banget si". batinnya


" maksud gue bukan itu ogeb".


"lalu?".


" mau ga Lo jadi orang yang selalu ada buat gue". katanya


" maaf ga bisa,soalnya gue ga bisa tinggal bareng sama lu apa lagi nemenin lu pipis". kata asya


" bukan begitu juga dodol".


" terus".

__ADS_1


" oke to the point aja ya, mau ga Lo jadi pacar gue?". tanyanya


Obi langsung mengerem mendadak karena ada pengendara motor yang tiba tiba berhenti. reflek asya langsung memeluknya. Detak jantung asya sedang tak karuan. apakah benar Obi menembaknya, apakah benar jika ada orang yg ingin membunuh asya adalah Obi?.


" Lo deg degan Ay". tanya Obi


" apaan kaga".kata asya sembari buru buru melepas pelukannya


"gimana Ay? mau ga?". tanyanya pelan


" Gue gatau bi, Lo kalo ngeprank jangan ke gue deh kaga mempan". kata asya


" gue ga ngeprank asya, ini serius. Mau ga jadi pacar gue?".


Asya juga sudah mulai punya rasa ke Obi, tapi apa kah ini beneran dia suka? takutnya dia hanya menipuku dan untuk memenangkan taruhan seperti dilan. aku tidak mau kejadian dilan kembali terulang dan membuatku takut untuk mencintai seseorang.


" BI Lo tau kan, dulu gue dipermalukan sama dilan. dan Lo juga pasti tau, kalo gue suka sama dilan. kalo sekarang gue Nerima Lo, bukan berarti gue jadiin Lo pelampian. gue akan belajar mencintai Lo,sebisa gue bi, tapi apa Lo bisa Nerima kalo gue belum mencintai Lo sepenuhnya?". kata asya


Obi menghela nafas sejenak, iya menghilangkan nafas sesak di dadanya.


"bisa kalo itu sama kamu". katanya


Obi menghentikan motornya di depan KUA. asya terkejut,kenapa dia menghentikan motornya disini.


"Turun". kata Obi.


" Obi marah ya? duh jangan tinggalin gue di sini dong,gue gaada uang buat balik ini jg udah sore mana ada angkot". kata asya memohon


dia membuka kotak itu dan isinya cincin.


"Ini cincin buat Lo asya,walaupun ini bukan cincin emas atau permata cinta gue ke elo bener bener tulus,jadi mau ga Lo jadi pacar gue". katanya


Asya merasa terkejut dengan menutup mulutnya dengan tangannya. demi apa ini adalah perilaku istimewa dari seseorang yang benar benar mencintainya.


"ini buat bukti pengikat kita jadian,kalo nikah entar deh bakal beliin cincin yang asli". kata Obi


Asya mengangguk mengiyakan. kemudian dia menyodorkan tangannya untuk dipakaikan cincin sebagai peresmian kalau mereka berdua jadian.


"KUA ini sebagai saksi,entar kalau Tuhan merestui kita akan kembali ke sini dan menjadi pasangan suami istri". kata Obi


hujan yang rintik rintik turun membawa kesan romantis diantara hubungan asya dan Obi. asya langsung memeluk Obi dengan erat,kemudian menangis. karena tidak ada lelaki yang memperlakukannya begitu istimewa seperti Obi. walaupun Obi tidak tampan tetapi dia bisa memperlakukan asya seperti ratu.


Asya menangis terharu karena tak percaya jika ada orang yang benar benar mencintainya.


"Terimakasih tuhan,telah menghadirkan orang istimewa yang menjadikanku seperti ratu setelah ayahku". batin asya


Asya melepaskan pelukannya kemudian melanjutkan perjalanan pulang. karena memang cuacanya sudah gelap.


saat dalam perjalanan asya memeluk Obi tak henti hentinya. hingga tiba di rumah.


" gue masuk dulu ya, hati hati". kata asya

__ADS_1


...***...


saat tiba di rumah asya langsung masuk ke dalam rumah dan ayahnya sudah menunggunya.


" Dari mana saja kamu?". tanyanya sedikit bernada tinggi


"Diantar pulang sama siapa?pacarmu?".tanyanya


"bukan yah, cuma teman". kata asya


" jangan pulang sore lagi, awas kalau ketauan pulang sampe magrib begini".


"Gausah pacaran dulu,fokus aja tu sekolah. jangan sok Sokan main cinta cintaan". kata ayah asya


asya mengangguk pelan. kemudian masuk ke kamarnya seperti biasa adikku yang bernama Fajar gilang dia masuk ke kamarku. ingin bermain denganku. dia laki laki berumur 7 taun kelas 2 SD.


" Kak main yu, bosen nih gue main sendiri melulu". katanya


" sana sana kerjain pr lu tu, gue mau bobo. ngantuk tau ga".


"yaelah punya kakak ga asik banget si". katanya


Dia keluar dari kamar. aku langsung menjatuhkan tubuhku di pulau kapuk yang empuk. sambil memandangi cincin yang Obi berikan padaku.


"Obi sosweet banget,ini cincin bagus juga". kataku


sambil tersenyum senyum sendiri. ponselku bergetar.dan terdapat pesan dari seseorang.


Obi


Hay pacar


katanya


aku langsung mengganti nama ponsel Obi


pacar✨


menggelikan sekali rasanya aku menjadi pacar Obi. haha entahlah aku tidak bisa menjawab apa apa. dan langsung mematikan ponselku.


"sebenernya gue bingung,gue belum suka sama Lo bi. tapi gatau kalau nanti".


" tapi gimana ya kalo gue belum suka sama Obi? apa gue putus sama dia apa terus dia benci sama gue ya?".


" gue kenapa si begini, gue gatau rasanya sangat serba salah.bingung gue gue takut kalo Obi bakal benci gue kalo tau gue ga bisa suka sama dia".


...***...


hallo guys✨


Mon maap ya part ini ga jelas. entahlah gue bingung mau ceritanya bagaimana lagi ga punya inspirasi cerita..

__ADS_1


tengkyuuu byee


__ADS_2