My Beloved Oby

My Beloved Oby
Perasaan Aneh Obi


__ADS_3

"hallo ".


" apaan?".kata seorang wanita.


" Tolong gue dong, bilangin sama Ay besok dia di suruh Tante gue buat nemenin Lusi".


"cihh, lu cowo apa cewe si ya kali gue ngajak dia". kata Fina


" ya tolongin sekali kali".


" gamau". kata Fina langsung mematikan telfonnya


...***...


Hari ini adalah hari Senin, dimana hari yang paling orang benci karena mereka harus melakukan kembali pekerjaan atau kegiatan mereka masing masing.


Menurutku hari ini adalah hari terbaik karena aku bisa melihat wajahnya lagi,rasanya rindu ini sudah penuh dan harus ku pecahkan agar tidak terlalu lama untuk menahannya.


Hari ini adalah upacara dan tepat sekali petugasnya adalah kelas 12 IPA 2. Aku langsung cepat cepat baris didepan karena kabay menjadi pemimpin pasukan.


pemimpin pasukan mulai berada didepan untuk membuat para barisan lebih rapih dan tertib.


Ka Bayu hening sejenak. Aku menatap kearahnya karena keringat mulai bercucuran di dahinya.


Ka Bayu yang orangnya merasa peka terhadap rangsangan. dia langsung menatap ke arahku. Aku tersenyum, dan dia kembali tersenyum.


"demi apa kabay senyum sama gue". kataku menarik lengan baju Wulan


" Lo punya jimat apaan si? ko bisa dia senyum sama lu". katanya heran


" ya emang gue cakep". kataku terkekeh pelan.


"Siap grakkk". kata ka Bayu


semua orang diam mendengar aba aba sang pemimpin pasukan.


ka Bayu langsung kembali kesamping barisan tepatnya di sampingku.


Aku merasa jantungku tak tenang. aku meremas lengan baju Wulan.


" lu kalo nerfous jangan bikin lengan baju gue lecek". katanya berbisik


" ya maaf, gue gerogi". kataku sambil melepaskan cengkraman di baju Wulan.


ka Bayu menatap ke arahku.


" Dek, jangan berisik ya".kata Kabay


aku langsung mengangguk dan diam seperti patung. entah dia penyihir atau bukan. dia sangat hebat membuatku menjadi jinak.


Beberapa lama kemudian upacara pun selesai. angin bertiup sangat kencang dan akhirnya topiku terbang.


Aku mengejar topiku dan tak sengaja ada tangan yang juga memegang tanganku.


"Eh ka Ba--yu" kataku sedikit terbata bata


" Maaf ya".katanya sedikit merasa tidak enak.


Obi tiba tiba datang menyaksikan aku bersama ka Bayu.


" Anj*r kenapa tiba tiba hati gue nyesek ya?".gumamnya


Reflek Obi langsung menarik tangan asya. dan langsung membawanya pergi.


" eh ka duluan ya". kataku


Asya melepaskan genggaman tangan Obi.


" Lo apaan si, sakit bego". kataku


" Apaan si ganjen banget jadi cewe". katanya sedikit emosi


"Ganjen apanya? gua ga ganjen sama dia, topi gue terbang terus ditemuin sama dia". kataku kesal


Asya langsung meninggalkan Obi .


"Tunggu". katanya sambil menarik tangan asya kesal


" Apa?". bentak ku

__ADS_1


dia diam. Mungkin bukan saatnya mengajak asya pergi.


" Bisu ya Lo". kata asya sambil meninggalkan Obi.


Adam pun datang melihat asya yang mulai berjalan menjauh.


" Lo kenapa si bro". sambil menepuk bahu Obi


" Gatau, gue heran kenapa gue nyesek ya liat si Asya sama Kaka kelas itu".


" Lo suka ya sama dia?".


" gatau".


" Dari sekian banyak cewe yang naksir Lo, kenapa lu suka cewe modelan ay? dia biasa aja, jutek pula, jauh dibanding sama Talita". kata Adam


" Ya begimana gue ngerasa aneh cuman sama Si asya ". kata Obi


"Yaudah deketin kalo emang lu suka, tapi gue kasih saran lu mundur aja deh bro, dia terlalu jutek".


" gue itu bisa naklukin banyak cewek ya kali sama dia gue ga bisa". katanya


"Ya percaya deh". kata Adam.


...***...


...bel istirahat pun berbunyi. ponsel ini berdering....


" hallo".


" ombi bilang ke aunty ay belum kalo hari ini temenin aku". kata Lusi


" belum Lusi, keliatannya Ay sibuk". kata Obi


" Lusi pengen ngomong sama aunty ay, ayo aku mau ngomong". rengek Lusi.


Obi menatap ke arah Asya yang sedang duduk berempat bersama eka, Fina, dan Wulan.


Obi menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia bingung harus begimana karena asya sedang marah kepadanya.


" eh tu orang keknya mau nyamperin ke sini". kata Eka


Obi pun menghampiri meja asya.


" hai Ay". katanya kaku


" ini si Lusi mau ngomong sama lu". katanya sambil memberikan ponselnya


" eh Lusi kenapa?".kata asya


"aunty ay bisa temenin Lusi jalan jalan ga?".


"hmm kapan emang?".


" nanti sore aunty".


"duh gue pengen liat kabay tanding gimana dong". gumamku dalam hati


" aunty bisa ga?".


"eh yaudah,iya Lusi".


" sampe ketemu aunty dahhh". kata Lusi


Asya menyerahkan ponselnya ke Obi. dia merasa bingung dia ingin melihat pertandingan ka Bayu. Tapi dia ga tega liat Lusi.


...***...


bel pulang sekolah pun berbunyi. Akhirnya Asya langsung menghampiri kelas Obi untuk langsung pergi ke rumahnya.


"eh Ay, bau bau baru jadian nih". ledek Adam teman sekelas Obi


" apaan si lu, sapa juga yang jadian sama temen lu". sambil melipat kedua tangan di perut.


"Eh cepetan dong bi". kata asya reflek langsung memegang tangan Obi


" takut banget cowonya ada yang nyulik, sampe segitu sayangnya ya". kata Adam terkekeh pelan


"ah sialan lu". kata asya sambil melepaskan tangan Obi

__ADS_1


Akhirnya Asya dan Obi ke parkiran motor. Dan tepat disana ada ka Bayu. ka Bayu melihat ke arah Asya. kemudian langsung menghampirinya.


"Pacarmu?". tanyanya


"bukan". jawabnya cepat


"Nonton ntar sore?".


" maaf kak, kayaknya aku ga bisa nonton". kataku sambil memainkan jemari ku.


ka Bayu meraih tangan asya sebentar.


"Yaudah gapapa, yang penting entar doain ya de biar menang".


"oh iya pasti kak, semangat".


ka Bayu mengusap kepalaku pelan.


"oh iya kak, ada sesuatu nih buat Kaka". kataku sambil mengambil botol minum dan handuk warna biru muda.


" thanks ya de,duluan". kata ka Bayu


"cih sok perhatian lu, giliran sama gue ketusnya minta ampun".


" udah cepet jalan". kataku


...***...


Aku sudah sampai di rumah Lusi dan mbak Diah meminjamkan ku baju untuk berganti.


" cantik ay". kata mbak Diah


" hehe makasih".


" cocok loh kalian". ledek Tante Hana


Aku hanya tersenyum kaku. dan kemudian langsung berangkat menggunakan motor obi.


setelah beberapa menit aku langsung sampai di mall.


" aunty kita foto booth yuuk". ajak Lusi


"yaudah yuk".


" om ayoook".kata Lusi


" ini om pake bando warna pink, aunty pake bando yang sama juga ya". kata Lusi


" cocok deh".


" coba ya entar aunty foto berdua sama ombi". kata Lusi


Lusi pun keluar dari tempat foto booth karena tidak ingin menggangguku foto bersama Obi.


"gini gayanya". kata Obi


"yeh".


"senyum dong".sambil menarik pipiku


"haha apaan si lu, coba gaya mata juling". ajak asya


beberapa menit kemudian asya dan Obi keluar dari Poto booth.


" hasilnya lucu juga ya". kata asya


" gimana udah cocok belum kalo kita jadian?". kata Obi sambil menatap ke arah Asya.


...****...


heyo guys...


ga terasa udah masuk chapter 4.


jangan lupa vote dukung author agar semakin semangat menulis karya ini...


follow akun ini juga yaaa


follow Ig author @shaarhm_

__ADS_1


__ADS_2