
kring kring kring
Bel pulang sekolah pun berbunyi, seperti biasa aku harus menunggu angkot yang super duper lama.
seandainya aku punya pacar pasti ga perlu capek capek nungguin mamang angkot yang gantengnya ga seberapa. Tiba tiba ada motor yang berhenti di depanku.
Motornya luar biasa keren..
" Mau gua anterin pulang ga?".
Aku terdiam beberapa saat. Kemudian aku menunjuk arah ku sendiri.
"Gua?" . kataku sambil tengok kanan kiri
"Ya iyalah elu, siapa lagi ya kali gua bonceng Mimi peri". katanya
aku berkedip dan diam sebentar.
" Gausah gr ini cuman buat permintaan maaf doang, gua ga bakal modusin lu". katanya
Aku menghampiri motornya dan mulai akan naik. tetapi dia malah menancap gas duluan.
"Woy gua belum naik". teriakku
" Sori sori". katanya sambil terkekeh pelan
" Ga lucu bego". kataku sembari kesal
"Yaudah cepet naik". katanya
Aku pun naik motornya yang keren itu, sumpah baru pertama kali aku dibonceng sama cowo apa lagi pake motor keren haha.. emang si katro tapi ya memang begitu nyatanya.
Setelah naik, dia kembali menancapkan motornya secara tiba tiba. Reflek aku langsung memeluknya.
"Woy singkirkan tanganmu, modus aja lu".katanya
Aku yang sadar masih memeluknya reflek melepaskan lingkaran tanganku.
" Lu paling modus pengen dipeluk sama gua".
"Yeh ogah". katanya
Dalam perjalanan pulang kami hanya diam menghening. Entah tidak ada yang ingin dibicarakan dengan orang tengil ini. sumpah demi apa pun aku tidak pernah bisa membayangkan kalau dia adalah cowo yang pertama kali aku peluk. Padahal aku inginnya peluk kabay. tapi apalah takdir yang berkata.
" Woy ini mau kemana?". kataku
" Lo mau culik gue ya?".
" Mau kerumah gua". katanya
"Lo mau macem macemin gua ya, sampe haru dibawa ke rumah lo".
" turunin turunin". ucapku sembari memukul mukul helm Obi
"woy diem entar jatuh". katanya
" pokoknya cepet turunin". kataku
Akhirnya motornya oleng dan kami terjatuh. Dia langsung bangun dan memeriksa motornya. Sedangkan aku masih duduk terjatuh.
" Woy motor guaa". katanya sembari kesal
"Bukannya tolongin gua, malah nolongin motor lu". kataku sembari membersihkan debu dari tanganku
" Ya ini gara gara lu".
" Ya Lo mau macem macemin gua".kataku
" Gua ga macem macemin lu, gua cuman mau ngambil laporan ekskul dirumah biar sekalian". katanya.
" Ya maap gua ga tau". kataku.
aku hanya menatap Obi yang mungkin sedikit kesal denganku.
"Ayo naik". katanya
" Gimana Lo gapapa kan?". katanya
__ADS_1
" ini cuman kek gini dikit doang".
Akhirnya aku sudah tiba di rumahnya. Rumahnya sangat mewah dan megah. Ga nyangka si dia anak orang tajir. Aku kira dia hanya anak orang biasa. Ternyata dugaanku salah.
Aku melihat ada seorang wanita yang masih mudah, mungkin dia adalah kakak perempuannya.
" Ayo masuk". katanya
Aku hanya mengangguk. Dan tersenyum kepada seorang wanita itu.
" Loh temennya Robby kenapa? ko luka si?". katanya sambil mendekat ke arahku
" iya kak, tadi habis jatuh dari motor". kataku pelan
" Yaampun emang si Robby kalo naik motor kayak setan".
"Robby ambilin kotak obat sekalian".
" Eh ga usah kak, ini cuman luka kecil aja kok".kataku
" Jangan begitu, ini harus diobatin". katanya
Beberapa saat kemudian Robby muncul dan membawakan kotak obat.
"Biar kakak obatin ya". kata kakak itu
"eh gausah kak entar ngerepotin". kataku
" engga". katanya
Kakak Robby sangat baik, dia cantik. Mungkin banyak pria diluar sana yang menyukainya. karena dia lembut dan perhatian.
" udah selesai". katanya sambil menutup kotak obat
" makasih kak". kataku sambil tersenyum
"Yaudah mbak, aku mau anterin dia dulu ya".katanya
"iya hati hati, oh iya lain kali mampir kesini lagi ya". katanya
****
Aku dan Robby melanjutkan perjalanan menuju rumah. memang letak rumah ku sangat jauh. tiba tiba awan mendung menyelimuti dan mulai lah semesta ini menangis.
Tiba tiba motor Robby oleng.
"Eh ini bannya bocor kayaknya". katanya
"Iya terus gimana? ini hujan". kataku
"itu disana ada bengek, eh tapi baju kamu basah". katanya
" Udah gapapa nanggung hujan hujanan". kataku
Aku menunggu hujan reda sembari menunggu motor Obi yang selesai diperbaiki.
Robby menatap ke arahku sepertinya dia cemas. Karena bibirku yang mulai membiru dan gigiku yang mulai bergetar.
" Lu kedinginan ya?". Tanyanya
Dia langsung memegang tanganku dengan erat. Aku terkejut merasakan aliran darah yang begitu lancar dan jantungku berdetak sangat cepat. kenapa aku ini?
"Jangan berfikiran kalau gua modus ya". katanya
Aku hanya diam. Ada apa dengan diri ini? kenapa tiba tiba seperti ini?
" Lo laper ga?". tanyanya
Aku menggeleng. Tapi sebenernya aku laper banget udah ga tahan mau pingsan.
" Bentar ya". katanya
Dia membeli teh hangat dan roti dan menyodorkannya ke arahku.
" ini buat Lo". katanya
" Gue tau Lo laper, orang kedengeran cacing perut lu mulai mengaum". katanya sambil terkekeh pelan
__ADS_1
Aku memejamkan mataku menahan malu.
" berapa?". kataku
"Bayarnya pake peluk aja ya". katanya sambil terkekeh pelan
Aku hanya melotot kearahnya
" engga kok, bercanda. gausah bayar ". katanya
" thanks ya". kataku
Hujan mulai reda dan motornya sudah selesai di perbaiki.
" Ntar beli martabak dulu ya". katanya
aku hanya mengangguk.
Aku masih saja merasa kedinginan. Robby melihatku dari arah spion. mungkin dia tau kalau aku merasa kedinginan.
" mana tangan lu?". tanyanya
aku menyodorkan tanganku. kemudian dia melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya.
" Gue tau Lo kedinginan". bisiknya
aku hanya diam dan memeluknya di sepanjang jalan. sumpah demi apapun mana ada cewe yang ga baper kalo Obi memperlakukan cewe seperti ini.
Demi apapun aku ga boleh baper sama cowo ini. Ntar yang ada malah makan ati.
Beberapa saat kemudian aku melepaskan pelukanku. Dan akhirnya telah tiba di depan rumahku.
" Thanks ya". kataku
" Ini buat mamamu". katanya sambil menyodorkan martabak yang dibelinya tadi
"hah?". kataku terheran heran
" Iya ini buat mamah kamu, ya kali gua main ke rumah cewe ga bawa apa apa". katanya
" gausah repot repot lagi pula Lo cuman nganterin gua, dan ga masuk ke rumah". kataku
"segitu ngusirnya ya Lo? gua sebagai tamu ga dipersilahkan masuk".
" emm bukan begitu juga". kataku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal
" haha gua bercanda, yaudah entar kapan kapan boleh lah main". katanya
" iya deh iya".
" btw, makasih ya udah nganterin, udah pinjemin Hoodie juga". kataku sembari tersenyum.
"Yaudah masuk gih". katanya
aku mulai memutar badanku.
"Asya". panggilnya
aku menengok
" gue?!".
" iya panggilan baru buat Lo, biar gampang manggilnya". katanya
" assalamualaikum jangan?". katanya
"waalaikumsalam salam". jawabku
dia mengambil tanganku. kemudian menyuruhku untuk mencium tangannya.
" jangan lupa kalo habis jalan sama gua, cium tangan karena gua calon pacar lu".
******
Hallo guys✨
gimana part 2 semoga suka yaaaa. jangan lupa vote cerita ini biar author semangat nulisnya .
__ADS_1