
Hari ini tanggal 2 September 2019. Aku dan Obi mensive yang ke 1 bulan. rasanya tidak menyangka sudah 1 bulan aku dan Obi menjadi sepasang ke kasih.
kring kring kring
bel pulang sekolah berbunyi semua murid bergegas memasukan buku ke dalam tasnya masing masing,terkadang ada juga yang hanya memasukan buku ke dalam kolong meja.
"woy woy angkatin tu bangku,jangan lupa atau gue bacok". kata murid yang mendapat tugas piket hari ini.
Aku berdiri di depan pintu menunggu Obi. Obi datang ke kelasku dan di kelas 11 IPA 3 kebetulan ada temanku salsa. yang sedang menyaksikan kisah uwu ku dengan Obi.
Obi memberikan sebuah kertas yang berisi gambar gambar,dia memberiku hadiah mensiv ke 1 bulan.
aku tersenyum menerima hadiah darinya,dia sangat klasik karena memberiku hadiah gambar yang berisikan tulisan tangannya.
"Sa, Ay jadian sama Obi?". tanya seseorang wanita
"iya,mereka baru satu bulan jadian". kata salsa
Ia adalah Amel katanya mereka pernah dekat tapi tidak jadian. ya begitulah memang ceritanya.
Amel hanya menelan ludah karena tidak percaya jika Obi jadian denganku.
aku membuka tasku dan memberikan sebuah buku diary yang berisi banyak hal curhatanku tentangnya.
"mana buka tas lu". kata asya
dia membuka tasnya
asya membuka tas Obi kemudian memasukannya. semua orang yang menyaksikan kejadian itu bersorak meriah.
"kiw kiw" . kata Adam
aku dan Obi bergegas pulang dan dalam perjalanan aku bertemu dengan Angga.
"Weh bisa ae lu, langgeng terus ya bro". kata Angga
saat aku naik motor bersama Obi aku melihat Amel,dia melihat ke arahku dan Obi sebenernya aku tidak tau mereka ada hubungan apa. aku hanya menikmati perjalananku bersama obi.menaiki motor miliknya kemudian berhenti di sebuah warung makan mie ayam Djoko kendil.
aku duduk dan Obi memesan mie ayam.
"Bi, sebenarnya Amel siapa mu?". tanya asya
" Sebenarnya aku sama Amel pernah Deket si,aku suka sama dia". kata Obi
"terus kenapa lu jadian sama gue bi?".tanya asya
"Ya mungkin jodohnya sama kamu, tenang aja sekarang gue ga Deket sama dia lagi ko". kata Obi
aku hanya mengangguk pelan.
tiba tiba ponsel Obi berbunyi terdapat nama Amel di ponselnya. dia mengirim pesan singkat pada obi.
Obi membacanya.
"Asya maaf banget ya, aku kayaknya ga bisa anterin kamu pulang,soalnya aku ada urusan nih".
"oh gapapa". kataku
__ADS_1
aku tau sebenarnya Obi disuruh Amel untuk mengantarnya pulang,demi apa si hubunganku yang baru berjalan satu bulan harus mengalami ini. kenapa dia lebih memilih mengantarkan orang lain ketimbang aku pacarnya sendiri.
rasanya sakit,baru saja aku mengobati luka bersama dilan sekarang kembali dihancurkan oleh obi.
"asya pulang nya gimana?". kata Obi
" gampang gue bisa naik ojek online".kataku
"yaudah aku duluan ya, dah sayang". katanya melambaikan tangan
aku terdiam kebetulan Angga lewat. aku memanggil Angga dan memberhentikannya.
" Roby kemana ay?".tanya Angga
" gatau, Angga anterin gue pulang". kataku
aku langsung naik ke motor Angga kemudian dari kejauhan aku melihat Obi yang sedang berbincang dengan Amel,rasanya sakit sekali melihatnya begitu.
aku menenggelamkan wajahku dipundak Angga. Angga melihatku dari spion motornya dia mengerti jika aku sedang bersedih.
" pasti ay lagi ada masalah sama Roby". batin Angga
Angga hanya terdiam sepanjang perjalanan. dia berhenti disebuah minimarket.
"turun ay,atau mau nunggu disini aja?". tanya Angga
aku langsung buru buru mengusap air mataku.
" gue disini aja ngga".kataku
" ngga maap baju Lo basah, gue ketiduran terus keringetan jadi nempel di baju Lo". kataku terkekeh pelan
" gamau ah, entar Lo cuciin. pasti ini bukan keringet. tapi iler lu ya". kata Angga terkekeh pelan
" apaan si ngga, gue kaga ngiler, gue kalo tidur tu cantik". kataku
" coba liat gimana tidurnya".
aku memejamkan mataku sebentar. dan Angga melihatku
"cantik kan?". kataku
" iya cantik". kata Angga
Aku terdiam.
"gausah geer".kata Angga
aku dan Angga langsung bergegas pulang ke rumah karena hari sudah mulai sore. dan akhirnya aku tiba di rumah. aku menidurkan tubuhku di kasurku yang empuk.
aku melihat ponselku banyak spam chat dari Obi. tapi aku tidak peduli karena aku malas berbicara dengannya. aku mematikan ponselku dan tidur.
***
keesokan harinya, Obi sudah berada di depan rumahku menjemputku.
" sayang kamu kenapa si ga bales chat aku,aku khawatir sama kamu". katanya
__ADS_1
"cih, mana ada cowo khawatir tapi lebih memilih mengantarkan cewe lain ketimbang pacarnya". batinku berkata
aku hanya diam dan tidak perduli dengan Obi. Aku merasa badanku sedang tak enak hari ini. aku malas berdebat dengan Obi. malas berbicara.
" sayang, kenapa si kamu diem aja?". katanya
" gapapa, lagi mager ngomong". kataku
" lagi pms ya?". katanya
aku hanya mengiyakan saja dari pada dia banyak bertanya. padahal aku sedang tidak datang bulan.
saat tiba di sekolah aku melihat Amel yang kembali melirik ke arah Obi. aku melihat Obi juga tersenyum kepadanya. aku jadi muak dengan drama mereka berdua.
" nikmatin aja tu jalan sama mantan gebetan lu, gue mau cabut ke kelas". kataku
aku langsung masuk ke kelas dengan cepat. Amel menghampiri Obi.
" kenapa cewe lu?". kata Amel
" biasalah cewe kalo Dateng bulan kek singa ngamuk". kata Obi sambil terkekeh
jam pelajaran pun dimulai rasanya aku sudah tidak sanggup belajar. badanku terasa banget tak enak. rasanya kepala sudah berputar seperti bumi mengelilingi matahari.
" Lo sakit ay?". tanya Wulan
" gue gapapa lan, paling kecapean doang".
" tapi Lo demam ay, gue anterin pulang mau ga?". tanya Wulan
" gausah,ntar Lo ambilin gue obat aja ya di UKS, ntar juga sembuh sendiri". kata ay sembari memaksakan untuk belajar
bel istirahat pun tiba aku tidak keluar kelas. Obi mengirim pesan singkat padaku berkali kali. tetapi aku tidak perduli,aku mager bertemu dia.
" ay ,minta anterin pulang pacar lu aja". kata Wulan
" ga lah males gue,ini kan belum jam pulang".
" pacar Lo nyariin tu, gue bilang apa?".
" bilang aja ntar pulang sekolah anterin gue balik". kataku
***
bel pulang sekolah pun berbunyi terdengar kabar kalau ayahnya Amel meninggal. Aku turut berduka cita atas meninggalnya ayah Amel.
aku menunggu Obi di parkiran motor. rasanya kepalaku sudah tak tahan lagi bibirku pucat.
" sayang, aku mau ngelayat ke rumah Amel dulu ya". katanya
"Anterin gue pulang dulu bi, plis". kataku
" kasian Amel sayang, dia lagi butuh dukungan,dia lagi berduka".
...***...
HALLO GEYS JUMPA LAGI DENGAN AKU SEMOGA KALIAN SUKA YA SAMA CERITAKU,JANGAN LUPA LIKE YAAA, BERI VOTE JUGA FOLLOW PENULIS DAN JANGAN LUPA REKOMENDASIKAN CERITA INI KE TEMAN KALIAN.
__ADS_1