MY BO$$

MY BO$$
A


__ADS_3

Elle menelungkupkan wajah lesunya diatas meja kerjanya. Sumpah demi apapun ia benar-benar tidak mood hari ini. Dia masih terbayang-bayang dengan kejadian memalukan yang ia alami tempo hari.


FLASHBACK


"Muka cantik, badan bagus kayak model, wanita karir, pinter juga, usia juga udah mateng. Miris banget anak Mami nggak laku-laku."


Elle mencebikkan mulutnya mendegar sindiran dari sang Mami. Wanita itu akhir-akhir ini memang gencar menyindir nya karena tak kunjung memperkenalkan seorang pria pada keluarganya.


"Mending jomblo, bisa nikmatin hidup." Balas Elle acuh.


Anna, Mami Elle itu mendelik kesal. " Jadi jomblo apa enaknya? Enak juga kalo ada pasangan. Apa-apa berdua, lagi seneng berdua, lagi susah berdua, lagi-" Ucapan Mami Anna terhenti karena mendengar suara bel rumah berbunyi.


Ting


Tong


"Bukain sana." Titah Mami Anna sambil mendorong bahu putri semata wayangnya. Dengan malas Elle bangkit dari tempat duduknya untuk membukakan pintu tamunya.


"YUHUU YOLA HERE'S!!!" Seorang gadis bar-bar masuk ke dalam rumah Elle tanpa dipersilahkan terlebih dahulu. Elle menghela nafas.


Namanya Yola, ia adalah sahabat Elle sejak mereka masih bersemayam di dalam rahim masing-masing sang ibu. Tak heran jika keduanya sangat akrab, bahkan seperti keluarga sendiri.


"Madam Anna, yuhuu." Gadis bernama Yola itu langsung menyergap tubuh Mami Anna dengan pelukan hangat. Dan dibalas oleh wanita itu dengan pelukan yang tak kalah hangat.


"Berasa jadi anak pungut." Guman Elle menatap kehangatan dua perempuan yang saling peluk tersebut.


"Sebenernya kamu emang dipungut." Celetuk Mami Anna tanpa beban.


"Mam!" Kesal Elle. "Becanda cinta, sini-sini ikutan peluk." Ajak Mami Anna. Walaupun masih diselimuti rasa kesal, Anna tetap bergabung untuk berpelukan bersama dua perempuan itu.


"Miss you so bad!"


"Kamu jarang banget main kesini, sibuk banget ya jadi guru?" Tanya Mami Anna kepada Yola.


"Ya gitu deh, Madam." Btw, Madam adalah panggilan spesial dari Yola untuk Mami Anna. Saat ditanyai alasannya, katanya agar terlihat berbeda dari yang lain.


"Bilang aja sibuk pacaran." Seru Elle.


"Pacaran?" Beo Mami Anna. Yola menyengir kecil kemudian mengangguk.


"Kayak gini loh, El. Mami pengennya kamu juga punya pacar. Masa iya anak Mami yang kece badai manjalita ini nggak punya pacar? Apa kata orang, El." Ucap Mami Anna membanggakan Yola. Wanita itu juga kembali mengompori anaknya agar segera punya pacar.


Mami Anna itu takut jika anak perempuan satu-satunya menjadi perawan tua. Apalagi usia Elle sekarang sudah 24 tahun. Bukankah itu usia ideal untuk menikah?


"Jangan sampe Mami pake cara kuno ya buat dapetin jodoh kamu!" Ancam Mami Anna.


Perjodohan. Itu adalah hal paling ngeri menurut Elle.

__ADS_1


"Mam, jangan gitu ih. El takut tau." Rengek Elle.


"Asal Madam tau nih ya, sebenarnya El ada pacar lho!" Ucap Yola. Elle memutar bola matanya malas karena tau jika ucapan Yola adalah bualan semata.


"El nggak ada bilang tuh sama, Mami." Mami Anna melirik anaknya sekilas.


"Sebenernya El masih malu-malu gitu. Soalnya El pacaran sama bosnya sendiri-awshh!!" Yola menggerutu sambil mengusap-usap bekas cubitan Elle di lengannya.


"Demi apa!" Pekik Mami Anna.


"Serius, Madam. Ya kan El?" Tanya Yola.


"Biar terhindar dari perjodohan keramat!'' Bisik Yola. "Tapi kenapa harus bos gue?" Dengus Elle kesal.


"Gepepe, sans!"


"Ya syukur deh, malu-malu itu wajar sayang kan baru pertama kali pacaran." Elle dibuat heran dengan nada dan gaya bicara maminya yabg berubah seratus delapan puluh derajat dari biasanya. "Kalo gitu kan Mami nggak perlu jodoh-jodohin kamu sama anak temen-temen Mami." Sambung Mami Anna.


Elle hanya mampu tersenyum paksa.


*****


Akhir pekan Elle gunakan waktunya untuk mengelilingi Mall. Sorenya ia pulang dengan menenteng beberapa barang belanjaan yang ia bawa dari Mall.


Sebenarnya keluarga Elle itu kaya raya. Namun entah kenapa gadis itu memilih untuk mengabdikan diri sebagai sekretaris di perusahaan orang lain.


Ia melihat sebuah mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Mobil itu terlihat antara asing-dan tidak asing menurut Elle.


"Bodo amat." Elle melenggang masuk ke dalam rumah nya dengan santai.


"Assalamualaikum, Elle pulang."


"Waalaikumsalam."


Mami Anna langsung menghampiri putrinya lalu menggiringnya ke dalam.


"Buruan bersih-bersih, nanti kita makan malem bareng pacar kamu." Ucap Mami Anna.


"Pacar El?" Gadis itu membeo sambil menunjuk dirinya sendiri.


Mami Anna berdecak, "Ya masa pacarnya, Mami!"


"Nak Bara tunggu sebentar ya. Ini El baru pulang ngemall, biasa anak gadis kalo weekend kan suka keliling mall." Ucap Mami Anna yang terlihat sungkan-sungkan.


Elle melirik ke arah ruang tengah. Disana ada Papinya dan seorang laki-laki yang ternyata ... itu bosnya di kantor!


Bahunya merosot. Kenapa malah serumit ini masalahnya? Bagaimana caranya nanti untuk menjelaskan semuanya kepada bosnya?

__ADS_1


Tatapan Bara yang datar sungguh mampu menggetarkan hati Elle. Ia ingin dipendam di bagian terdalam bumi ini.


"Mami ikut El." Elle langsung menarik lengan Maminya menuju ke kamar nya. Disana Elle langsung memberondong Mami Anna dengan berbagai macam pertanyaan yang sejak tadi bersarang di kepalanya.


"Mami, kenapa dia disini? Dan kenapa bisa ada disini? Mau ngapain di rumah kita? Mami nggak macem-macem kan?" Tanya Elle dengan sekali tarikan nafas.


"Emm Mami nggak sengaja ketemu dia pas lagi di Mall. Terus Mami ajak aja kesini, sekalian aja Mami suruh mampir makan malam. Salah ya?"


"Kok Mami bisa tau itu dia?" Tanya Elle mengintimidasi.


"Hehe, Mami minta tolong sama anak Mami yang satunya lagi. Lagian kamu ditanyain gimana wajahnya nggak dikasih tau!" Gerutu Mami Anna.


Oke fix. Semua sumber masalah ternyata berasal dari Yola. Setelah ini Elle akan memberi pelajaran pada gadis itu itu.


FLASHBACK OFF


"Elle."


"Ellena Mocaramel?"


"Nona El!"


Elle tersentak saat mendengar suara orang memanggilnya. Ia menoleh ke kiri kanan seperti orang linglung.


"Saya sudah panggil tiga kali tapi anda malah melamun." Ucap Reno. Laki-laki itu adalah tangan kanan Bara alias Bosnya. Bisa dibilang orang kepercayaan Bara.


"M-maaf." Saking syoknya Elle sampai tergagap.


"Anda diminta Pak Bara ke ruangan beliau, sekarang." Ucap Reno memberitahu.


"Hah? Kapan?"


"Sekarang!" Reno menekan kata yang ia ucapkan agar Elle bisa mengerti maksudnya.


Dengan wajah panik Elle langsung bangkit dari tempat duduknya, dan berlari terbirit-birit menuju ruangan Bosnya.


CEKLEK


"Bapak manggil saya?" Dengan nafas terengah-engah Elle bertanya pada Bosnya.


Sedangkan ditempat duduknya Bara mengeryit heran. Kenapa dengan sekretarisnya itu?


"Hidup 24 tahun di dunia kamu nggak di ajarin sopan santun? Sopan kah masuk ke ruangan orang tanpa permisi terlebih dahulu?" Seru Bara dengan tampang datar yang khas.


Elle tersadar. Gadis itu menganga sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Maaf." Elle segera keluar dari ruangan Bara, dan kembali menutup pintunya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2