
"Khusus untuk Nona Elle tetap disini. " Elle mengeryit heran. Kenapa dirinya dibedakan dengan karyawan lainnya?
"Udah disini aja, lumayan sedekah sama temen-temen." Bisik Loli yang mendapat delikan mata dari Elle.
"Duluan ya bebs." Loli dan kedua temannya meninggalkan Elle sendirian disana.
"Permisi, Pak."
"Ya."
Setelah kantin benar-benar sepi, Bara segera mendekati Elle. Hanya ada mereka disana, Asisten Reno bahkan sudah Bara usir.
"Sayang." Suara keramat itu benar-benar mengganggu indera pendengaran Elle. Gadis itu mencoba abai dengan panggilan Bara. Bara pun tak mau putus asa untuk mendapat perhatian dari Elle.
"Say-"
"Apa!" Sewot Elle.
"Kamu kenapa nggak bales chat dari Mas? Kamu masih marah sama Mas? Kan udah minta maaf kemarin."
"Nggak sempet, keburu laper." Jawab Elle pendek.
"Aaaa jangan marah." Rengek Bara seperti anak kecil. Ini lebih parah, sisi gelap Bara yang satu ini membuat Elle sedikit merinding.
"Nggak usah sok imut, Mas nggak kelihatan imut. Inget umur." Cibiran dari Elle sukses membuat Bara mencebikkan mulutnya kesal sekaligus malu.
"Aku laper." Adu Bara dengan tampangnya yang sengaja dibuat melas seolah sedang lemah tak berdaya.
"Ya makan." Jawab Elle singkat.
"Mau disuapin." Pinta Bara dengan manja.
Mungkin ini efek samping dari bergaul dengan Zero. Sifat Bara ikut-ikutan seperti bunglon, berubah dalam sekejap.
Daripada tingkah Bara semakin menjadi-jadi Elle akhirnya menuruti permintaan Mas Pacarnya itu.
"Bentar aku ambilin minum dulu." Ucap Elle. Namun belum sampai dirinya bangkit dari tempat duduknya, Bara terlebih dahulu menahannya. Pria itu lebih memilih untuk meminum air sisa Elle. Bara meneguknya hingga tandas tak tersisa.
"Ah ... akhirnya kenyang." Guman Bara.
Elle melongo ditempatnya. Tak menyangka jika Bara akan minum digelas bekas miliknya. Dan yang menjadi masalah Bara minum tepat di bekas bibir Elle.
"M-Mas kok minum di-?"
"Apa? Bekas kamu? Nggak papa, lagian enak ada sensasi manis-manisnya gitu." Ucap Bara santai.
__ADS_1
Plak
Elle memukul lengan Bara pelan. "Dikira iklan air mineral pake ada manis-manisnya!" Kesalnya.
*****
Sorenya Elle dan Bara diketahui pulang bersama. Ya, mereka telah berbaikan siang tadi.
"Mas, nanti mampir ke cafe sebentar ya. Aku mau beli kopi." Pinta Elle yang langsung disetujui oleh Bara.
"Kamu suka kopi?" Tanya Bara.
"Suka banget, tapi sekarang emang sengaja ngurangin konsumsi kopi." Jelas Elle.
Mereka sampai di sebuah Cafe yang letaknya tak jauh dari kantor. Bara dengan gentle membukakan pintu mobilnya untuk Elle, dan disambut baik oleh sang gadis.
"Cappuccino Mbak?" Tanya si pelayan.
"Iya, Mas." Jawab Elle. Karena sudah langganan, para pelayan sudah hafal dengan menu andalan Elle.
"Masnya espresso?" Bara sontak memandang pelayan dengan dahi mengeryit. Sok tau sekali, pikirnya.
"Eh maaf, masnya beda ya. Saya kira masih sama kayak yang dulu." Pelayan tersebut meminta maaf kepada Bara yang tak ditanggapi oleh sang empu.
Selama perjalanan pulang keduanya memutuskan untuk tak bersuara. Bara memilih diam, tapi kenyataannya pria itu mengharapkan suatu penjelasan dari Elle. Namun sepertinya Elle tidak peka akan maksud Bara.
Sampailah mereka di depan pagar rumah Elle.
Elle hendak langsung turun, namun pintu mobilnya tak bisa dibuka. Elle sontak menoleh pada Bara.
"Jangan keluar dulu sebelum kamu jelasin semunya." Ucap Bara dengan nada yang berbeda dari biasanya.
"Jelasin apa?" Tanya Elle.
"Kamu nggak mau jelasin siapa orang yang sering kamu ajak ngopi di cafe tadi? Yang suka sama. Pelayan nya aja sampe hafal menu favorit kalian, jangan-jangan emang sering ya dateng ke sana?" Ucap Bara.
"Kalo aku nggak cerita, apa Mas bakal marah?" Tanya Elle.
"Oke kalo itu keputusan kamu." Setelah itu Bara mempersilahkan Elle untuk keluar dari mobilnya.
Dan tanpa memberikan penjelasan apapun, Elle memilih untuk langsung keluar dari mobil Bara.
"Hati-hati, Mas." Bara hanya menanggapi pesan Elle dengan senyum tipis yang ia paksakan.
Sebenarnya Bara marah, kesal, cemburu, kecewa karena Elle tidak mau menceritakan tentang masa lalunya kepadanya. Namun Bara juga tidak mungkin memaksa Elle untuk menceritakannya.
__ADS_1
*****
Hari ini Asisten Reno dibuat kelabakan karena pimpinan kantor serta sang sekretaris kompak izin tidak masuk ke kantor.
"Aduh gimana ini? Masa iya kantor diliburkan?" Guman Asisten Reno. Hari ini ada rapat besar, dan dirinya tak menguasai semua materi.
Ternyata gumanannya tersebut didengar oleh salah satu karyawan, dan kebetulan karyawan tesebut adalah Loli.
Bak sebuah virus, berita tersebut langsung menyebar ke seluruh kantor.
"Sumpah lo, ini serius Pak Reno ngomong gitu? Biasanya kalo udah gitu bakalan bener-bener terealisasikan lho."
"Tapi gue dengernya sih gitu, kayaknya Pak Reno prustasi gara-gara Elle sama Pak Bara nggak masuk."
Hatchiin ...
Ditempat yang berbeda, Bara dan Elle bersin diwaktu yang bersamaan.
"Ini pasti ada yang lagi gosipin aku." Guman Elle sambil menggosok pangkal hidungnya.
"Ck! Beraninya ngomongin di belakang, hatchiin!" Lagi-lagi Bara diserang bersin.
Untuk mengisi harinya yang membosankan, Elle ditemani Yola sang sepupu memutuskan untuk refreshing ke Mall. Layaknya gadis lain pada umumnya, mereka berbelanja ria hingga tak kenal waktu.
"Sumpah ya gue masih pengen ketawa denger cerita tentang Bos lo itu. Secara dia kan terkenal dingin plus kaku plus datar banget, bisa-bisanya setelah sama lo kayak bocil komplek." Cetus Yola.
"Ya gitu deh." Elle menanggapinya dengan malas.
"Btw kalian akhirnya jadian beneran? Manjur dong trik gue, sekarang sepupu gue ini nggak jomblo lagi!"
"Iya gara-gara lo, gue nggak jomblo lagi. Tapi gue tertekan sama Bara api itu!" Dengus Elle.
Sedangkan di tempat lain Bara tengah merenungi diri. Apakah bentuk rasa cemburunya kepada Elle itu berlebihan?
"Ah bodo amat lah." Bara kembali melakukan work out di dalam ruang gym-nya. Ponselnya sejak tadi pagi tergeletak di atas nakas kamarnya. Dering panggilan dari Assisten Reno pun tak ia hiraukan.
"Arghh nggak bisa, udah kangen!" Bara menyudahi kegiatannya. Pria itu memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi. Setelahnya ia akan menemui Elle.
Sebelumnya Bara sengaja tidak memberitahu Elle bahwa dirinya akan menemui si gadis. Niatnya adalah memberikan kejutan kepada Elle, juga meminta maaf karena dirinya terlalu posesif dan pencemburu.
Sampainya di tempat Elle, Bara segera mengambil langkah cepat. Rasa-rasanya ia tak sabar ingin memeluk tubuh Elle hingga tulang-tulangnya remuk. Namun sebelum semua itu terjadi, Bara malah melihat Elle sedang tertawa bersama seorang laki-laki.
Dan yang membuatnya semakin panas, mereka hanya berdua disana.
TBC.
__ADS_1