MY BO$$

MY BO$$
J


__ADS_3

Bara menahan rasa perih saat Elle mengaplikasikan salep pada luka di jarinya.


"Makanya jangan suka bohong, langsung di bales cash kan." Omel Elle.


"Abisnya kue bikinan kamu enak." Balas Bara.


"Kan bisa minta izin dulu!"


"Emang bakal dikasih sama kamu? Kamu aja masih marah sama Mas." Rajuk Bara dengan bibir mengerucut, persis seperti bebek.


Elle memandang aneh Bara. Tak pernah terbayang di benak nya jika Bara akan merajuk layaknya bocah seperti saat ini. Bahkan dulu Bara sangatlah galak kepada Elle.


Sekarang malah seperti anak curut.


"Lain kali jangan gitu, kan bisa minta baik-baik." Ucap Elle.


"Tidur siang yuk!" Ajak Bara.


"Nggak usah aneh-aneh." Peringat Elle.


Bara mendesah frustasi, "Mas bosen, Sayang."


"Ya ngapain kek, nonton film, ngegame, atau apalah. Enteng banget ngajak anak orang tidur." Ceramah Elle.


"Netflix and chill?" Usul Bara. Tanpa banyak pertimbangan, Elle pun menyetujui ajakan Bara.


Sepertinya keputusan Elle menyetujui ajakan Bara untuk menonton film adalah pilihan yang salah. Dirinya tertekan di dalam ruangan yang disulap Bara menjadi mini teater tersebut.


Film yang ditampilkan bergenre romance, dibumbui adegan-adegan semi dewasa. Ditambah lagi Bara yang terus merapat kepadanya. Elle benar-benar tertekan kuadrat.


"Ini filmnya nggak bisa diganti?" Tanya Elle.


"Filmnya cocok sama kegiatan kita hari ini, Netflix and chill." Balas Bara.


"Kan nggak harus ada adegan -"


"Sayang, kamu tau artinya kan?" Tanya Bara mendahului perkataan Elle.


"Ya tau lah, nyantai sambil nonton film kan?" Jawab Elle.


Bara menepuk keningnya. Pacarnya itu ternyata masih polos. "Maksud Mas tuh nonton sambil nganu." Bara sulit menjelaskan maksudnya, berakhir nganu.


"Nganu?" Beo Elle.

__ADS_1


Beberapa waktu berpikir akhirnya Elle sadar apa maksud Bara. Seketika gadis itu menjauh dari Bara dan menatapnya sengit. "Mas mesum banget!" Seru Elle.


Bara menggaruk kepalanya sambil cengengesan tak jelas.


"Aku aduin ke Mama ya!"


*****


Masih gara-gara Netflix and chill, Elle masih marah dengan Bara. Tak menyangka jika Bara akan mengajaknya begitu, atau mungkin salahnya juga karena tidak bisa menelaah makna dari trend yang sedang booming itu.


Ting


[Sayang, makan siang bareng Mas ya. Mas tunggu di ruangan Mas😘]


Elle bergidik ngeri membaca pesan yang dikirimkan oleh Bara. Apalagi emot kecup sebagai akhiran kalimat. Itu benar-benar tidak mencerminkan kepribadian seorang Bara si cowok dingin.


Memutuskan untuk tidak merespon pesan dari Bara, Elle memilih untuk pergi makan siang bersama teman-temannya di kantin kantor.


"Widih tumben-tumbenan Bu Bos mampir ke kantin, ada apa gerangan." Seru seorang perempuan yang berprofesi sebagai karyawan Bara. Namanya Loli, perempuan itu sudah cukup akrab dengan Elle. Makanya berani berkata seperti itu.


Sambil mendengus Elle menarik sebuah kursi di samping Loli. "Lagi cari suasana baru." Jawab Elle cuek.


"Oke oke, lo mau pesen apa sekalian gue pesenin." Ucap Loli.


"Nggak gitu, kan gue emang belum pernah kesini." Balas Elle.


"Nih baca sendiri." Loli menyodorkan buku menu kepada Elle. Didalamnya memuat beberapa menu sederhana andalan kantin kantor. Pilihan Elle jatuh pada menu best seller yakin, vegetables salad with bean sauce.


"Gabut banget yang bikin menu, tinggal tulis pecel susah amat." Guman Elle.


Setelah pesanan datang, mereka menikmati makan siang bersama-sama sambil saling bertukar cerita.


"Enak ya, baru kerja langsung dapet posisi bagus, plus jadi pacar Bos. Eh pacar atau simpenan ya?"


"Sutt ... jangan keras-keras, orangnya ada disini."


"Biarin, biar denger sekalian biar dia sd alias sadar diri!"


Orang-orang yang berada satu meja dengan Elle meminta Elle agar tidak mengambil pusing omongan julid para biang gosip kantor itu.


"Biasalah, kalah start." Ujar Sofia.


"Yang kayak gitu matinya cepet Elle, tenang aja." Timpal Loli.

__ADS_1


"Bukannya yang kayak mereka matinya malah lama ya?" Si alim dan religius angkat bicara.


Benar juga, pikir mereka.


"Ah udahlah, pokoknya lo nggak usah nanggepin mereka, Elle. Ntat kalo capek juga diem sendiri." Seru Loli. Elle hanya mengangguk sebagai respon. Dirinya sendiri memang tak peduli dengan omongan kurang mutu dari orang lain tentangnya.


Sedangkan disisi lain lebih tepatnya di dalam ruangan Bara, pria itu terlihat uring-uringan karena Elle tak membalas pesannya.


Lagi-lagi terjadi drama chat cuma diread nggak dibales.


"Ren, kamu ada liat Elle?" Tanya Bara kepada asistennya itu.


"Saya kan sejak tadi disini sama Bapak." Jawab Asisten Reno dengan tampang lempeng yang begitu khas melekat pada wajahnya.


"Ya usaha kek cari tau dimana Elle, kasih tau saya secepatnya." Titah Bara memerintah.


"Baik Bos." Hanya bermodal ponselnya, Asisten Reno berhasil menemukan keberadaan Elle dalam waktu sekejap. "Nona Elle sedang makan siang di kantin bersama karyawan lainnya, Pak. Mau saya panggilkan?" Tawar Asisten Reno.


"Nggak usah, saya aja yang kesana."


Sangat jarang bahkan tak pernah seorang Bara menginjakkan kakinya di lingkungan kantin khusus para karyawan. Kehadiran Bara mengejutkan banyak orang, termasuk pengurus kantin. Mereka mengingat-ingat apakah pernah membuat kesalahan atau melanggar peraturan yang dibuat Bara atau tidak.


"Selamat siang, Bos. Suatu kehormatan mendapat kunjungan dari pimpinan secara langsung, ada bisa kami bantu?" Tanya kepala koki yang bertugas menyiapkan hidangan untuk para karyawan kantor.


"Tidak, lanjutkan acara kalian. Saya mau menemui seseorang." Jawab Bara.


Mereka menghela nafas lega, kemudian mempersilahkan Bara untuk masuk.


"Elle." Panggil Bara.


Yang dipanggil sontak membalikkan badannya. Saat tau yang memanggilnya adalah Bara, Elle memutar tubuhnya kembali dan melanjutkan acara makannya.


Orang-orang disana syok dengan tindakan Elle. Hanya gadis itu yang berani mengabaikan panggilan Bos mereka.


Karena tak mendapat balasan dari Elle, Bara menghela nafas. Pria itu membisikkan sesuatu pada Assisten Reno. Entah apa yang Bara katakan, yang pasti Asisten Reno terlihat mengangguk-anggukan kepalanya.


Kini gantian Assisten Reno yang membisikkan sesuatu kepada kepala koki. "Baik Tuan."


"Pengumuman-pengumuman! Untuk semua pengunjung kantin sehat, siang ini tempat makan kalian di pindahkan ke kantin sebelah atas perintah dari Direktur kita. Silahkan tinggalkan makanan kalian dan tinggalkan kantin ini, terima kasih." Karyawan disana bersorak heboh setelah mendengar pengumuman tersebut. Mereka berbondong-bondong pindah ke kantin sebelah yang memiliki fasilitas lebih karena memang disediakan khusus untuk CEO dan tamunya. Makanan disana juga enak-enak, tidak seperti di kantin karyawan biasa.


"Khusus untuk Nona Elle tetap disini."


TBC.

__ADS_1


__ADS_2