
"El, dapet yang gitu dari mana? Tips dong!" Salah satu sepupu perempuan Elle bertanya padanya sambil menunjuk Bara yang sedang mengobrol ringan dengan para laki-laki lainnya.
Tips? Elle bahkan belum pernah punya pacar!
"Ee.. itu takdir Tuhan sih, hehe." Jawab Elle yang tak memuaskan untuk sepupu perempuan itu.
Setelah kepergian sepupu Elle, Bara terlihat menghampiri gadis itu. "Ini sudah bisa pulang, belum?" Tanya Bara.
"Mau ke rumah Bapak sekarang?" Tanya Elle balik.
"Ck! Ditanya malah gantian nanya! Lebih cepat lebih baik, terlalu malam nggak baik, El." Jawab Bara.
"Oh oke, kita pamit dulu sama nenek."
Sebelum pergi Elle dan Bara berpamitan dengan sang tuan rumah dan beberapa orang lainnya. "Nek, kita pulang dulu ya. Masih ada acara lagi soalnya, takut kemaleman." Pamit Elle.
"Acara apasih, mau ngedate ya?" Goda Mami Anna kepada anak gadisnya.
"Enggak Mam, Bara mau bawa aku ketemu orang tuanya." Jawab Elle yang membuat para orang tua heboh sendiri.
"Yaudah sana, hati-hati jangan kemaleman pulangnya!"
*****
Sampainya disebuah bangunan rumah, Elle benar-benar dibuat kagum. Ia pikir rumah besar, megah, dan mewah hanya ada di dalam cerita dongeng. Tapi ternyata keluarga Bara memilikinya.
"Ini rumah Bapak?" Tanya Elle sambil menoleh pada Bara.
"Bukan, rumah orang tua saya." Jawab laki-laki itu.
"Sama aja kali!" Batin Elle menggerutu.
Keduanya turun dari mobil. Saat masuk ke dalam rumah rumah besar itu, mereka di sambut hangat oleh para pelayan yang ada di rumah.
"Nyonya dimana?" Tanya Bara kepada salah satu pelayan yang berpapasan dengannya.
"Nyonya sama Tuan sedang berkumpul di ruang tengah, Aden sudah ditunggu sejak tadi." Jelas pelayan tersebut.
Bara mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya. Sedangkan Elle dibelakangnya hanya mengikuti langkah laki-laki seperti anak curut.
"Mah, Pah." Panggil Bara.
Kedua orang yang sedang bercengkraman hangat tersebut langsung mengalihkan perhatian mereka dari layar televisi kepada anaknya.
"Bara!" Wanita yang diduga sebagai Mamah Bara itu langsung bangkit dari tempat duduknya, dan langsung memeluk tubuh putranya.
__ADS_1
"Kangen banget sama kamu! Kalo nggak dipaksa nggak mungkin kesini kamu, mah!" Omel wanita itu. Ia adalah Mamah Bara, namannya Feliz.
"Bara juga kangen sama Mamah." Balas Bara. "Oh iya, Mah. Kenalin ini pacar Bara, namanya Elle."
"Ini yang ada digosip itu ya? Cantik begete." Komentar Mama Feliz memuji kecantikan Elle.
Elle sendiri hanya bisa tersipu malu saat wanita itu memujinya secara langsung. Jarang loh ada orang yang memuji kecantikan nya.
Tapi Bara akui penampilan Elle memang cantik malam ini. Apalagi dengan gaun panjang yang memberikan kesan elegan saat gadis itu mengenakannya.
"Tante juga cantik kok." Balas Elle.
"Kok tante, Mamah aja ya kayak Bara. Bentar lagi kan jadi mantu." Ucap Mamah Feliz. Wanita itu bersikap ramah kepada Elle agar gadis itu merasa nyaman berada ditengah-tengah keluarga Bara. Jangan sampai kabur!
"Em iya, Mah." Balas Elle.
"Good! Yuk ikut Mamah, biar Mamah kenalin sama Papahnya Bara, dan adiknya Bara." Ajak Mamah Feliz.
Malam itu Elle dimonopoli oleh Mamah Feliz. Wanita itu sibuk dengan urusan perempuannya bersama Elle dan adik perempuan Bara.
"Eh, ini adiknya Pak Bara?" Tanya Elle pada seorang bocah laki-laki yang sedang bermain dengan robot-robotannya diatas karpet bulu.
"Bukan, ini adiknya pacarnya Bila. Biasa main sama Bila, soalnya kakak sama orang tuanya sama-sama sibuk." Jelas Mama Feliz.
Elle mengangguk paham. Mana mungkin juga Bara punya adik kecil diusianya yang menginjak 27 tahun.
Menyadari perubahan Elle, Bila segera mengalihkan topik pembicaraan.
"Btw, Kak Elle sama bang Bara udah berapa lama jadian?" Tanya Bila.
"Emm nggak lama sih, baru-baru aja."
"Nggak papa baru-baru juga, yang penting kedepannya kan senantiasa langgeng. Dipertahankan ya hubungannya. Mamah sempat ngira kalo Bara itu nggak normal gara-gara dia nggak pernah deket sama cewek." Ucap Mamah Feliz.
Elle syok! Jadi selama ini nasib Bara juga sama sepertinya? Bedanya ia tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun, sedangkan Bara tidak pernah dekat dengan wanita manapun sampai dicurigai belok oleh mamahnya sendiri.
"Ck! Mamah ngapain ngomongin aib aku!" Entah sejak kapan Bara sudah berada didepan pintu kamar Bila yang sedikit terbuka. Sepertinya ia mendengar obrolan para wanita.
"Dih kan fakta!" Seru Mamah Feliz.
Bara langsung menerobos masuk ke dalam kamar Bila, kemudian menarik Elle dari perkumpulan wanita itu. "Elle sama aku aja. Sama Mamah ajarannya sesat." Seru Bara.
"Posesip!" Cibir Bila.
"Biarin daripada kamu ditinggal pacar mulu, mana dijadiin babu lagi! Bodoh banget!" Cibir Bara kembali.
__ADS_1
"Mah..." Rengek Bila kepada Mamahnya. Yang dilakukan Kekasihnya itu bukan tanpa alasan. Dan Bila memahami hal itu.
"Udah kalian jangan berantem. Bara, kamu jangan terlalu posesif sama Elle. Nanti kabur mau cari kemana kamu?"
Bara mendengus, memangnya Elle ini burung pake kabur segala.
*****
Pukul sepuluh malam Bara mengantarkan Elle pulang ke rumahnya. Selama perjalanan pulang, hanya ada suasana hening diantara keduanya.
"Besok saya ada meeting sama orang di luar. Kebetulan dia ngajak istrinya, kamu mau kan nemenin saya. Disana kamu nggak perlu ikut presentasi cukup nemenin istrinya saja." Ucap Bara memberitahu.
"Bisa, Pak." Jawab Elle.
Mereka telah sampai di depan kediaman Elle.
"Pak."
"Elle."
Mereka berdua saling menatap karena berucap bersamaan. "Bapak dulu." Kata Elle.
"Ladies first." Ujar Bara. Akhirnya Elle menghela nafas dan melanjutkan kalimatnya yang sempat tertunda. "Makasih udah mau jadi pacar pura-pura saya. Dan makasih karena udah mau saya ajak ke acara makan malam di rumah nenek saya." Ucap Ella tulus.
"Saya juga." Balas Bara.
Udah gitu doang? Pikir Elle.
"Berkat kamu Mamah saya udah nggak mikir kalo anaknya ini belok. Kita fair." Lanjut Bara.
Elle mengangguk setuju.
"Saya duluan, Pak. Makasih sudah diantar sampai sini." Pamit Elle. Bara hanya membalasnya dengan gumanan pelan.
"Selamat malam." Kalimat terakhir yang Elle ucapkan sebelum ia benar-benar keluar dari mobil Bos nya itu.
"Ya."
Bara rasa ada yang aneh dengan dirinya. Detak jantungnya juga tidak terkontrol seharian ini. Terlebih saat menjalani peran menjadi pacar Elle didepan keluarganya tadi.
Bara tetap positif thinking, bisa saja ia kurang minum air atau kurang istirahat kan?
"Pak, ada yang ketinggalan?" Bara langsung tersadar dari lamunannya. Ia menoleh ke samping, sedikit menunduk untuk melihat Elle yang ternyata masih berdiri di samping mobilnya.
"Oh, tidak."
__ADS_1
TBC