MY HUSBAND ARTIS

MY HUSBAND ARTIS
part 10


__ADS_3

"part 10


Pagi harinya naya terbangun karena pergerakannya,membuat naya terkejut karena ada rey tidur tepat sekali disampingnya,sejak kapan rey ada disini? Pikir naya


Engan sekali rasanya menatap wajah bahkan yang menurut naya dulu candu tetapi sekarang ada banyak kekecewaan yang ia rasakan


Naya bangun dari tempat tidur lalu pergi kearah kamar mandi,setelah selesai naya keluar menuju dapur martuanya


Didapur naya sudah melihat bundanya yang sedang memasak,dengan segera naya membantunya


"Eh anak bunda udah bangun ternyata" naya hanya tersenyum kecil menanggapi bundanya


"Kamu ada kuliah pagi hari ini?" tanya bunda disela menyiapkan masakan dimeja "Naya cuma ada kelas siang bund"


Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi,mereka memanggil suami mereka masing masing ralat hanya bunda sedangkan naya hanya duduk diam dimeja makan dengan tatapan kosong,ia sangat engan berbicara ataupun bertemu rey


"Kok diam aja nay,makan ya bunda mau panggil rey dulu" kata bunda lalu pergi kembali


Tak lama terlihat ayah menghampiri meja makan lalu diduduk tepat didepan meja naya,sedikit canggung karena naya mereka jarang bertemu,dengan kikuk naya tersenyum tipis


"Jangan membuat rey hilang pekerjaan cuma gara gara kamu!" Kata ayah rey membuat naya menegang bahkan ia hampir mengeluarkan air matanya,bahkan ayah mertuanya tak menyukainya


Ayah rey memang jarang sekali berbicara bahkan dirumah pun jarang kata bunda ayah sangat sibuk dengan pekerjaannya


Naya menunduk bahkan ia sangat takut sekarang,siapapun itu tolong bantulah naya!


Kebetulan sekali tepat ini juga bunda datang diiringi dengan rey dibelakang bunda,lalu bunda pun mempersilahkan mereka makan semua


Dengan suasana canggung mereka makan,bahkan bunda merasa suasana dingin dimeja makan ini berbeda dengan rey dan ayahnya tampak biasa saja


Setelah makan selesai rey membawa naya kekamar ralat tetapi naya sedikit dipaksa


Dikamar ini rey menatap naya dengan intens seperti ingin menangih jawaban dari naya,bukankah sebaliknya---


"kanaya rumah tangga kita cukup kita berdua yang tau jangan sampai bunda tahu,kamu mengerti! Sekarang pulang!" rey manarik pergelangan tangan naya dengan kasar


"kakak lepass" pekik naya merasa sakit dengan pergelangan tangannya "Pulang!jangan membantah"


"lepas,Naya bisa sendiri" sarkas naya melepaskan tangan rey lalu sedikit berlari keluar lalu memasuki mobil rey,tak lama rey pun masuk dan menjalankan mobilnya


***


sesampainya dirumah mereka berdua masih berperang dingin,tak ada yang berbicara bahkan mereka berdua duduk diruang tengah tetapi hanya ada keheningan


"Mulai sekarang kamu harus menuruti perintah saya" dengan nada dingin rey berucap!


Naya menatap rey dengan takut takut


"kamu harus melayani saya sekarang kanaya" kata rey mencium bibir naya dengan rakus,naya berusaha memberontak bahkan ia memukul dada bidang rey.


Rey benar benar gila ia seperti orang yang tidak dikasih makan,dengan lahapnya ia memakan bibir naya lalu turun kearah leher bahkan sampai kedua belah dada naya


pertama kalinya rey sekasar ini bermain,yang biasa lembut malah menjadi sangat kasar entah apa yang telah terjadi,naya hanya pasrah


Berapa jam sudah mereka bermain tetapi rey tak henti hentinya,bahkan hanya rey yang menikmatinya.


"k--kak udahhh" naya benar benar tak sanggup lagi


Bukannya berhenti,rey malah melanjutkannya bahkan mempercepat gerakannya membuat naya meringis merasa bagiannya intim nya yang sakit


Tepat jam 01.03 rey baru menyelesaikan semua permainnya,mereka berdua benar benar kelelahan membuat rey tertidur diatas tubuh naya,karena sofa yang begitu sempit membuat naya tak bisa mengerakkan tubuhnya,lagi lagi naya pasrah


***


"maap nay"

__ADS_1


Sejak mereka bangun tadi naya mendiamkan rey lalu dengan rasa bersalah rey meminta maap kepada naya bahkan rey dari tadi mengikuti kemanapun naya


"nay" panggil rey yang terus mengikuti didapur yang sedang sibuk memasak.


Naya seolah tuli dengan penggilan rey bahkan ia tak peduli rey yang mengikuti sejak tadi


"Mandi setelah itu makan" kata naya dingin lalu beranjak kekamar,rey sempat terdiam lalu mengikuti naya kembali


Dikamar naya ingin membersihkan dirinya karena badannya terasa lengket.


Melihat naya yang ingin masuk kamar mandi membuat rey diam didepan pintu kamar mandi bermaksud untuk menunggu


Selang berapa menit naya keluar dengan wajah fresnya lalu menatap sebentar kearah rey


"naya" panggil rey


"Mandi setelah itu makan!"


"nay" panggil rey lagi


"Rey!" untuk pertama kalinya naya memanggil ia dengan nama membuat rey merasa aneh lalu memasuki kamar mandi walaupun terasa berat karena naya belum memaafkan dirinya


***


Dimeja makan hanya ada suara keheningan yang terjadi diantara mereka berdua,rey menatap naya bahkan saat perempuan itu melakukan kegiatannya.


"nay" panggil rey ia benar benar tidak kuat jika terus begini


"Makan!" dengan nada dingin naya berucap


Setelah makan naya berniat ingin membersihkan meja makan tetapi ditahan oleh rey,naya tidak menolak ia membiarkan rey yang membersihkan meja makan,dan naya yang mencuci piring


Sekarang mereka berada dibalkon,dengan angin sore membuat mereka menikmatinya


"maap" naya menoleh


Melihat wajah bingung rey "mulai sekarang naya bakal panggil 'mas ngapapa kan?!"


bukannya apa,naya hanya ingin hubungan mereka layak seperti suami istri bukan seperti adek kakak


"Gapapa tapi aneh aja dengarnya" rey terkekeh lalu mengelus rambut naya yang mulai panjang itu


"Untuk yang kemarin..yang kamu lihat itu bukan seperti yang kamu pikirkan nay" ujar rey mulai menjelaskan masalah mereka,naya hanya menganggukan kepala tanda bahwa ia mengerti kalau ia salah paham


"Kami bakal jadi pemeran di drama nanti jadi kami sedang membicarakan itu kemarin" lanjut rey lagi


"naya bakal selalu ngertiin mas kok,naya juga mau belajar jadi istri yang baik"


"nay kakak beneran minta maap untuk sifat kakak yang selalu bentak kamu,waktu itu kakak emang banyak masalah dipekerjaan tapi kakak malah melampiaskannya ke kamu!"


Naya membalas dengan senyuman tulusnya


"utamain pekerjaan mas ya,kan itu cita cita mas!! walaupun udah tercapai tetapi tetap bertahan ya mas"


***


Malam ini sesuai permintaan naya yang ingin mengajak rey kepasar malam tentu saja disetujui rey,walaupun begitu mereka tetap berjaga jaga agar identitas mereka tidak diketahui oleh orang lain!


"Mas naya mau gulali itu!" Tunjuk naya kearah orang yang berjual gulali,rey pun berjalan kearah orang yanv berjual gulali lalu membelinya untuk naya


Rey menyerahkan gulali yang bewarna pink itu


"Mas gak mau gulali?!" kata naya melihat rey hanya membeli satu untuk dirinya saja


"Terlalu manis tapi---kalau kamu bisa dibicarakan" goda rey membuat naya tersipu "ihhh mas rey" kesal naya

__ADS_1


Rey terkekeh lalu merangkul pundak naya yang asik dengan gulalinya "Jangan suka makan makanan yang manis nanti kamu tambah manis kan kakak gak tahan buat makan kamu"


"ihhh mas rey gak jelas,receh!" kesal naya karena rey terus menggodanya pasti sudah membuat pipinya merah


Mereka berjalan jalan lalu naya melihat sebuah gelang couple bewarna hitam,naya menghampiri penjual itu lalu diikuti oleh rey dibelakang


"naya mau beli ini" pekik senang naya melihat gelang couple itu


"nanti kakak beliin yang emas aja ya.." ujar rey tak ingin membelikan gelang yang menurutnya hanya seperti mainan


Naya tentu saja tak terima "ngga mau!Naya maunya yang ini" rey menghela napas "Itu terlalu murah sayang nanti kakak beliin yang mahal loh" kata rey berusaha membujuk naya


Tak menghiraukan perkataan rey,naya malah memasang gelang itu ditangan rey lalu ketangan dirinya,tak lupa juga naya membayar gelang itu dengan uang nya sendiri.


Rey hanya pasrah lalu menatap naya dengan kesal sedangkan naya hanya tersenyum "bagus,jangan dilepas ya"


"Nanti pulang saya beliin kamu cincin"


"ngg---


"----Gak ada penolakan"


Naya menghela napas dengan wajah pasrah


Sepulang dari pasar malam,rey benar benar membawa naya ketoko perhiasan


"Pilih yang kamu mau,ngga ada penolakan!" nah jika sudah seperti mau tidak mau ia harus menuruti permintaan suaminya itu


Naya masih sibuk dengan mencari perhiasan yang dia mau tetapi ia tak menemukan periasan yang menarik menurutnya,periasan yang ia lihat selalu ada berliannya membuat naya tak ingin


Dengan lesu naya menghampiri rey yang sedang duduk disofa "kenapa?" kata rey melihat naya seperti diambang kebingungan


"Naya mau cincin yang polos,bukan ada berliannya!" ungkap naya,rey menghampiri naya lalu membawa naya kesalah satu kariyawan "ada yang bisa saya bantu?" tanya kariyawan perempuan itu dengan ramah


"Saya minta satu cincin polos buat istri saya"


Naya sedikit menginjak kaki rey "couple mas!"


"aww--ehh iya couple" bukan sakit hanya saja rey terkejut apa yang dilakukan naya,bahkan rey meringis malu


Kariyawan itu pun pergi mengambil permintaan yang diingin kan mereka lalu tak lama kembali membawa dua perhiasaan ditangannya


"Ini ada yang warna silver lalu bewarna emas" katanya menunjuk satu per satu perhiasan itu


"Yaudah saya ambil yang em---


"--Silver" potong naya membuat rey melotot dibalas dengan senyuman gigi naya


"emas aja mba!"


"silver!"


"Emas!"


"silver!"


"emas!"


"silvel!"


"ck yaudah silver" kata rey mengalah dengan wajah kesalnya,naya hanya tersenyum senang dibalik maskernya


***


Jangan lupa,like and komen gess

__ADS_1


Dukung terus cerita aku


__ADS_2