MY HUSBAND ARTIS

MY HUSBAND ARTIS
part 6


__ADS_3

******


"gimana sih rey kok lo semenjak nikah jadi ngga konsen gini sih,harusnya lo jangan bawa masalah rumah tangga lo kepekerjaan dong" kata manajer rey yang bernama padly itu


"maap bang gue benar benar cape banget nih"


Kata rey


Padly menghela napasnya


"Ya namanya bekerja sebagai artis ya gitu rey" kata padly


"Bang biarin rey istirahat dulu,kayanya rey benar benar cape" saran asisten rey


Padly pun setuju,lalu meninggalkan mereka berdua,ya rey sekarang sedang ada syuting sekarang.


"makasih ya" kata rey


"iya sama sama" jawab asisten


"lo emang ada masalah sama istri lo yah?"tanya bima,asisten rey.


Sebenarnya bima tidak ingin ikut campur tentang masalah rumah tangga rey cuma mau bagaimana rey menganggu pekerjaannya sendiri.


"ngga ada,cuma gue merasa cape aja" jawab rey


"Yaudah klo lo punya masalah rumah tangga jangan dibawa keperjaan saran gue" kata bima menepuk pundak rey,lalu meninggalkan rey


Entah kenapa pikiran rey sekarang sedang tidak tenang,ingin pulang tidak bisa karena pekerjaan ia begitu banyak tak mungkin dia bisa pulang.


Rey menghela napas lalu berfikir 'impiannya untuk menjadi artis sudah tercapai,ia senang perjuangannya tak sia sia tapi disisi lain ada banyak ketakutan dalam dirinya,entahlah


***


Seperti biasa ditempat kuliah naya selalu jadi bahan bullyan,naya tak mengerti kenapa orang orang membencinya.apa salahnya?


Naya terdiam menatap sekitarnya banyak orang berjalan jalan tetapi seperti tak melihatnya,naya benar benar sendiri.selalu begitu


Bagi naya temannya hanya rey.suaminya!


Naya tersenyum mengingat rey,naya begitu bahagia setelah kehadiran pria itu.


Ahh rasanya naya merindukannya.


"eh ngapain lo diam disitu,pergi sana beliin kita minuman"


Naya tersadar lalu melihat segerombolan gadis itu.


"i--iya"


Lalu naya pergi untuk membelikan minuman yang seperti biasa mereka pesan.


Tak lama naya telah sampai dikantin dan membelikan minuman untuk mereka.


Setelah itu naya membelinya, naya kembali


"Ini minuman kalian"


Naya pun menyerahkan beberapa minuman yang ia beli


"gue kan biasanya jeruk kok ini lemon sih"


Kata salah satu dari mereka


"t--tadi abis terus aku ganti jdi lemon"


Kata naya gugup


"kok lo gak bilang dulu sih,harusnya lo bilang dulu ke gue" katanya marah


"m--maap"


Naya menunduk.


Hanya itu yang bisa naya lakukan karena naya tadi ingin bilang dulu tapi jaraknya lapangan dan kantin itu sangat jauh, sangat melelahkah baginya.


Byurr


Seketika minuman itu dilempar tepat diwajah naya bahkan baju naya pun basah karena minuman itu sudah terbuka.


Lagi dan lagi naya diam.


"lo itu keknya emang mau minta dibully deh"


Kata salah satu dari mereka.


Naya menggeleng


"kuy kita apain nih"


"biasa,yukk"


"ikut kami"


Mereka menyeret naya dengan paksa,naya hanya biasa pasrah,menolak pun ia tidak biasa bisa bisa ia akan dibully lebih parah.


***


Sesampainya digudang mereka membawa naya masuk. Tak dipukul tetapi naya langsung dikunci dari luar bahkan mereka hanya tertawa puas.


Naya yang sudah biasa dikunci dalam gudang pun hanya biasa saja tetapi yang ia pikirkan sekarang hanya rey.suaminya


Naya takut suaminya akan mencarinya,naya yang tadi hanya biasa saja tampak frustasi,naya memikirkan cara untuk bisa keluar dari gudang ini.


Handphone


Terlintas dipikiran naya.


Membuka handphone lalu naya bingung sendiri siapa yang harus dihubunginya hanya ada kontak suaminya,mama naya,papa naya,bunda rey dan ayah rey.


Tak mungkin naya menghubungi mereka kan.


Lagi lagi naya tak bisa berfikir


***


Sudah menunjukan pukul 22.00 malam rey membuka rumah dengan kesunyiaan dan kegelapan

__ADS_1


"naya" panggil rey


"nay kamu dimana?" rey mencari naya disudut rumahnya tetapi tak menemukan naya


Rey mencoba menghubungi naya tetapi hanya berdering,tak diangkat sekali pun oleh naya.


Tak menyerah rey tetap menelpon naya.


"Kakak udah pulang?"


Rey menoleh kearah sumber suara


"Dari mana?"


Naya tersenyum


"abis kerja kelompok" kaya naya bohong


Rey Tak menaruh rasa curiga apapun pada naya


"yaudah mandi bareng yuk"


Naya mengangguk lalu tersenyum malu malu


flasback


Klik


Suara pintu terbuka membuat naya bediri lalu menatap kearah perempuan cantik didepannya.


"kamu ngga cape gini terus"


Naya menggeleng


"aku bakal lakuin gini sampai aku benar benar cape"


Perempuan itu tersenyum


"makasih ya nita"


Nita mengangguk


"maap aku ngga bisa bantu kamu dari depan,aku hanya bisa lakuin ini dari belakang mereka"


"ngapapa,gini aja aku udah senang kok"


Nita tersenyum


"yaudah pulang gih suami kamu udah nunggu dirumah"


***


"kak kita keluar yuk"


"ngapain"


"jalan jalan"


"kakak lagi cape nay"


"bentar aja kok kak"


Akhirnya naya mengalah.


"sini"


Kata rey menepuk pahanya,mengisyaratkan naya duduk dipangkuannya.


Naya mengikutinya.


"lain kali ya" kata rey mengusap memeluk naya


"kapan?"


"gak tau,dilihat dulu kakak bakal sibuk terus untuk berapa hari kedepan"


Naya cemberut,rey terkekeh


"setelah itu kita bakal jalan jalan sepuasanya"lanjut tey


"sepuasanya?"


Rey mengangguk


"kalau begitu kita nanti,kebioskop terus ke mall dan kepasar malam hmm apalagi yah"


Naya berfikir


"kemana pun naya pergi,kakak bakal turutin semuanya" kata rey tersenyum


Naya memeluk erat rey sedangkan rey terkekeh tak lama rey mendengar suara isak tangisan,pelan.


"kok nangis,kenapa nay?


"n--naya bahagia banget punya kakak rey"


Rey menganggukkan kepala walaupun sedikit


bingung.


***


"ohiya nay besok siang bunda kakak undang kita berdua buat makan siang katanya tapi kakak besok ngga bisa,kerjaan kakak masih banyak"


Kata rey disela sela mereka ingin tidur


"emangnya kak rey ngga bisa luangin waktu buat orang tua kak rey?"


"ngga bisa nay,pekerjaan kakak ngga bisa ditinggal"


"kakak kan udah banyak uang jadi buat apa kerja lagi"


"kamu ngga bakal ngerti nay"


***


Keesokan harinya naya menyiapkan keperluaan rey untuk berangkat kerja.

__ADS_1


Bahkan sekarang naya berada didapur untuk menyiapkan makanan


"naya" panggil rey mencari naya


"dapur kak"


Rey pun menuju dapur


"kakak hari ini syuting kebandung untuk beberapa hari"


Kata rey menghampiri naya


Naya menatap rey


"kok baru bilang?" tanya naya heran


"mendadak nay"


"berapa hari?"


"biasanya sih semingguan"


Naya menhela napasnya


"kamu nginap dirumah bunda ya nay"


"kenapa?"


"biar ada temannya"


Naya mengangguk,tanpa membantah naya akan menginap dirumah mertuanya lagi pula naya ingin mengenal lebih dalam mertuanya itu.


***


"kalau ada apa apa telpon ya nay"


"nggak!"


"eh,kenapa?" tanya rey heran dengan tolakan naya


"telpon aku nggak pernah diangkat"


Rey menggaruk lehernya yang tak gatal


"maap,kakak sibuk nay"


"yaudah berarti nggak perlu ditelpon dong"


"kalau kakak kangen gimana?" jahil rey


"mulai deh" kata nay menghilangkan kegugupannya


"emang kamu ngga kangen sama kakak?" jahil rey lagi


Naya diam tanpa menjawab pertanyaan rey


"naya" panggil rey


"hmm"


"kamu makin hari makin cantik"


"KAKAK!"


***


tibanya dirumah orang tua rey,naya disambut dengan hangat


"rey nya mana?" tanya bunda


"kak rey nya cuma ngantar sampai depan bund" jelas naya


"yaampun anak itu benar benar deh,pasti dia takut kena omel" kesal bunda


"bund naya boleh tinggal disini kan buat berapa hari?" tanya naya gugup


"boleh dong sayang,rey juga udah bilang kebetulan banget bunda juga kesepian dirumah" jelas bunda


"ayah?" tanya naya hati hati


"biasa kerja nay,padahal uang udah banyak tetap aja cari duit" kesal bunda


Naya terkekeh,ternyta mertuanya tak sekejam yang ia pikir


"Yaudah kita makan yuk,udah laper nih" kata bunda membawa naya kemeja makan


"hari ini bunda buat banyak makann loh,kan ada menantu" goda bunda


Naya tersenyum malu malu


***


Setelah makan,mertua dan menantu ini membersihkan meja makan lalu mencuci piring.


Setelah itu mereka berbincang bincang diruang tamu.


"Rey biasanya pulang jam berapa nay?" tanya bunda


"Biasanya sih sekitaran jam 10-11 malam bisa juga pulang subuh" jelas naya sedikit cangung dengan mertuanya itu


Bunda meganggukkan kepalanya.


"Dulu rey itu pengen banget bisa jadi artis sekarang impian rey benar benar tercapai,tapi disisi lain bunda sedih rey itu ngga punya waktu buat keluarganya" kata bunda,ada nada sedih diucapkan mertuanya itu


"Dan sekarang rey pasti ngga punya banyak waktu buat kamu kan nay,maapin rey ya" lanjut bunda


Naya hanya diam walaupun memang benar rey tak mempunyai banyak waktu dirumah.


Naya terdiam memikirkan kedua orang tuanya yang setiap hari harus mencari uang. Ya walaupun keluarga naya tergolong berkecukupan itu karena orang tuanya mencari nafkah setiap hari bahkan tak mempunyai waktu untuk dirinya.


Naya terkadang sedih karena ia terus seorang diri dirumah apalagi ia tak mempunyai teman membuatnya merasa kesepian.


Bahkan naya dulu sering meminta orang tuanya untuk meluangkan waktu untuknya tetapi hanya sebuah janji yang tidak ditetapi oleh orang tua membuatnya naya sedih.


Naya memang bukan tergolong orang kaya tetapi naya benar benar tak membutuhkan uang ia hanya ingin waktu orang tuanya saja apakah itu sulit?


***

__ADS_1


pokonya harus like,komen and vote.saya maksa


wkwkw


__ADS_2