
****
Mereka seperti sepasang kekasih tap---tapi
Tidak mungkin!!
Naya kerah mereka sedikit berlari lalu
"Papa!"
Yaps itu papa naya dan wanita itu--bukan mamanya lalu siapa?
"Naya" keterkejutan papa naya lalu menatap naya seolah meminta penjelasan
"Dia siapa pa?" tunjuk naya kearah wanita disamping papanya itu
"Istri papa" jawab papa naya mengandeng wanita disampingnya
"Lalu mama?" walaupun sempat syok nama tetap bertanya
"kami bercerai nak,kami ngga cocok sebenarnya kami udah lama pengen cerai tetapi kami menunda dulu sampai kamu menikah dan sekarang kamu sudah menikah kan lalu kami resmi bercerai" jelas papa naya membuat naya mengeluarkan air matanya dengan deras
Apa ini!! Bisa bisanya kedua orang tuanya melakukan ini dan kenapa papanya begitu cepat menikah,apa tak memikirkan perasaan mama naya dan naya
"maapin papa,papa memang gagal jadi suami dan gagal jadi seorang ayah,naya" kata papanya lalu melepaskan gandengan yang ia sebut--istri tadi beralih mengenggam tangan naya yang bergetar
"papa sayang naya dan naya tetap anak papa" ucap papa menahan tangisnya
"mama naya dimana?"
"mama kamu pindah keluar kota,ikut ayah kamu yang baru" kata papa naya berhasil membuat naya marah,kecewa dan semuanya menjadi satu
Apa ini kenapa ia tidak diberi tau kenapa orang tuanya seolah olah ia tidak ada hak untuk tau semuanya.
***
Naya melamun dipinggiran kasur,saat ia pulang ia benar tak bisa berfikir jernih,kecewa tentu saja.
__ADS_1
Naya merasa orang orang meanggapnya tidak ada didunia ini.
Ia kacau entah dengan keluarga dan suami,kebetulan saat ia pulang tadi rey sudah tak ada dirumah jadi membuat naya sedikit tenang bukannya apa ia hanya tak ingin ada bertengkaran lagi.
Ada suara isakan yang keluar ya seorang itu adalah naya yang senang menangis ia menumpahkan kesedihan nya saat ini,ia benar benar lelah bahkan ia butuh seseorang yang selalu ada disampingnya tetapi tak ada orang yang memeluknya saat ia sedih
Sekian lama naya menangis akhirnya ia tertidur
***
Keesokan harinya naya menjalani hari harinya seperti biasa tetapi sekarang naya berbeda,ia seperti tak bersemangat hidup,bahkan ia melewati sarapan paginya padahal ia selalu memasak untuk sarapan tetapi kali ini tidak.
Meskipun Rey tak pulang,naya tetap biasa saja entahlah sepertinya naya sudah mulai terbiasa dengan rey yang terlalu sibuk itu.
***
Dikampus naya seperti biasa selalu mendapatkan cibiran dan hinian sekalipun itu fitnah tetapi naya seolah menutup telinganya,ia tak peduli
Setelah melakukan kelas pagi naya bersiap siap untuk pulang.
Sebelum pulang naya memasuki sebuah kafe,ia tak ingin pulang dulu
Mata naya tak sengaja menatap dua orang yang bahagia disebelahnya tepat sekalinya disebelah mejanya itu bahkan naya ingin menangis rasanya ditepatnya
Sekuat apapun naya menahan tapi naya tak mampu air matanya lolos begitu saja
"Kak rey" lirih naya pelan tetapi mampu membuat sang empu menoleh
"N--naya"
Belum sempat rey mengejar,naya lebih dulu lari meninggalkan tempat kafe itu dengan air mata yang deras.
Jujur ini sakit sekali yang dirasakan naya,masalahnya belum selesai tetapi ia sudah diberi bertubi tubi masalah
Bukannya pulang naya malah kerumah bunda,ibunda rey entah kenapa tiba tiba ia ingin kesini
Naya memencet bel rumah mertuanya tak menunggu waktu yang lama bunda membuka pintunya lalu melihat keadaan naya yang mengkhawatirkan
__ADS_1
"Aduh menantu bunda kenapa,ayo masuk dulu" ajak bunda membawa naya keruang tengah
"abis diapain sama rey hm?" kata bunda memeluk naya tak lupa juga mengusap lembut kepala naya
"b--bunda,naya cape" kata naya disela tangisnya
"anak bunda cape ya hmm,naya istirahat aja disini ya"
Setelah tenang naya dibawa bunda kekamar yang dulu ditempatu oleh rey
"kalau naya butuh apa apa panggil bunda ya"
"n--naya boleh disini?" kata naya takut takut bundanya tak mengizinkannya
"boleh dong,selamanya juga ngapapa kamu kan anak bunda juga" kata bunda berhasil membuat naya terharu bahkan ingin menangis lagi tetapi naya tahan
"Boleh bunda nanya sesuatu?" naya mengangguk tanda jawaban
"Gimana perlakukan rey sama kamu,maksud bunda itu apa rey baik sama kamu?" naya terdiam
"nay cerita sama bunda,jangan dipendam!" dengan ragu ragu naya menatap sang bunda lalu ia kembali mengeluarkan air matanya membuat memeluk naya
"ngapapa kalau kamu gakk mau cerita" ucap bunda mengusap lembut kepala naya,tak lama naya melepaskan bunda lalu "kak rey nikah sama naya terpaksa ya bund?"
Ragu ragu Bunda menggelengkan kepalanya
"bunda,n--naya tadi liat kak rey sama perempuan!" meskipun hanya itu yang dikatakan naya tetapi sang bunda mengerti apa yang dimaksud menantunya itu
"Naya,apa yang kamu liat belum tentu benar coba kamu dengar penjelasan dulu dari rey,bunda bukannya membela rey cuma bunda gak mau kamu salah paham" jelas bunda
"Kenapa kak rey suka bentak naya!" bibir naya lolos begitu saja mengucapkan itu entah kenapa ia ingin bercerita lebih banyak lagi.
"maapin rey ya,meskipun rey begitu bunda yakin rey sayang sama kamu cuma cara dia nunjukin aja beda" kata bunda juga tidak menyangka anaknya akan seperti itu
"Mama sama ayah cerai" setiap kata kata naya yang ia keluarkan membuat bunda terkejut tetapi sebisa mungkin bunda tahan,setiap naya bicara tatapan naya kosong membuat bunda tengah khawatir
"naya---
__ADS_1
"mama sama ayah menikah lagi tanpa naya ketahui" bunda dengan segera memeluk naya