MY HUSBAND ARTIS

MY HUSBAND ARTIS
part 11


__ADS_3

Sama seperti sebelum sebelumnya Rey selalu sibuk dengan pekerjaannya membuat Naya bosan sendiri.


Ia ingin keluar tapi tidak bisa,ia masih takut kasus sebelumnya akan terulang berujung mereka bertengkar.


Sudah berapa kali naya menyibukkan diri tapi tetap saja rasanya bosan bahkan ia sudah berulang kali membersihkan sesuatu yang sudah bersih.


Naya menghela nafas pajang,jika ia punya teman mungkin ia bisa mengajak main pikir naya.


Naya membuka ponselnya lalu berniat menelpon rey,suaminya


Tak menunggu lama rey mengangkat panggilan naya membuat naya tersenyum bahagia.


Call My husband


'Ada apa nay'


"Naya bosan" terdengar kekehan diseberang sana


'terus' sengaja rey memancing naya


"ihh ngga pake banget"


Rey terkekeh diseberang sana


"Oke bentar lagi pulang,dandan yang cantik ya sayang" rey mematikkan telponya


Naya tersenyum malu lalu melempar bantal yang ada dipahanya sebut saja ia salting--


Naya bergegas kearah kamar lalu berdandan cantik yang seperti rey mau tadi.


Ia memandang wajahnya dicermin lalu menganti pakaiannya dengan dress bunga bunga berwarna merah tak lupa juga ia menyemprotkan parfum di bagian tertentu.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka menampilkan wajah rey yang tampan dan kemeja putih,kancing yang sengaja ia buka menampilkan dada bidangnya membuat siapa saja terpesona oleh ketampanan rey termasuk naya.


Rey mendekat kerah naya yang didepan meja rias,rey mencium aroma rambut naya yang sangat wangi lalu ia selipkan anak rambut yang menghalangi wajah naya.


Rey memeluk naya dari belakang "Mau kemana hmm" mereka berdua memandang wajah mereka didepan cermin.


"K--katanya mas,naya harus dandan cantik" rey terkekeh melihat wajah gugup naya dicermin


"Terus?"


"Mau jalan kan?" Tanya naya ragu ragu


"Ngga!" ada rasa kecewa diwajah naya tapi ia tutupi dengan senyuman "Kita olahraga sayang!" suara serek nan basah itu terdengar ditelinga naya


"Olahraga?" bingung naya


"iya,Olahraga diranjang sayang" ujar Rey mengangkat naya mendekati kearah ranjang,tak lupa juga ciuman yang lembut


***

__ADS_1


Sore ini mereka berdua menikmati indahnya sunset dipantai.


Ya seperti permintaan naya tadi ia ingin jalan jalan karena merasa jenuh dan bosan,awalnya rey menolak tetapi karena bujukkan dan ancaman naya membuat rey menurutinya.


"Kamu suka langit?" rey memandang wajah naya yang sedang menikmati sunset dipantai,wajah naya tak henti hentinya tersenyum walaupun tertutup masker tetapi dapat dilihat matanya terlihat sipit


"suka banget" seru naya menikmati angin disore hari


"Mas"


"Iya?"


"Naya mau punya anak?" naya menatap rey dengan tatapan teduh,entah kenapa ia ingin mengatakan ini kepada rey.


Rey diam,ia tak bisa menjawah pertanyaan naya.


"Naya penasaran obat yang mas kasih setiap kali kita 'berhubungan lalu naya cek di internet ternyata itu KB" wajah naya terlihat sedih walaupun tertutup masker.


Rey tetap diam


"Apa mas ngga mau punya anak dari Naya?" pertanyaan yang selama ini naya pendam akhirnya bisa ia keluarkan


"Nay maap!" hanya itu yang bisa rey ucapkan


"Naya butuh alasan bukan permintaan maap,mas" kali ini naya tampak serius


"A--aku belum siap punya anak,Nay"


"Nay kamu pasti tau kan padatnya jadwal aku kerja,aku pasti sibuk banget takut ganggu pekerjaan aku nay"


Ucapan rey barusan membuat naya kecewa,apa tadi kata suaminya 'menganggu pekerjaannya.


"Pilih Naya atau pekerjaan,mas" entahlah naya tiba tiba ingin membuat pilihan ini untuk rey bukannya apa naya hanya merasa di duakan.


Naya bukan Proritas pikir naya


"Nay aku ngga bisa milih,dua duanya penting buat aku" rey seperti menahan amarah


"Egois!" air mata naya akhirnya turun,ia marah dan kecewa bukannya melarang suaminya bekerja hanya saja ia seperti pajangan dan dibutuhkan sewaktu waktu.


"Kanaya!"


"Kenapa,mas mau marah atau mau pukul aku...silahkan!" nampaknya naya sudah terbiasa dengab semua perlakuan rey.


Tak menunggu waktu lama.


Rey membawa naya kedalam mobil dengan paksa,ia tidak ingin amarahnya meledek ditempat ini jika ada yang melihat maka karirnya akan hancur.


Karena rey membawa mobil dengan kecepatan tinggi membuat mereka dengan cepat sampai kerumah.


Rey menarik tangan naya dengan paksa,bahkan naya meringis kesakitan.

__ADS_1


Oke naya pasrah


Rey membawa naya kekamar lalu,dapat naya lihat wajah rey nampak menahan amarahnya.


"KENAPA KAMU BUAT SAYA EMOSI,KANAYA!"


"Kenapa,mas tidak terima!" tidak tau keberanian dari mana naya berkata seperti ini.


"BERANI SEKARANG KAMU JAWAB SAYA!


"SIAPA YANG NGAJARIN KAMU JADI ISTRI NGELAWAN HAH!


"Ngga ada yang ngajarin tapi,mas yang buat naya seperti ini!"


Oke sepertinya naya juga marah


Plak


Tamparan keras dipipi naya bahkan mengeluarkan darah segar disudut bibirnya,tampar rey tidak main main.


"SAYA KERJA BUAT KAMU!"


"Bohong!" Kata siapa rey bekerja untuk naya,jika untuk naya kenapa rey mengutamakan pekerjaannya dibading dirinya pikir naya


Plak


Tamparan kedua membuat naya meringis,dibagian sama rey menamparnya membuat pipinya benar terluka


"BUKTINYA SAYA SELALU TRANSFER UANG BUAT KAMU,KANAYA"


Benar tetapi naya tak mengunakannya,ia tidak butuh uang.ingat naya ingin waktu lagipula uang yang selalu ditransfer suaminya tidak naya gunakan kecuali ketika keperluaan mendesak.


"Naya ngga mau uang,mas!" teriak naya tepat didepan wajah rey


Plak


"MUNAFIK,BUKANKAH KAMU DARI KELUARGA MISKIN"


Plak


Kali ini bukan rey yang menampar naya tetapi naya lah yang menampar rey.


Ia tidak terima dibilang begitu,keluarga dia bukan keluarga miskin dan orangtuanya habis habisan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan,ia hanya keluarga sederhana bukan MISKIN.


"BERANI KAMU HAH!" habis sudah kesabaran rey.


Rey membawa naya kekamar mandi,Rey benar benar tak mengenal lawannya ia seperti lupa bahwa naya adalah istrinya sebut saja Rey melakukan KDRT!"


****


Sedih banget ngga ada yg bacaaa huhuhu jadi males buat nuliss😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2