
Outhor pov
Bagaimana tidak terkejut melihat reyhan tertidur disofa dengan penampilan acak acakan,benar benar seperti orang frustasi.
Dengan cepat naya menghampiri rey lalu melihat wajah yang begitu menenangkan baginya.
"pasti kakak cape banget ya"
Naya tau lelahnya hari ini tak terbanding dengan lelah suaminya yang tiap waktu terus bekerja,bekerja dan bekerja.
Naya tersenyum melihat wajah tampan dan manis rey.
"kamu dari mana nay?" rey terbangun membuat naya gugup karena terciduk meperhatikan suaminya itu.
"kakak kenapa tidur disini,nanti badannya sakit loh!" ucap naya tak menjawab pertanyaan rey,naya masih belum siap untuk memberitahunya bahwa ia bekerja sekarang.
"kakak nungguin kamu nay"
Kata jay memeluk tubuh kecil nay
"maapin kakak nay udah buat nangis kamu kemarin,kakak benar benar emosi,maap"
Entah kenapa rey merasa tak bisa berbuat kasar bahkan tak ingin terluka karena dirinya apalagi nangis.
"n--naya udah maapin kakak kok tapi jangan diulang ya kak"
Rey mengangguk lalu menci0m lembut b1b1r naya dengan lembut.
"aku mau nay,boleh yah?"
Rey benar benar tak tahan jika berdekatan dengan naya.
Skip
***
04.07 pagi naya terbangun karena merasa kedinginan apalagi cuaca diluar hujan deras apalagi sekarang naya tidak memakai sehelai bajupun membuat kadar kedinginan nya berkali kali lipat.
Naya berniat ingin bangun untuk memakai baju tetapi ditarik oleh rey membuatnya terjatuh kembali
"kakak"
"mau kemana nay?"
"pakai baju kak,aku kedinginan"
"sini"
Rey memeluk naya dengan erat,karena tubuh naya pendek jadi hanya sebatas dada bidang rey saja.
"masih dingin?" tanya rey
"dikit" jawab naya lalu dengan cepat rey mengambil selimut lagi untuk menutupi tubuh naya.
"makasih kak"
Rey hanya tersenyum
"matkul kamu nanti pagi atau siang nay?"
Tanya rey
"siang kak,kenapa"?
"Bagus deh jadi kita bisa dirumah aja pagi ini"
Jawab rey tersenyum sembari mengelus rambut naya
"kakak ngga kerja?
"kerja,cuma nanti kalau kamu udah pergi kuliah baru kakak kerja"
"kenapa"
"kok kenapa,kamu ngga senang kakak dirumah sama kamu"
"bukan gitu kak cuma aneh aja"
Naya benar benar bahagia rey bisa ada waktu untuk dirinya.
"Yaudah tidur yah,selamat malam" jahil rey
"ihhhh kakak ini udah mau pagi"
***
Pagi ini dua pasutri ini disibukan dengan memasakan tak jarang juga rey menjahili naya membuat naya cemberut bahkan ngambek.
"Terus kalo sudah dipotong diapain lagi nay"
rey masih bingung untuk cara memasak seperti apa,rey hanya tak ingin naya kelelahan hanya untuk memasak padahal kata nay pekerjaan ini tak semelelahkan itu jika kita memang menikmatinya bahkan menyukainya.
"taruh aja kak,nanti aku yang lanjut"
"terus aku ngapain lagi nay"
"kupas bawang merah aja kak"
Rey pun akhirnya mengupas bawang merah tak lupa juga dengan mata berair.benar benar perih matanya sekarang,bahkan sudah mengeluatkan air mata.
"naya" lirih rey membuat naya melihat kearah rey
Naya sedikit tertawa melihat rey mengeluarkan air matanya karena mengupas bawang merah itu.lucu pikir naya
"kok diketawain sih nay"
"Suami aku kok nangis sih" kata naya melap air mata rey dengan tisu.
Mendengar kata 'suami membuat didalam dihati rey bahagia mendengarnya.
***
Setelah melakukab aktifitas memasak pasutri ini akhirnya memakan makananya.
Naya ataupun rey begitu bahagia hari ini
Setelah makan seperti biasa mereka membagi tugas.
Rey membersihkan meja makan.
Naya mencuci piring.
Setelah semua beres mereka duduk di sofa sembari bercerita satu sama lain.tak lupa juga tawa mereka yang terdengar jelas.
"Kamu udah minum obat yang kakak kasih tadi?"
"udah kok kak,emang itu obat apasih kak"
"obat cinta aku naya"
"apasih gajelas deh kaka ini"
"Nay" panggil rey
"iya kak?"
"kamu cantik"
__ADS_1
Dua kata membuat pipi naya memerah
"apasih kak rey gajelas banget dari tadi"
"tapi pipinya merah" kekeh ray mengelus pipi naya lembut.
"e--nggak kok,cuacanya lagi panas jadi pipi aku merah" elak
"benar?"
"i--iya kak"
"yakin"
"ihhh iya kakak" kata naya gemes
"Naya cantik"
"naya cantik"
"naya cantik"
Kata rey berulang kali membuat wajah naya memerah seperti kepiting rebut
"KAKAK
***
"Yaudah kakak berangkat kerja yah naya cantik"
"KAKAK UDAH"
rey terkekeh,rey sedang menjahili naya seperti ini.
"kamu semangar belajarnya ya nay,jangan nakal nanti kakak gigit loh"
"ihhh kakak vampir" ucap naya
Rey terkekeh gemes.
Sebelum berangkat kerja rey menci0m pipi naya.
Setelah rey berangkat naya langsung bersiap siap berangkat kuliah,sebelumnya rey menawarkan naya untuk berangkat bareng bareng tetapi naya berusaha keras untuk menolak.
Karena naya tak ingin rey mengantarnya.takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya disana.
Naya berangkat kerja menggunakan taksi.
Rey juga selalu menawarkan seorang supir untuk mengantar dan menjemput naya kuliah tetapi lagi dan lagi naya menolak.
***
Sesampainya ditempat kuliah,naya dengan perasaan bahagia hari ini.benar benar bahagia.
"Si hamidun datang tuh"
"wih datang dia ges"
"EH HAMIDUN"
naya tak merasa jika yang mereka maksud adalah dirinya jadi naya hanya mengacuhkan dan sibuk dengan bukunya tanpa memperdulikan orang orang sekitarnya.
"LO TULI YAH"
"kenapa?" tanya naya bingung dirinya dikira hamidun
"UDAH BERANI JAWAB LOH,SINI"
Byur
Gadis itu menumpahkan minumannya ketubuh naya membuat naya hanya tersenyum terpaksa.
"LO HAMIL KAN SEBELUM NIKAH SAMA REYHAN"
naya hanya diam tak mengerti
"JAWAB"
maria menarik rambut naya kasar.
"l--lepas mar,sakit!" rintih naya kesakitan
"JAWAH DULU"
"a--aku ngga hamil mar"
"BOHONG!"
"a--aku serius mar,ngga bohong"
"LO ITU NGGA BISA DIPERCAYA NAYA"
"aku s--serius,ak--
"BAWA DIA"
kata maria menyuruh teman temannya membawa naya tanpa naya tau ia akan dibawa kemana
***
Toilet itulah yang dibawa oleh teman teman Maria.
Naya jangan tanyakan dia benar benar takut sekarang bahkan sekarang naya benar benar ingin mati saat ini juga.
Bukan satu,dua kali naya seperti ini tapi sudah berkali kali tetapi kali ini naya benar benar takut,firasat nya benar benar tidak enak.
Dan benar saja naya diperlakukan seperti binatang bahkan ini bisa saja disebut bukan binatang lalu apa? Lihat saja
"j--jangan"
Geng maria benar benar bukan manusia lagi bahkan tidak bisa disebut manusia sekarang.
Maria dan teman temannya memasukkan naya dalam air bahkan setelah itu tubuh naya dibuat telanj*ng.
Setelah itu mulai lah mereka memukul naya dengan tak lupa juga mereka memotong rambut naya menjadi tidak karuan.gila ini benar benar gila
"rambut a--aku"
Rambut berharga naya yang selalu ia rawat dengan mudahnya dipotong.
Tak puas hanya itu mereka memotrek naya bahkan memvideonya.
"cih murahan"
"Lo itu hamilkan?bahkan itu bukan anak dari reyhan! Lo cuma mau ngambil harta reyhan.dasar miskin"
"dibayar berapa lo permalam hah?!"
"tubuh lo itu murah jadi jangan sosoan mau jual diri haha"
Kata mereka satu per satu lalu meninggalkan naya sendiriann
"ENGGAK"
"Aku bukan seperti yang kalian pikirkan"
Kata naya tak terima tetapi suaranya bahkan taj didengar mereka karena mereka sudah pergi.percuma
__ADS_1
"kenapa sih nayaa lo itu diam aja,lawan naya lawann arghhhh" kata naya dengan diri sendiri
Naya membenci dirinya sendiri,bahkan jika dibadingkan mereka naya membenci dirinya sendiri.
***
Setelah membersihkan dirinya naya berjalan dengan lemah.
Dia benar benar lelah.fisik dan batin
Tetapi naya tetap terlihat kuat didepan semua orang.
Saat naya berjalan tak banyak orang menatap naya dengan tatapan miris.seisi kampus memang sudah tau naya dibully seperti ini tetapi tak ada yang menolongnya.
Naya tak perdulikan tatapan mereka,sekarang naya harus bekerja.
Tak lupa naya sudah memakai masker dan topinya untuk bekerja bahkan naya mampir sebentar untuk memperbaiki rambutnya yang dipotong tadi.
Setelah selesai naya menuju tempat bekerjanya.
Pekerjaan hari ini membuat naya melupakan kajadianya sejenak.
Seperti biasa naya melayani orang yang lumayan banyak.tak ada rasa mengeluh dalam benak naya.
***
Pukul 23.00 naya pulang
Melihat isi rumahnya yang sepi bahkan dengan lampu gelap.pasti kak rey belum pulang pikir naya
Naya menyalakan lampu lalu tak lupa naya membersihkan badannya.
Setelah semua selesai naya merebahkan badannya.
Naya menangis bahkan memukul dirinya sendiri atas kebodohannya yang tak melawan.
"gue capekk"
"gue benci naya"
"gue benci diri gue"
Kata naya dengan diri sendiri,dirinya benar benar capek.
Dalam hidupnya ia hanya butuh seseorang teman,bahkan naya tak mempunyai teman. Naya mengertawakan dirinya sendiri.
"nay"
Lalu naya merasakan pelukan dipinggangnya.lalu menoleh
"k--kak rey"
Tanpa bertanya rey memeluk naya.
Bukan rey tak penasaran kenapa naya menangis bahkan matanya bengkak,reyhan hanya ingin memberikan naya ketenangan dulu kepada naya.
"mau cerita?"
Naya menatap rey
Naya menggeleng,naya belum siap menceritakannya
"Yaudah ngapapa,nanti kalau kamu udah gak kuat cerita yah sama kakak,jangan dipendem nay itu bakal nyiksa kamu"
Kata rey sembari mengusap rambut naya lembut.
"kamu habis potong rambut yah?
Naya mengangguk sebagai tanda jawaban
"lucu,naya tambah cantik"
"ihhh kakak" naya cemberut,reyhan terkekeh gemes
"kamu udah makan?"
Tanya rey
Naya menggeleng lagi
"Yaudah kita makan diluar yuk" ajak rey
"udah malam kak" jawab naya
"yang bilang pagi siapa nay" gemes rey
"hihh kakak maksud naya itu emang ada tempat makan yang bukan jam segini"
"ada kok,yaudah ayok" ajak rey
Dengan senang hati naya mengikuti rey.
***
Diperjalanan rey menuju tempat makan yang buka 24 jam.
Setelah sampai mereka memasuki tempat itu lalu memesannya.
"wah ternyata ada tempat yang buka yah kak jam segini" kata naya takjub
"Iya dong"
Balas rey
Rey memperhatikan naya yang lumayan berbeda.
Dari rambutnya menjadi pendek,mata yang sayu,dan bekas pukulan diwajahnya.tak lupa tangan yang memerah.
Rey ingin bertanya tetapi ia urungkan
Tak lama pesanan mereka pun datang
"enak yah kak sekarang kita keluar malam gini,gak pakai masker bahkan topi" kata naya disela sela makan
"Yaudah nanti lain kali kita jalan jalan malam aja nay"
Setelah selesai makan,rey membawa naya jalan jalan bahkan mereka hanya berjalan kaki.
Rey meninggalkan mobilnya sebentar karena permintaan naya yang ingin berjalan kaki saja agar lebih leluasa menikmati malam ini kata naya.
"aku senang deh kak bisa kaya gini"
Rey tersenyum
"aku boleh peluk kakak?
Tanya naya ragu
Tak menjawab rey malah membawa naya kedalam pelukannya.
"gak perlu ijin nay"
"makasih yah kakak,aku senang banget"
Rey tak habis pikir dengan naya,hanya meminta seperti ini naya sudah senang katanya.
***
__ADS_1
...Silahkan berkomentarr...