
Kini semakin hari hubungan antara putri dan juna semakin dekat, walaupun memang putri ada di tubuh aletta. Karna memang putri menganggap bahwa juna dekat dengannya sebagai teman tapi berbeda dengan juna.
"Ta" via memanggil aletta, yang di panggil pun menengok.
"Ya via?" aletta tersenyum,
"Lo suka ke juna?" via menanyakan hal yang membuat aletta terkejut.
"Tidak, aku tidak menyukai juna" aletta menggelengkan kepala,
"Tapi gue liat lo kaya makin deket aja sama si juna" via memicingkan matanya menatap aletta.
"Aku serius via, aku tidak menyukai juna" aletta masih menggeleng, bahkan tangannya ikut membentuk silang.
"Bener? tapi gue liat juna makin salah paham sama lo" via memberi tau aletta apa yang dia amati tentang juna,
"Maksud kamu?" aletta yang tidak paham pun bertanya.
"Kayanya dia mikir kalo lo juga suka ke juna" via menopangkan wajahnya di meja depan aletta, tapi tiba-tiba sebuah tangan muncul dan menggebrak meja di depan mereka.
"Woyy!! ngopi ngapa ngopi" tidak salah lagi orang itu adalah rino, dengan santuy dan percaya dirinya dia berani mengagetkan cewek pms.
"Rino sayang, nyawa lo ada sembilan ya?" via tersenyum dan berdiri menghampiri rino, dia menarik dasi rino agar mendekat ke wajahnya. Ya karna rino lebih tinggi darinya.
"Hmm" via masih tersenyum, tapi senyum creepy.
"Hehe ampun ampun, serius gue bercanda. Nyawa gue cuman ada satu, sorry sorry nanti istirahat gue traktir deh" rino yang ketakutan pun akhirnya minta ampun.
"Nah gitu dong, jangan macem-macem lo sama ratu" via pun kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan obrolannya dengan aletta.
"Ya ratu dihatiku" rino membatin dan tersenyum kecil, lalu berlalu ke tempat duduknya.
Seperti biasa mereka melakukan kegiatan belajar mengajar dengan lancar, saat bel istirahat berbunyi para siswa pun langsung keluar kelas menuju kantin.
"Heh krempeng" via langsung mendatangi rino, sambil menarik-narik tangan aletta.
__ADS_1
"Ya sayang?" rino yang keceplosan pun jadi pusat perhatian seisi kantin.
"Hanjay udah zeyeng-zeyengan aja nih, wah parah baru kemarin kalian gelut" celetuk siswa lain yang biasa jadi provokator,
"Apa maksud lo?" via menatap tajam rino, ia berkata sambil berbisik.
"Weh weh santuy jangan kisseu kisseu di sini dong, eling" timpal siswa lain yang tertawa,
"Heh kurang ajar lo pada ya, dasar jomblo bilang aja lo pada ngiri" rino merangkul pundak via, via pun melirik tajam ke arahnya.
"Sttt" rino berbisik pelan,
"Sorry aja nih ya kalo kalian ngiri, tapi sorry aja gue emang tadinya mau nutupin ini yah tapi karna ketauan ya udah lah, mending gue jujur gue emang pacarnya via" rino berkata itu dengan percaya dirinya.
"Apa?!!" via berteriak kencang karna kaget dan malu,
"Wah gue gak nyangka sih, aslian kita kira kalian musuhan ternyata cuman bercandaan ya" akhirnya mereka berdua jadi topik hangat perbincangan.
"Hey gue juga mau ngumumin sesuatu" tiba-tiba ada yang memotong kericuhan mereka, akhirnya fokus mereka pun tertuju pada orang itu.
"Heh serius? bukannya aletta tuh ngebet banget sama si theo?" tampak dimana-mana mulut membicarakan tentang aletta.
"Gak nyangka sih tuh cewek ternyata gitu, masa iya ngembat langsung dua cowok sekaligus. Gue harus lindungin cowok gue nih biar gak kepincut" komentar negativ tentang aletta pun bermunculan.
"Ta" via memanggil aletta yang bingung dengan keadaan sekitarnya,
"Lo kok diem aja? kan lo gak suka ke juna kan? bener kan?" via jadi ikut panik.
"Heh juned" via pun tidak tinggal diam,
"Jangan bac*t aneh-aneh dah lo, gue jelas kenal aletta dan gua yakin aletta gak pernah pacaran sama lo, jadi jangan ngebac*t yang unfaedah!" via memarahi juna.
"Yah terserah, toh gue emang deket sama letta tuh" juna menanggapi itu dengan santai dan mengedikan bahu nya,
"Gak usah ngomong aneh-aneh lo a****g" theo menggebrak meja yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Theo menghampiri juna dan mendorong tubuhnya dengan keras, bahkan sampai dia menabrak meja yang ada di belakangnya. Area kantin pun menjadi berantakan dan ricuh.
"Wah wah apa nih, pangeran berkuda putih? atau pangeran es?" juna tersenyum miring melihat theo yang marah padanya,
"Gak usah bac*t lo, jelas aletta itu masih punya gue!" tampak jelas theo yang sudah naik pitam.
"Bukannya lo yang bilang lo bakal biarin gue deketin letta, terus nih kenapa? lo mau jilat ludah lo sendiri?" juna mendekati theo yang masih marah padanya.
"Sayang lo udah telat, bahkan lo sendiri yang bikin hubungan kalian jadi jauh, iya kan?" juna menepuk pundak theo yang masih diam menahan amarah.
"Jadi jangan pernah larang gue buat narik kembali kata-kata gue, ataupun lo yang bakal narik kembali kata-kata lo" juna pun meninggalkan kantin yang sudah berantakan.
"Parah banget mereka" suasana yang tadinya tegang dan diam, seketika menjadi ramai karna obrolan para siswa siswi.
"Theo" rino memegang pundak theo yang masih terdiam di tempatnya,
"Lo gak papa?" rino bertanya pada theo yang masih diam, theo pun menggeleng.
"Ta ayok balik aja ke kelas" via mengajak aletta kembali ke kelas, aletta melihat sekilas ke arah theo yang balik menatapnya.
Theo menghampiri aletta untuk mengajaknya berbicara,
"Kita batalin pertunangan kita" theo jelas masih marah, dan berkata hal yang membuatnya semakin jauh dengan aletta. Ntah apa tujuannya mengajak aletta membatalkan pertunangan.
Setelah dia mengucapkan itu, dia pergi meninggalkan aletta. Sebenarnya aletta tidak mengerti, tapi dia hanya diam.
"Lo gak papa ta?" via bertanya pada temannya itu yang diam, air mata aletta tiba-tiba menetes.
"Eh?" aletta mengelus pipinya yang basah karna air matanya.
"Kenapa aku menangis?" aletta membatin dalam hatinya, dia tidak mengerti kenapa dia menangis? karna theo? padahal dia tidak menyukai siapapun karna memang yang ada di dalam tubuhnya bukanlah aletta melainkan putri louisa.
"Sabar ya, ayo balik aja ke kelas" via mengajak aletta berjalan kembali ke kelas, sedangkan aletta masih diam dia memikirkan kenapa dia menangis? padahal hatinya tidak merasakan apapun.
"Aku sebenarnya kenapa?" aletta duduk di tempatnya masih memikirkan kejadian yang barusan terjadi, bahkan sekarang air mata yang keluar dari matanya semakin deras.
__ADS_1
"Gue bakal bantuin lo kok ta" via menenangkan aletta yang menangis, pasti sangat sakit hati sahabatnya itu. Orang yang dia sukai memutuskan secara sepihak.