
Sudah seminggu berlalu theo meninggalkan sekolah lama nya, banyak di antara mereka yang menyayangkan hal itu ada pula yang senang karna kepergiannya, termasuk arjuna.
"Pagi aletta" sapa juna ketika dia melihat aletta yang melintas di depannya,
"Pagi" jawab aletta sambil tersenyum, jika dia adalah aletta yang sebenarnya maka sapaan itu hanyalah di anggap ghaib.
"Duh cantik banget sih" juna masih berdiri memperhatikan aletta yang berjalan menuju kelasnya,
"Hey" tiba-tiba seseorang menyenggol lengan juna.
Juna pun menoleh dan berdecak kesal,
"Paan sih cil?" tanya juna sambil berekspresi kesal,
"Lo suka ke aletta kan?" tanya cecil sambil sesekali tersenyum centil.
"Ya, kenapa emang?" tanya juna,
"Gimana kalo kita kerja sama?" cecil mendekatkan bibirnya pada telinga juna,
"Kita bikin mereka putus hubungan" cecil menjauhkan lagi bibirnya dan tersenyum puas.
"Caranya?" tanya juna karna dia mulai penasaran pada cecil,
"Ya udah pasti lo harus deketin aletta, lo juga ngerasa kan kalo sekarang hubungan mereka udah renggang" kata cecil sambil mengetuk-ngetuk dagunya.
"Iya sih emang waktu pertama kali aletta balik lagi aja udah keliatan beda, gue pikir dia udah bosen ke theo" kata juna menyampaikan pendapatnya.
"Bagus kan kalo gitu lo ada kesempatan buat deketin aletta" kata cecil sambil mengedipkan matanya,
"Trus lo?" juna bertanya pada cecil, memangnya apa yang dia dapat?
"Oh tenang aja gue bakal dapetin theo kok" jawab cecil dengan percaya diri,
"Emang lo tau theo dimana?" juna kembali bertanya padanya.
"Hmm gampang buat nyari dia dimana" jawab cecil dengan smirk nya.
"Oh oke lah" juna mengedikkan bahu acuh.
Kini setiap hari juna selalu menempel pada aletta, ntah itu waktu pagi, istirahat atau pun waktu pulang.
"Ta?" via memanggil putri yang ada di tubuh aletta itu,
"Iya?" jawab aletta menoleh ke arah via.
"Lo bener ya suka sama juna?" tanya via sambil menopang dagu,
__ADS_1
"Tidak, aku tidak pernah menyukainya" jawab aletta sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi kenapa lo mau dideketin sama dia?" tanya via lagi,
"Bukankah dia mau berteman denganku?" tanya balik aletta.
"Ck, lo gak peka apa gimana sih. Dia deketin lo itu bukan karna mau temenan, tapi emang ngincer lo buat jadi pacarnya" via berdecak kesal karna tanggapan sahabatnya itu.
"Ngincer? maksudmu?" tanya aletta lagi,
"Maksud gue dia pengin lo jadi pacarnya alias kekasih lo" jawab via,
"Benarkah?" tanya aletta lagi.
"Iya ih" via pun kesal pada sahabatnya itu, semakin lama dia semakin merasa bahwa sahabatnya berubah.
"Ta?" via memanggil aletta lagi.
"Ya via?" aletta menunggu kata apa yang akan di sampaikan via padanya,
"Lo bener ya bukan aletta?" kini via mengeluarkan unek-uneknya.
"Sebelumnya aku sudah berapa kali bilang padamu jika aku bukanlah aletta yang kamu kenal" jawab putri yang ada di tubuh aletta itu.
"Gue masih belum percaya sih, tapi semakin lama gue mikir lo makin berubah. Lo bener-bener beda sama aletta yang gue kenal" via masih mengeluarkan apa yang ada di pikirannya itu.
"Tapi aku bukanlah aletta, aku adalah louisa putri dari raja zulivan" aletta kembali memperkenalkan dirinya yang asli.
"Gue masih belum bisa percaya ta, bisa aja lo cuman boong ke gue, ngeprank gitu" via menggeleng-gelengkan kepalanya, sangat sulit baginya untuk percaya.
"Aku serius via, bukankah kau juga berpikir jika aku aneh. Seharusnya kamu percaya padaku" kata aletta sambil menatap via dengan serius, berharap lawan bicaranya itu bisa percaya padanya.
"Tapi gimana bisa lo berubah?" via bertanya pada aletta, kini dia sudah mulai penasaran.
"Aku pun tidak tau, yang aku ingat saat itu aku di kejar oleh pasukan ayahku karna aku akan di jodohkan dengan raja naga biru..." aletta menggantungkan kalimatnya.
"Trus?" tanya via tidak sabar,
"Aku memutuskan untuk bunuh diri dengan lompat ke dalam sungai persembahan, tapi ketika aku sadar aku sudah ada di tubuh anak ini" putri melihat badannya sendiri, badan aletta yang selama ini dia diami.
"Argggghhh gue setengah percaya setengah kagak, aneh aja gitu" via menarik rambutnya karna frustasi,
"Jika kau tidak percaya, kau mau aku buktikan apa?" tanya putri pada via.
"Emm.. gak deh gue ntar mau ikut main ke rumah lo ya" kata via tiba-tiba mengalihkan pembicaraan,
"Oh baiklah" jawab aletta sambil mengangguk.
__ADS_1
.......
Bel pulang pun berbunyi, mereka seketika berhamburan keluar menuju kendaraan masing-masing yang akan membawa mereka pulang atau pun ya... main.
"Ta, gue jadi ke rumah lo" kata via sambil mengambil tasnya yang ada di meja,
"Ayo" aletta menarik lengan via untuk pulang bersamanya.
Mereka pun pulang bersama, sepanjang jalan via hanya diam memikirkan kata-kata yang di sampaikan sahabatnya itu.
"Kalo emang ini bukan aletta yang asli, terus aletta yang asli dimana?" kata via membatin dalam hatinya,
"Via ayo" aletta menarik lengan via yang masih diam tidak bergeming di tempatnya.
"Oh oke" via pun turun mengikuti langkah sahabatnya itu,
"Eh anak mama udah pulang, via juga ikut nih?" ibu aletta menyambutnya di depan pintu.
"Iya tante" jawab via sambil senyum dan mencium tangan pada ibu aletta,
"Ayo ayo sini masuk, sayang kamu ganti baju dulu sana" ibu aletta mengajaknya masuk.
Aletta pun bergegas ke kamarnya, via berhenti di depan ibu aletta.
"Tante?" panggil via pada ibu aletta,
"Ya via?" jawab ibu aletta sambil tersenyum.
"Tante maaf aku mau nanya nih, tapi maaf tante jangan marah ya" via menunduk takut,
"Iya bilang aja" jawab ibu aletta sambil tersenyum mengangkat dagu via.
"Anu tante aletta kenapa sekarang jadi beda ya, sebenernya aku udah berapa kali di ceritain aletta kalo dia bukan aletta tapi louisa" kata via mengeluarkan unek-uneknya.
"Tante juga sering denger kaya gitu dari aletta, tapi tante gak peduli yang tante tau dia itu aletta anak tante" jawab ibu aletta sambil tersenyum, via pun hanya mengangguk-ngangguk.
"Ya mau gimana lagi, mama nya juga gak percaya kalo dia bukan alett" via membatin dalam hatinya,
"Dah ayo duduk dulu" ajak ibu aletta pada via.
Mereka pun makan bersama, ketika makan via lebih banyak diam dan sesekali melamun. Dia terus saja memikirkan siapa sebenarnya orang yang ada di hadapannya itu.
"Via?" tiba-tiba ibu aletta memanggil via yang diam,
"Eh iya tante?" jawab via gelagapan karna kaget,
"Kamu kenapa? kok kayanya dari tadi tante perhatiin kamu banyak diem" tanya ibu aletta penasaran.
__ADS_1
"Gak papa kok tante?" jawab via sambil menggeleng, tentu dia tidak bisa bilang lagi tentang apa yang dia pikirkan. Dia takut akan membuat hubungan keluarga sahabatnya itu akan pecah.