
Entah sudah berapa lama theo di sini, padahal dia berniat melupakan aletta tapi sepertinya yang terjadi adalah sebaliknya?.
"S*al" theo mengusap kasar wajahnya, dia frustasi bahkan sudah berapa malam dia tidak bisa tidur dengan tenang.
"Heh kenapa lo?" tanya salsa pada theo yang menurutnya sangat memprihatinkan itu,
"Gue.. gue kenapa ya?" theo menelungkupkan wajahnya pada tas yang ada di meja nya itu.
"Lo pasti kangen ke aletta ya?" bisik salsa pada theo, yang sukses membuat theo terbelalak kaget.
"Ck paan sih so tau deh lo" theo menutup telinganya.
"Hm gak mau ngakuin lo" salsa menoyor kepala theo, theo pun mendengus kesal.
"Udahlah lo kenapa gak jujur aja sih? gimana kalo ntar aletta dapet cowok baru? lo ntar nyesel loh" kata salsa sambil menyeruput minumannya.
"Gue udah bilang gue bakal jauhin aletta, jadi terserah kalo emang dia punya cowok baru" jawab theo sambil melirik sekilas ke arah salsa, theo bisa melihat wajah kesal salsa. Mungkin karna jawaban theo?
"Beg* ya lo, padahal lo udah dapet cewek yang bener-bener suka ke lo setia banget ke lo, kenapa lo gini sih?" salsa meninggikan suaranya, tampak wajahnya yang sangat kesal.
"Hhh... gue gak bisa balik lagi ke dia" theo kembali menenggelamkan wajahnya pada tas yang ada di depannya, tidak peduli minuman yang dia pesan sudah semakin mencair tidak dingin lagi.
"Alasannya apa? gue kan udah pernah cerita yang bikin nyokap lo ga ada tuh bukan aletta!" salsa semakin kesal karna theo, tingkat kesabarannya hampir habis.
"Alasannya karna gue gak pantes buat aletta, gue udah terlalu sering nyakitin dia" theo memelankan suaranya, salsa yang mendengar itu pun terdiam.
"Mungkin dia gak bakal pernah bisa maafin gue, gue gak pantes buat dia sa" theo masih melanjutkan kata-katanya,
"Terus yang dulu itu siapa? kenapa dulu lo langsung narik gue pergi?" tanya salsa pada theo saat mengingat perempuan yang pernah memanggilnya itu.
__ADS_1
"Dia temen gue namanya cecil" jawab theo,
"Lah lo dulu bilang katanya orang gila?" tanya salsa lagi, karna theo pernah memberitahunya jika orang itu adalah cewek gila yang mengejarnya.
"I-itu gue cuman bercanda hehe" jawab theo lagi sambil nyengir,
"Dasar lo, terus kenapa lari?" tanya salsa lagi, dia sangat penasaran.
"Kepo banget deh lo" theo mendengus, bagusnya salsa tidak perlu mengungkit-ngungkit masalahnya.
"Ish theo!" salsa menjambak rambut theo.
"Aw aw sakit anjay" theo menepuk lengan salsa, salsa pun melepas jambakannya.
"Jelasin!" salsa masih memaksa theo untuk menjelaskan padanya.
"Hhh maksa banget deh lo, cecil itu cewek yang suka ke gue. Dia dulu sering banget war sama aletta, lo tau kan gimana sifat aletta? sering banget mereka adu bacot tapi ujungnya ya yang menang aletta" jelas theo sambil tersenyum kecil.
"Yakali gila apa gue suka ke cecil, lagian gue udah punya ale..." theo menghentikan kalimatnya, saat dia tersadar dengan ucapannya.
"Nah kan lo tuh masih suka ke aletta, cuman rasa ego lo aja yang terlalu gede theo" salsa memegang pundak theo,
"Gue harap lo gak nyesel dengan apa keputusan lo sekarang, tapi kalo misal lo ngerasa nyesel lo harus siap tanggung akibatnya itu" kata salsa sambil sedikit meremas pundak theo, menyalurkan rasa perhatiannya sebagai seorang sahabat.
"Thanks sa, tapi gue mungkin gak bisa balik lagi ke aletta walaupun emang gue masih suka ke dia" theo tersenyum kecil hanya untuk menutupi rasa sedihnya.
"Ya udah gak papa, gue bakal dukung apa keputusan lo" kata salsa ikut tersenyum, dia pun tau jika sebenarnya theo ingin kembali pada aletta hanya saja rasa bersalahnya yang mengalahkan rasa ingin kembalinya itu.
"Thanks sa" kata theo berterima kasih lagi, salsa pun mengangguk.
__ADS_1
"Ya udah nih lo mau minum gak? udah gak dingin nih, kalo gak mau gue minum" kata salsa sambil menyodorkan minuman theo.
"Gue juga haus elah, lo udah minum dua gelas masih haus lo?" kata theo sambil mengambil minumannya, dia pun menenggak habis minumannya.
"Daripada sayang gak diminum" jawab salsa sambil mengedikan bahunya, sesekali dia melihat ke arah jalanan yang basah karna diguyur hujan.
"Kalo gue jadi lo, gue gak bakal sekalipun ngelepas aletta" kata salsa masih melihat ke arah jalanan, theo yang mendengar itu pun hanya diam mendengarkan.
"Lo tau gak gue yang setia tapi pacar gue dengan seenak jidatnya pergi ninggalin gue, dan lo tuh kaya pacar gue. Sumpah gue kesel banget sih ke lo" cerita salsa sebelum dia menjitak kepala theo.
"Duhh paan sih lo, lagian alsannya beda kali pacar lo ninggalin lo karna selingkuh lah gue kan bukan" kata theo kesal, dia mengusap kepalanya yang terkena jitakan salsa.
"Tetep aja kalian para cowok bisa ya seenaknya main tinggal-tinggal, sebenernya kalian mikir gak sih kalo kalian ada di posisi kita yang ditinggal? coba kalian pikirin gimana rasanya" salsa meremas gelas plastik yang ada ditangannya dan kemudian melemparnya ke tempat sampah.
"Ya gue..." theo menggantungkan kalimatnya, dia menggaruk hidungnya.
"Apa? udahlah emang kalian tuh sama sekali gak mikirin perasaan pasangannya ya" kata salsa yang sudah kesal.
"Kok lo jadi ngomel deh" kata theo yang ikutan kesal karna jadi pelampiasan salsa,
"Gue cuman berharap lo ambil keputusan yang bener, karna ditinggal pas sayang-sayangnya itu sakit banget theo" salsa menatap sayu wajah theo.
"Jangan sampe nanti lo nyesel, saat lo pengin balik tapi itu semua udah terlambat jangan sampe kejadian kaya gitu theo" salsa mengingatkan theo, theo yang mendengar itu pun hanya terdiam.
"Gue gak tau harus gimana sa, gue cuman gak mau bikin aletta terus ngerasa menderita kalo deket sama gue. Gue harap dia bisa dapet yang lebih baik dari gue" batin theo dalam hatinya.
"Thanks lo udah mikirin gue tapi udah cukup lo gak perlu pikirin itu lagi, gue udah pikirin kok apa resiko yang bakal gue dapet dan gue siap dapet resiko itu" kata theo sambil menatap wajah salsa, tatapan serius yang berarti dia akan siap dengan resikonya.
"Ya udah kalo gitu, tapi kalo lo berubah pikiran lo tinggal bilang aja ke gue, gue bakal bantuin lo" kata salsa pada theo, baginya theo sudah seperti adiknya sendiri. Ya walaupun mereka hanya beda umur 1 tahun tapi salsa merasa theo lebih cocok menjadi adiknya.
__ADS_1
"Gue yakin kan sama keputusan gue? buat hati gue tolong jangan pernah munculin aletta dan buat pikiran gue tolong hilangin aletta" theo membatin dalam hatinya, berharap dia tidak pernah mengingat seseorang yang pernah berharga untuknya.