My Weird Princess

My Weird Princess
Berakhir?


__ADS_3

Kini semakin hari theo semakin menjauh dari aletta, bahkan dia tidak segan untuk mendorongnya semakin jauh dari dirinya.


"Bro, lo kenapa sih? waktu itu kan lo lindungin aletta trus kenapa sekarang lo kaya gini lagi?" rino bertanya pada theo yang duduk diam.


"Bukan urusan lo rino" theo yang tidak ingin memberi tau apa maksudnya pun berdalih agar tidak ditanya terus oleh rino.


"Tapi kasian elah aletta nya, lo php in terus seakan-akan lo pengin aletta jauh dari lo tapi kenyataannya lo masih ngarep dia mau terus sama lo. Hey bro cewek gak suka digituin" rino memberi nasehat pada sahabatnya itu.


"Bukan urusan lo" theo membuang muka dan sekarang dia sudah menutup telinganya dengan buku.


"Coba bayangin kalo lo ada di posisi aletta, apa lo bakal sanggup digituin terus? lo dorong dia menjauh tapi lo tarik lagi dia buat tetep deket sama lo" rino masih memberi nasihat sahabatnya.


"Terserah sekarang, dia mau pergi mau sama siapa itu bukan urusan gue" theo tetap kekeuh dengan jawabannya.


"Tap buktinya waktu itu lo bilang kalo aletta itu milik lo, harusnya lo yang tegas dong. Lo tau juga kan sekarang juna lagi gercep deketin aletta" rino memperingati theo.


"Bodo amat, mau ya sama juna juga silahkan" kini theo menutup telinga nya dengan kedua tangannya, dia tidak ingin mendengar nama cewek itu.


"Yah kalo itu keputusan lo ya silahkan, gue sahabat lo cuman bisa dukung apa keputusan lo. Tapi gue harap lo ga bakal menyesal sama keputusan lo sendiri" rino pun mengahiri nasihatnya.


"Gue gak bisa sama aletta, dia terlalu baik buat gue. Gue takut gue bakal bikin dia tambah sakit, mungkin baiknya sekarang gue sekalian buat dia jauh dari gue, supaya gue gak setengah-setengah lagi ke dia" theo membatin dalam hatinya.


Hatinya yang sesak itu hanya dia yang tau, perasaan tidak ingin kehilangan tapi di tuntut untuk merelakan. Perasaan ingin selalu bersama tapi dikalahkan oleh ego yang semakin membesar.


"Jujur gue suka apa adanya lo, mau itu lo bar-bar atau sering gangguin gue. Itu gue gak masalahin, bahkan sekarang lo jadi berubah pun gue tetep suka ke lo"theo masih membatin dalam hatinya.


Masih menutup telinganya dengan buku, dari balik buku itu theo bisa melihat dengan jelas wajah aletta yang sedang tersenyum bercanda dengan via.


"Bahkan gue sama sekali gak pernah bikin lo senyum, gimana caranya gue bisa bahagiain lo? yang ada gue cuman bisa nyakitin lo" theo memikirkan masa depan jika dia bersama aletta.

__ADS_1


"Mungkin ini emang keputusan yang terbaik supaya lo bisa bahagia, maaf mungkin abis ini gue bakal semakin menjauh dari lo" theo tersenyum kecut masih memandang wajah aletta.


Bel pulang pun berbunyi, seketika para siswa keluar berhamburan menuju kendaraan masing-masing yang akan mengantar mereka kembali ke sarang mereka.


"Bro, futsal?" rino menepuk pundak theo dan mengajaknya bermain futsal,


"Lain kali aja dah, gue mau ke perpus" theo menepuk kembali pundak rino.


"Ya udah gue duluan ya, besok libur kita futsalan" theo pergi berlalu meninggalkan sahabatnya.


"Hah masalah lo banyak amat, semoga lo kuat" rino bergumam sendiri sambil menatap punggung sahabatnya yang semakin menjauh.


"Ta ayo buruan, temenin gue pokoknya" via yang sedang menarik-narik tangan aletta, agar aletta mau menemaninya.


"Iya aku temani, tapi jangan tarik-tarik. Tanganku sakit" aletta cemberut, via pun melepas tarikan tangannya dan tertawa nyengir.


"Lagian kamu kenapa bisa lupa?" aletta bertanya pada via.


"Gue kelupaan nonton film" via nyengir lagi, menampilkan gigi putihnya.


"Hah ada-ada saja kamu, ya sudah ayo" aletta berjalan mendahului via.


"Heh yang kena hukuman kan padahal gue" via bergumam dan menyusul aletta.


"Jadi ini perpustakaan sekolah" aletta berjalan sambil memegang buku-buku yang berjajar.


"Iya lah, gue kerjain dulu ya. Lo silahkan dah cari buku yang lo mau baca" via mengambil buku yang akan dirangkumnya sebagai hukuman dari guru.


"Baiklah" aletta berkeliling melihat-lihat buku, dan kini fokus matanya tepat di sebuah buku tentang kerajaan.

__ADS_1


"The castle?" Aletta mengeja judul buku tersebut, dia pun mengambil buku itu dan membawanya untuk ia baca.


Ia duduk di sebuah kursi dan mulai membaca buku itu, tanpa sadar sedari tadi sudah ada yang memperhatikan dia dari jauh.


"Aletta? sejak kapan dia mau ke perpus?" tidak salah lagi orang itu adalah theo, orang yang sedari tadi melihat gerak gerik dari aletta.


"Hah bukan urusan gue juga" theo pun berhenti memperhatikan aletta, ia kembali membaca buku yang memang sedari tadi sedang dia baca.


"Ayah? apa ayah baik-baik saja? aku merindukan ayah, apa ayah akan tetap memaksaku menikah dengan orang jahat itu jika aku kembali?" aletta yang sedang memikirkan ayahnya tanpa sadar menitikan air mata.


"Aku ingin kembali, aku merindukan ayah, aku merindukan jendral" aletta masih menangis, hatinya benar-benar sesak saat tau ayah yang sangat dia sayangi memaksanya untuk menikah dengan raja yang sangat dia benci.


Tentu dia sangat membencinya, ibu yang sangat amat dia cintai yang selalu menemaninya telah pergi. Dan orang yang telah membuat ibu nya pergi adalah orang suruhan dari raja naga biru.


Buku yang sedang dia baca pun jadi ikut basah terkena tetesan air matanya,


"Eh?" aletta tersadar dan mengelap buku yang basah karna air matanya.


"Bahkan sekarang dia menangis lagi? apa dia masih inget kejadian waktu itu?" theo kembali memperhatikan aletta, karna tadi dia mendengar suara isakan dari aletta.


"Gue janji ta, gue gak bakal bikin lo sedih lagi. Mungkin emang lo bakal sedih, tapi abis itu gue gak bakal bikin lo sedih lagi" theo terdiam memandangi wajah aletta yang memerah karna menangis.


"Abis ini gue bakal kangen tingkah bar-bar lo, tingkah kalem lo, lo yang suka bar-bar. Suka gangguin gue, bahkan yang tanpa malu ngucapin suka ke gue padahal di depan anak-anak lain" theo tersenyum sambil memandang wajah aletta.


"Semoga lo bisa dapet orang yang bener-bener sayang ke lo ta, gak kayak gue yang cuman bisa bikin lo nangis, bikin lo sakit hati terus" theo menunduk, dia berusaha keras menahan rasa sesak di dalam dadanya.


Theo berdiri untuk mengembalikan buku yang telah dia baca, dia sekilas melihat kembali aletta yang masih duduk tenang di tempatnya.


"Good bye my weird princess" theo berlalu tanpa melihat kembali ke belakang.

__ADS_1


__ADS_2