
Seminggu sudah theo ada di sini, tanpa ada siapa pun yang tau dia ada di sini kecuali... ayahnya.
"Hhhh" theo menghela napas, ntah sudah yang keberapa kalinya hari ini dia menghela napas.
"Hey tampan" tiba-tiba cewek dengan tampilan seperti preman nyamperin dia, ya theo sudah pindah sekolah. Dan di sini sekarang dia sekolah, tanpa ada temen yang dia kenal dan juga tanpa ada aletta.
"Hm" theo cuman bergumam, dia benar-benar sangat nggak nyaman di sini tapi ini satu-satunya cara supaya dia gak terus-terusan deket sama aletta.
"Ish kamu cuek banget sih" cewek itu mendengus sambil memegang lengan theo yang langsung dia tepis,
"Ngapain sih lo?" theo langsung berdiri dan meninggalkannya.
"Hey hey sante dong" cewek itu langsung menarik lengan theo,
"Gue gak serius" theo berhenti, ia tak mengerti apa yang dimaksud si cewek itu.
"Apa maksud lo?" theo langsung bertanya padanya,
"Kenalan dulu deh biar enak, gue salsa. Lo? theo kan?" cewek itu mengulurkan tangan pada theo, tapi theo hanya melihat tangan yang mengulur padanya tanpa berniat membalas.
'Bugh'
Salsa memukul dada theo lumayan keras, yang dipukul pun mengadu kesakitan.
"Paan sih lo?" bentak theo sambil memegang dadanya yang terkena pukul.
"Ya lo di ajak kenalan ae susah banget sih, woy lagian gue gak minat ya ke lo" salsa balik membentak theo, theo pun terdiam.
"S-sorry" theo meminta maaf pada salsa, salsa pun mengangguk.
"Yoi, gue juga minta maaf keknya lumayan nih sakit" jawab salsa cekikian sambil memegang tinjunya yang baru saja mengenai dada theo.
"Ya gue theo" kini giliran theo yang mengulurkan tangannya pada salsa, salsa pun membalas uluran tangan itu.
"Lumayan juga nih lo" theo memegang dadanya yang masih terasa nyeri,
"Hehe sorry, gue kan emang ikut karate" kata salsa sambil menggaruk pipinya.
"Jadi maksud lo apa?" theo pun bertanya pada salsa yang kini sudah ada di hadapannya, saat ini mereka ada di kantin sekolah.
"Gue tau lo kok, lo anak om bram kan? theo alvaro?" kata salsa yang sukses membuat theo terbatuk karna kaget,
"Hahaha ngapa lo lah" salsa tertawa melihat theo yang terbatuk-batuk.
"Sial, dari mana lo tau?" theo mengambil tissu dan mengelap bibirnya yang basah,
"Lo gak inget gue?" salsa tersenyum miring melihat theo yang kebingungan.
"Ga" jawab theo seadanya, ya emang dia gak inget siapa salsa.
__ADS_1
"Gue loh salsa, temen masa kecil lo pas lo masih disini" salsa menjelaskan itu dengan serius.
"Salsa?" theo mengernyitkan dahinya, mengingat-ngingat siapa orang yang ada di hadapannya ini.
"Oh lo yang dulu suka keselek cilok bukan sih?" theo memegang dagunya, agak ragu dengan ingatannya.
"Ck ah lo yang di inget itunya" salsa mendengus kesal, theo pun tertawa melihatnya kesal.
"Gila lo udah kaya laki aja" theo memukul lengan salsa.
"Sakit anjay" salsa balik memukul lengan theo, mereka sama-sama tertawa.
"Jadi alasan lo pindah tuh kenapa?" tanya salsa pada theo, walaupun memang ayah theo sudah bercerita padanya tapi dia ingin mendengar langsung dari theo.
"Bukan urusan lo" theo berbalik ke arah samping,
"Ck ayo lah cerita, lo gak kangen apa sama temen masa kecil lo nih?" salsa menarik-narik lengan theo.
"Hih diem dah" theo melepas pegangan tangan salsa,
"Oh gue tau, pasti gara-gara cewek kan" salsa tertawa jahil sambil menunjuk ke arah theo yang kaget itu.
"Gimana bisa dia tau? apa papah ngasih tau?" batin theo dalam hati,
"Paan sih" theo mendengus.
"Lo cewek jadi-jadian njay" kata theo sambil mengulurkan lidah.
"Mamam noh" salsa menyumpal mulut theo dengan tissu yang ada di hadapannya itu,
"Pfff bekas iler lo ya" theo membuang tissu itu sambil menatap salsa tajam.
"Lo sih nyebelin, udah seminggu loh lo di sini tapi belum pernah kita ngobrol" kata salsa sambil melihat dengan tatapan memohon pada theo.
"Ya udah ntar balik sekolah kita ngobrol" theo pun menyetujui ajakan salsa.
Mereka pun makan dan kembali masuk ke kelas masing-masing saat bel berbunyi.
Bel pulang pun berbunyi, seketika suasana kelas yang hening pun menjadi ramai karna sorakan dari para siswa yang sudah tak sabar menunggu waktu pulang.
"Oii" salsa menepuk pundak theo dari belakang,
"Jurig ih" theo menoleh ke arah salsa, salsa pun memukul lagi pundak theo.
"Kurang ajar lo ya" yang dipukul hanya tertawa.
"Yok, gue tau tempat nongkrong yang enak" salsa menarik lengan theo agar mengikutinya,
"Ngapain?" tanya theo yang gak inget tujuannya.
__ADS_1
"Kan kita mau ngobrol" salsa masih menarik lengan theo, theo pun hanya mengangguk.
"Mobil gue" theo berhenti saat teringat mobilnya masih di parkiran.
"Ntaran aja, ntar kita balik lagi ke parkiran sini" salsa kembali menarik lengan theo, theo pun mengikutinya.
"Jadi lo kenapa pindah?" salsa langsung to the point saat mereka sudah duduk, karna dia benar-benar penasaran dengan alasan kepindahan theo.
"Bukannya lo dah tau kan" jawab theo acuh,
"Karna cewek?" tanya salsa memastikan, theo pun mengangguk.
"Katro lo" salsa menjitak kepala theo.
"Lo ih dari tadi nganiaya gue terus" theo protes pada salsa,
"Lo tuh kurang ajar banget tau gak, gue udah tau masalah lo gimana dari om bram. Ishh theo!!" salsa meremas botol yang sedang dia pegang.
"Kenapa lo sih?, sewot-sewot segala" theo yang melihat itu pun aneh dibuatnya,
"Lo itu, nih" salsa menunjuk theo dan memberikan jempol terbaliknya.
"Gaje banget lo" theo mendengus kesal pada salsa,
"Harusnya lo gak gini theo" salsa memelankan suaranya, kini dia serius dengan ucapannya.
"Lo tau apa?" theo melihat ke arah salsa yang sedang melihatnya,
"Aletta, dia orang yang udah nolongin gue" salsa menatap wajah theo dengan tatapan sendu.
"Darimana lo tau?" theo terkejut mendengar nama yang salsa sebut,
"Lo inget dulu waktu kita masih kecil, gue pernah hampir tenggelem. Dan yang nolongin gue itu aletta" salsa menatap wajah theo dengan serius.
"Tapi emang lo tau aletta gimana?" theo masih belum mempercayai apa yang di ucapkan temannya itu,
"Ini?" salsa mengeluarkan ponselnya dari saku, dan memberi tau foto yang ada di ponselnya itu.
"Ini aletta kecil, dan ini aletta udah gede. Iya kan?" salsa menunjukan foto-foto aletta yang ada di ponselnya,
"Kok lo ngeri sih" theo mengelus lengannya yang merinding.
"Kurang ajar lo, gue masih normal" salsa mendelik kesal ke arah theo, dia pun menunjukan isi pesan dan nama kontak yang tertera di ponselnya itu.
"Alettaku?" theo membaca nama itu, dia pun kembali bergidik ngeri.
"Si*alan lo" salsa memasukkan kembali ponselnya ke saku sambil menatap tajam theo.
"Lagian gue tau kejadian yang aslinya gimana kok, jadi gue harap lo jangan terus-terusan nyalahin aletta. Gue juga tau lo sebenernya suka ke dia, cuman karna rasa benci lo yang nguasain lo. Lo jadi kaya gini" salsa masih menatap theo dengan serius.
__ADS_1