
Aletta yang masih sibuk dengan buku-buku yang ada di depannya itu sesekali melirik ke arah jendral,
"Jendral?" panggil aletta dengan berbisik, jendral pun menoleh.
"Kok belum nemu juga ya?" kata aletta yang masih berbisik pada jendral,
"Ya tugas kita hanya mencari kan sampai ketemu" jawab jendral acuh dan kembali membuka halaman-halaman buku itu.
"Tapi seinget gue yang di mimpi itu buku keknya warna coklat deh, trus kaya ada ukiran-ukiran warna emas pinggirnya" kata aletta masih berbisik sambil memegang dagunya.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi" kata jendral sambil mendengus, ya tentu saja dia akan kesal. Sudah hampir 2 jam mereka mencari-cari buku yang di maksud aletta.
"Hehe gue lupa, maaf dah" kata aletta sambil nyengir, jendral pun mengangguk dan berdiri mengembalikan buku-buku yang sudah dia ambil.
"Lalu apa lagi yang kamu ingat dari mimpi itu?" tanya jendral saat dia sudah duduk kembali di tempatnya,
"Ntahlah gue juga bingung sih, itu mimpi absurd banget. Gue sekilas liat bentuk buku itu tapi gue ga tau isi buku itu" kata aletta menjelaskan.
"Sebenarnya buku apa itu?" jendral membatin dalam hati, dia masih memikirkan apa tujuan dari ibu putri yang menyuruhnya untuk mencari buku itu, jika buku itu tidak ketemu? apa yang akan terjadi?.
"Apa jika aku tidak bisa menemukannya aku tidak bisa bertemu dengan putri?" batin jendral dalam hati.
Kini pikirannya penuh dengan putri, wanita yang sangat berharga untuknya.
"Jendral?" aletta memanggil jendral yang masih diam dengan pikirannya,
"Pak woy!" panggil aletta lagi lebih keras, seketika jendral pun melirik tajam ke arah aletta.
"Tolong jangan berisik" penjaga perpustakaan pun menginterupsi aletta, dia melirik dengan tatapan aneh. Mungkin karna tidak pernah mendengar kata-kata yang di ucapkan aletta itu.
"Sudah ku bilang berhati-hatilah" jendral menasihati lagi aletta dengan tatapan matanya yang tajam itu,
"I-iya maaf" aletta menunduk takut, dia pun merasa bersalah.
"Duh dari tadi masih belum nemu juga, padahal kita udah banyak liat buku-buku kaya gini. Gimana kalo kita tanya aja ke penjaga perpustakaannya? kali aja dia tau dimana bukunya?" tanya aletta pada jendral.
"Sebaiknya kita mencarinya sendiri, jika memang benar buku itu yang dimaksud ibunda putri. Bukankah buku itu isinya penting?" jawab jendral sambil melihat buku-buku yang saling berjejer itu.
"Tapi gimana kalo ternyata buku itu ada di tempatnya ibu putri? emang jendral bisa ambilnya?" tanya aletta pada jendral.
"Jika memang itu pilihannya, akan tetap kulakukan" jawab jendral dengan tatapan kosongnya, tampak bahwa dia benar-benar menginginkan putri kembali.
__ADS_1
"Jendral, apa jendral gak suka kalo gue yang ada di tubuh putri? lo pasti gak nyaman ya sama gue?" tiba-tiba aletta bertanya hal seperti itu sambil menunduk sedih.
"Maaf bukan seperti itu maksudku, kau juga tau kan bagaimana perasaan seseorang yang merindukan orang berharga baginya?" jendral melihat ke arah aletta dengan tatapan sendu.
"Bukankah kau juga merasakan kan?" tanya jendral masih melihat ke arah aletta, aletta pun mengangguk.
"Ya sangat merindukan" aletta memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
"Begitupula denganku, aku pun merindukan putri" kata jendral sambil berbalik.
"Iya jendral" kata aletta yang sudah hampir meneteskan air matanya.
"Bagaimana kalau kita kembali saja, besok kita kemari lagi" kata jendral sambil berdiri,
"Oh baik" jawab aletta cepat dan mengikuti jendral yang berdiri dan berjalan keluar.
"Lain kali jangan samp..." jendral hendak mengucapkan kalimatnya, saat seseorang tiba-tiba menghadangnya di depan pintu.
"Zhi?" panggil orang itu pada jendral, jendral pun membungkuk diikuti aletta yang membungkuk.
"Baginda, sedang apa baginda di sini?" kata jendral sambil tersenyum pada raja.
"Oh ini keponakanmu?" tanya raja sambil menunjuk aletta,
"Ya baginda" jawab jendral mengangguk dan melirik ke arah aletta yang masih menunduk.
"B-baginda" aletta menyapa raja sambil membungkukkan badannya,
"Hoho sopan sekali ya keponakanmu" kata raja sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya pamit undur diri baginda" jendral membungkuk pamit pada raja, dia pun kemudian menarik lengan aletta untuk mengikutinya.
Mereka berdua pun meninggalkan raja yang masih diam melihat ke arah mereka,
"Kenapa aku merasa seperti sudah sering melihat wanita itu?" batin raja dalam hati.
Dia pun kemudian memanggil prajurit yang mengikutinya,
"Ya baginda?" prajurit itu membungkuk menunggu apa yang akan di sampaikan raja padanya.
"Kau tau siapa wanita itu?" tanya raja pada prajuritnya itu,
__ADS_1
"Saya tidak tau baginda, tapi menurut yang saya dengar dia adalah keponakan jendral zhi" kata prajurit itu.
"Hmm... kau awasi wanita itu dan jangan sampai ketahuan" raja memberi perintah pada prajuritnya itu,
"Baik baginda" jawab prajurit itu.
"Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku zhi" batin raja dalam hatinya, sesekali dia melirik arah jalan yang di lewati jendral dan aletta itu.
"Duh kok punggung gue panas ya" batin aletta dalam hatinya sambil menggosok leher belakangnya yang tidak enak itu,
"Apa disini ada hantu?" aletta masih membatin dalam hatinya sambil melirik sekeliling.
Tampak ruangan-ruangan kosong yang dilewatinya,
"Ini kan istana, pasti pernah ada perang kan? pasti banyak mayat-mayat disini" aletta masih membatin dalam hatinya.
"Hiiii.." aletta bergidik ngeri dan memegang lengan jendral yang berjalan di depannya,
"Hey kau ini kenapa?" kata jendral sambil menoleh ke arahnya.
Sebenarnya sejak tadi jendral sudah memperhatikan gerak-gerik aletta yang aneh itu, tapi dia hanya mengacuhkannya saja.
"Anu jendral, apa di sini ada yang mati?" kata aletta pelan, sambil melirik sekitar.
"Maksudmu?" tanya jendral sambil melihat ke arah aletta.
"Maksud gue tuh, ada mayat atau orang mati karna perang gitu, atau di hukum gitu?" tanya aletta yang mulai melantur karna takut.
"Kau ini bicara apa, tentu saja banyak bekas mayat-mayat disini. Apalagi istana ini sudah berapa kali di serang" jawab jendral acuh, dia bahkan tidak tau jika aletta sedang ketakutan.
"Hiiii serem banget sih, pasti banyak hantu disini" aletta bergidik lagi, bahkan sekarang semakin mengencangkan pegangan tangannya.
"Disini tidak ada hantu" kata jendral sambil memutar bola matanya,
"Kenapa kau takut hantu? apa kau tidak takut padaku?" jendral bertanya pada aletta dengan senyuman seramnya itu.
"Ih jangan nambah nakut-nakutin dong" kata aletta sambil memukul pelan lengan jendral,
"Aku serius, bukannya kau sering dengar rumor tentangku?" tanya jendral dengan tatapan seriusnya.
"A-aku.." aletta menggantungkan kalimatnya, dia memang sering mendengar rumor tentang jendral yang ada di depannya itu. Rumor yang menurutnya sangat menakutkan itu, bagaimana tidak? orang yang ada di hadapannya adalah jendral kematian.
__ADS_1