
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar masing-masing. Ya saat di kamar mereka mulai memainkan Keyboard handphone. Dan notifikasi dari WhatsApp banyak.
Dan di dalam kelas Shafa sudah ada grup kelas nya sendiri. Entah apa saja yang dibahas. Shafa pun langsung scroll ke bawah layar dari handphone tersebut.
***
Di Rumah Bryan.
Dhifa mulai ngambek kepada sang kakaknya. Mengapa bukan ia saja untuk ikut ke dalam ruangan OSIS.
Dengan tingkah laku Dhifa. Bryan pun tau kalau sang adik sedang marah kepadanya.
“Dhifa..” kata Bryan
__ADS_1
Dhifa pun tidak menjawab sapaan dari sang kakak. Kedua orang mereka pun merasa keheranan. Dan menanyakan apa yang sedang terjadi.
“ Kakak beri tau mama. Apa yang sedang terjadi?” tanya mama Dhira penuh dengan keheranan.
“Kakak tidak tau mama. Dhifa semenjak tadi tidak menyapa Kakak saja. Entah apa yang salah dari kakak” kata Bryan yang menjelaskan kepada mama.
“Loh Kenapa Dhifa gak berbicara sama Kakak? Katanya Dhifa sayang sama Kakak” kata mama kepada sang putri tunggal nya.
“Hemm” jawab Dhifa
“Oh iya Mama. Papa sudah daftar kan Bryan untuk melanjutkan pendidikannya sekarang” Sambung sang papa.
“ Mana bisa. Kakak kan masih kelas 12 .
__ADS_1
Mana boleh?” kata Dhifa.
“Bisa dong sayang. Kakak kamu itu sebenarnya sudah lulus tahun ini. Tapi dia masih belum ada untuk rencana kuliah” jawab sang papa.
“ Loh... Kan Kakak masih belum lulus. Pa.... Ya gak bisa lah”
“Kata siapa Kakak kamu tidak lulus?” tanya sang mama.
“Kakak kan masih sekolah Ma. Dan kakak sekarang baru naik kelas 12” kata Dhifa.
“Kakak kamu sekolah selama 2 tahun di sekolah. Sekolah kamu kan memiliki sistem tersendiri. Nah waktu Kakak kamu . Kelas 10 papa di panggil untuk tanda tangan soal pemilihan ajang sekolah. Nah kepala sekolah kamu sudah memilih nya. Namun papa bicara jika memang Kakak kamu bisa untuk sekolah 2tahun maka ayah akan selalu memberi semangat” kata papa.
Setelah mendengar cerita sang papa . Ia pun langsung menanyakan kepada sang mama.
__ADS_1
Mama nya hanya berkata iya dan menyuruh sang putri nya langsung menanyakan kepada sang kakak.
Ia pun tidak peduli dengan amarah yg ia rasakan saat ini. Tapi ia benar benar tidak ingin jauh dari Kakak nya.