
Shafa pun langsung menelpon Mommy Nya. Bahwa ia sudah sampai di Indonesia dengan selamat.
°hallo Mommy°
°Iya ... Ada apa Nak, loh ini kan nomor Shofi°
°Iya Mom, handphone Shafa tertukar dengan seseorang saat di bandara ° jelas Shafa
°Kok bisa sih Sayang,°
°Ceritanya panjang Mom, Shafa hanya ingin beritahu saja kalau Shafa sudah pulang° Kata Shafa
°Ya baiklah Nak, Nanti cerita kepada mereka Mommy saat di rumah ya..°
°Baiklah Mom... Shafa tutup dulu ya°
°Bye Mommy° sambung Shafa
° Bye Sayang ku. Muachhh°
Panggilan telepon pun tertutup. Akhirnya Tugas pertama sudah selesai hanya tinggal tugas ke dua. Yaitu Adam's Company.
——————————————————————————
Setelah lama berbincang. Tiba-tiba handphone Dewi pun berdering. Ia pun mengangkat. Saat tau bahwa Putrinya sudah sampai di Indonesia dengan selamat. Dan topik ini pun berubah menjadi pembicaraan seolah-olah akan menjodohkan anak-anak nya.
“Siapa Dew, yang nelpon. Seperti kau sangat bahagia ” tanya Dhira kepadanya.
“Ohh.. ini putri ku yang pertama. Ia sudah sampai di Indonesia sekarang.”
“Seneng banget ya, putra pertama ku saja betah tinggal di luar negeri. Ia tak pulang selama beberapa tahun ini” Ucap Dhifa pun mulai teringat pada putra nya Bryan
__ADS_1
“Sudah lah Dhir, pasti ia akan datang juga ke Indonesia” Kata Dewi
“Oh... Dhir ngomong-ngomong soal anak . Mengapa kita tidak jodohkan saja mereka ”
“iya yah. Mereka susah sama dewasa tapi tidak ada niat untuk mencari pasangan. Oh ya... ini kan rencana kita saat SMA” kata Dhira penuh dengan kebahagiaan saat mengingat masa lalu nya.
“Nanti kira jadi besan, dan nenek pun bersama” kata Dewi.
“Sepertinya aku harus menelepon Bryan. Supaya ia datang ke Indonesia. Dan kita akan jadi Besan ya...” kata Dhira penuh dengan kegirangan.
“Bagaimana setelah Bryan datang kita rencanakan nanti untuk mereka saling bertemu dulu” kata Dewi. Dan mulai menyusun suatu rencana untuk Bryan dan Shafa.
Setelah lama berbincang, bercanda, bertukar pikiran akhirnya Dewi dan Dhira pun pulang ke rumah masing-masing. Mereka pulang dengan hati yang gembira. Dan sangat gembira.
——————————————————————————
Sementara di rumah keluarga Bryan. Terlihat begitu sepi. Sehingga ia mudah untuk menyelinap masuk ke dalam kamarnya. Ia pun membuka jas nya dan tertidur di ranjang yang di rindukan saat di London.
Di meja makan.
Dhira menyiapkan makan malam untuk semuanya. Setelah semua pekerjaan nya selesai ia pun memanggil nama kedua anaknya dan sang suami.
“Papa..... Dhafa.... Dhifa.... Turun ke bawah. Ayo makan malam sayang” teriak mama.
“Iya .... Bentar lagi aku akan turun” saut Dhifa.
“loh Dhafa ke mana Ma?” tanya papa.
“ Gak tau Pa” saut papa.
“Dhafa... Nak cepat turun” ucap mama
__ADS_1
“Baik Ma” saut Dhafa. Dan membuka pintu kamar nya.
Saat ia berada di depan pintu. Dhifa pun membuka pintu juga. Mereka pun turun bersamaan.
Saat mulai makan tiba-tiba......
“Loh.. kok aku gak di panggil sih Ma!” kata nya.
Semua mata pun mencari asal dari suara tersebut. Dan ternyata...
“Kakak” kata Dhafa. Saat itu Dhifa hanya tercengang apa yang ia lihat saat ini. Dhifa tidak dapat melontarkan kata-kata nya. Ia hanya diam. Dan segera memeluk tubuh Bryan.
“Jangan erat pelukannya. Nanti Kakak tidak bisa bernafas” kata Bryan.
“Kapan Kakak pulang?” Dhifa
“kenapa kakak tidak mengabarkan aku terlebih dahulu??” Dhafa
“Sudahlah saat ini Kakak lapar... Banget... Kangen sama masakan mama” kata Bryan dan melihat sang Mama.
“Ayo Nak... Kita makan dulu. Nanti ceritanya”
“Tuh.. Mama nyuruh kita untuk makan. Yuk makan” kata Bryan.
“Baiklah kak” saut mereka berdua.
Suasana pun menjadi hangat. Telah lengkap keluarga Dhira dan Andrian saat ini. Setelah makan mereka semua berada di ruang keluarga. Saat itu mereka sangat bahagia.
Akhirnya Bryan pulang dari luar negeri. Dan menyelesaikan kuliahnya disana. Bryan menceritakan saat-saat ia berada di London. Dan datang tanpa mengabarkan mereka semua. Kecuali kejadian soal di bandara.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Thanks for reading sayang.♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️